Ternyata ini alasan manusia suka mencium bau kentutnya sendiri

Posted on

Kenapa manusia cenderung menyukai bau kentut sendiri sementara begitu jijik denga bau kentut orang lain?

PasarModern.comOnline.com –Kita bisa jengkel sekali dengan bau kentut orang lain. Tapi sebaliknya, kita bisa enjoy saja dengan kentut sendiri. Bahkan tak sedikit dari kita yang “menyukai”-nya.

Lalu kenapa kita, manusia, suka mencium bau kentut sendiri?

Sejatinya tak hanya kentut, tapi segala bau yang muncul dari tubuh kita. Mulai dari bau napas, bau ketiak, bau selangkangan, hingga bau jempol kaki. Pada intinya, kita menyukai bau busuk yang diproduksi oleh tubuh kita sendiri.

Lalu apa alasannya?

Mengutip Men’s Health, belum ada penelitian spesifik terkait gastroenterologi ini. Meski begitu, ada beberapa teori yang beredar terkait fenomena ini.

Alasan paling mungkin mengapa kita menyukai bau kentut sendiri adalah karena alasan adaptasi. Artinya, jika kita sering kentut—yang memang kita semua lakukan, sekitar setengah liter sehari —berarti kita sudah sangat terbiasa dengan baunya, kata Loretta Breuning, Ph.D., yang menulis tentang kimia otak dan perilaku sosial mamalia.

Ada juga yang bilang bahwa kenapa kita menyukai bau kentut sendiri karena otak kita sudah menganggapnya “familiar” alias sudah kenal sehingga ia bukan ancaman. Ingat dengan cara hewan menandai wilayahnya dengan air kencingnya sendiri?

Rasa jijik terhadap bau orang lain, termasuk bau kentut orang lain, bisa dibaca sebagai cara otak kita mengenali adanya ancaman dari luar. Bau kentut kita unik karena dipengaruhi oleh bakteri di usus kita yang mencerna makanan spesifik, sehingga kita tidak merasa terganggu dengan aroma “milik kita” meskipun baunya tidak sedap, berbeda dengan bau orang lain yang bisa memicu insting bahaya.

Pada dasarnya, otak manusia cenderung menyukai hal-hal yang familiar, termasuk bau yang berasal dari tubuh kita sendiri. Makanya bau kentut sendiri, sebusuk apa pun itu, tetap kita terima dengan lapang dada. Dan sebaliknya, rasa jijik terhadap bau orang lain adalah cara otak kita melindungi diri kita dari ancaman adanya potensi penyakit atau sumber bahaya lain. 

“Di alam, kelangsungan hidup bergantung pada kemampuan Anda untuk mendeteksi bau lain, jadi Anda cenderung mengabaikan bau Anda sendiri,” katanya.

Mungkin juga Anda sudah terbiasa dengan baunya karena keluarga Anda memang lebih sering kentut daripada keluarga lain. “Kemampuan Anda untuk menghasilkan metana dalam jumlah signifikan—salah satu dari beberapa komponen gas usus—didasarkan pada genetika,” kata ahli diet Tracy Lockwood, RD.

Itu artinya jika ibu dan ayahmu tercinta adalah penghasil bau menyengat, ada kemungkinan besar kamu juga akan demikian. Jika hanya salah satu dari mereka yang memiliki kecenderungan itu, kata Lockwood, ada kemungkinan kurang dari 10 persen kamu akan menghasilkan “metana yang kuat.”

Karena itulah, “Jika Anda terpapar bau gas ini sejak usia dini, Anda cenderung lebih akrab dan nyaman dengan bau menyengat ini dibandingkan teman-teman Anda,” katanya.

Kabar baiknya adalah, ini mungkin berarti Anda cukup kebal terhadap bau yang paling menyengat. Kabar buruknya adalah Anda mungkin juga menghasilkan bau yang lebih menyengat dari rata-rata, yang berarti teman-teman Anda mungkin akan mencium bau yang cukup kuat saat Anda kentut.

Namun semua spekulasi ini tidak relevan jika Anda tidak tahan dengan bau badan Anda sendiri. Dalam hal ini, kemungkinan besar makanan Anda yang menjadi penyebabnya, dan mungkin sudah saatnya untuk menggantinya. 

Lockwood mencatat bahwa gas hanyalah hasil akhir dari metabolisme, atau penguraian, bakteri atau organisme, yang pada dasarnya, produk sampingan dari pencernaan. Ia tergantung pada mikrobiota usus dan flora kolon Anda, gas Anda bisa mudah menguap atau tidak berbau, dan terkadang Anda harus sedikit bereksperimen untuk mengarahkan bakteri Anda ke arah yang terakhir.

Mengutip Kompas.com manusia melepaskan sampai 70 miliar kentut setiap hari, sekitar 10 di antaranya berasal dari buang gas yang Anda lakukan. 

Menurut ahli kimia Anne Marie Helmenstine, kentut adalah gas yang berbentuk gelembung-gelembung kecil yang mengalir dalam tubuh dan bercampur dengan hidrogen, karbon dioksida, dan metana di sepanjang saluran cerna. Satu-satunya cara gas tersebut keluar dari tubuh adalah dengan melepaskan dari bagian bawah belakang kita lalu menyebar ke udara yang kita hirup.

Dengan jumlah buang gas yang sedemikian banyak, kenapa kentut tidak mengganggu kita selama ini? Tim di AsapSCIENCE membuat video yang sepenuhnya didedikasikan untuk sebuah kentut. Ternyata, jutaan bakteri usus yang berada dalam tubuh kita sesuai dengan hasil yang dilepaskan ketika Anda buang gas. 

Dalam tes buta bau, orang lebih menyukai bau kentut mereka sendiri dibandingkan dengan kentut yang dikeluarkan oleh orang lain. Intinya, kita lebih suka dengan apa yang kita kenal.

Tapi mungkin lebih dari itu. Sesuatu yang menyebabkan bau tidak enak biasanya beracun, bakteri gulana atau makanan kadaluarsa. 

Kita secara naluriah menghindari kentut orang lain untuk melindungi diri dari kemungkinan bahaya, hal yang tidak higienis, atau hal-hal yang berbahaya lainnya. Ibu merupakan pengecualian untuk aturan itu.

Seorang ibu tidak akan kesal dengan bau kentut bayi mereka sendiri. Karena itulah mereka biasa-biasa saja menghadapinya. 

Terlepas dari itu, jika Anda ingin bau kentut tidak terlalu menyengat, cobalah untuk mengurangi makanan yang tinggi sulfat, senyawa yang sulit diserap di usus kecil dan cenderung terdapat dalam makanan silangan seperti kubis, brokoli, dan kacang-kacangan. Lockwood mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan ini dalam jumlah yang lebih sedikit dapat mengurangi kejadian gas berbau tidak sedap.

Kecuali, tentu saja, jika Anda menyukai aromanya. Dalam hal itu, silakan lanjutkan—tapi jangan bagi-bagi ke teman-teman Anda ya karena bisa-bisa Anda yang ditendang ke luar ruangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *