Ringkasan Berita:
- Tema renungan Katolik “sebab mataku telah melihat keselamatan”.
- Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan Katolik untuk hari Kelima Dalam Oktaf Natal, Perayaan fakultatif Santo Thomas Becket dari Canterbury Uskup dan Martir, Daud Raja Israel Yang Terbesar, Santo Kaspar Del Bufalo Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Oleh: Pastor John Lewar SVD
PasarModern.com, MAUMERE –Mari simak renungan Katolik hari Senin 29 Desember 2025.
Tema renungan Katolik “sebab mataku telah melihat keselamatan”.
Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan Katolik untuk hari Kelima Dalam Oktaf Natal, Perayaan fakultatif Santo Thomas Becket dari Canterbury Uskup dan Martir, Daud Raja Israel Yang Terbesar, Santo Kaspar Del Bufalo Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 29 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama 1 Yohanes 2:3-11
“Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang.”
Saudara-saudara terkasih, inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Barangsiapa berkata “Aku mengenal Allah”, tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan tidak ada kebenaran di dalam dia.
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu kasih Allah sungguh sudah sempurna; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Allah.
Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Allah, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Saudara-saudara terkasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu; perintah ini telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang melenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
Barangsiapa berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar’na Ia sudah datang.
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!.
Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya, ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
Tuhanlah yang menjadikan langit, keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan hormat ada di tempat kudus-Nya.
Bait Pengantar Injil Lukas 2:32
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Kristuslah cahaya yang menerangi para bangsa. Dialah kemuliaan bagi umat Allah.
Bacaan Injil Lukas 2:22-35
“Kristus cahaya para bangsa.”
Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa kanak-kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.”
Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.
Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada diatasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika kanak-kanak Yesus dibawa masuk oleh orangtua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah,
katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus.
Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu,”Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Sebab mataku telah melihat keselamatan”
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kalau orang yang berada dalam penantian yang lama, dengan kerinduan
begitu besar dan kesetiaan yang luar biasa, maka ketika datang
pemenuhan penantian itu, mereka menjadi sangat bersukacita dan
kehidupan mereka pun akan dibaharui oleh suka cita yang dashat itu.
Injil Lukas menceritakan tentang penantian Simeon dan apa yang dia
lakukan dalam Bait Allah. Simeon adalah seorang pribadi yang sungguh
mengenal Allah, percaya pada janji-janji Allah dan hidupnya diabdikan
untuk menyembah dan memuji Allah. Simeon menuruti dan patuh pada
perintah-perintah Allah. Kepatuhannya pada perintah-perintah Allah
merupakan tanda pengenalannya akan Allah. Rasul Yohanes
menegaskan, “….inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau
kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1Yoh. 2:3). Tidak diragukan lagi
kualitas pengenalan Simeon akan Allah dan kadar kepatuhannya pada
perintah-perintah Allah. Itulah sebabnya Simeon dikatakan sebagai
“seorang yang benar dan saleh hidupnya” (Luk. 2:25). Simeon adalah
seorang yang benar karena ia lurus hati, hidup selalu sesuai dengan
kehendak Allah. Ia adalah seorang yang saleh karena ia selalu
memperhatikan dan mentaati segala perintah Allah.
Ketika Kanak-Kanak Yesus dibawah masuk oleh kedua orangtuaNya:
Yosef dan Maria, Simeon menyambut dan menatang Anak itu dengan
penuh sukacita dan berkata:“Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini
pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku
telah melihat keselamatan yang daripadaMu, yang telah Engkau sediakan
di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi
bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel” (Luk. 2:
29-32).
Penantian yang panjang dari seorang Simeon yang merindukan
kedatangan Mesias, akhirnya terjawab dalam diri Anak Yang lahir di
kandang Betlehem. Ada sukacita yang sangat besar dalam dirinya. Mata
Simeon telah melihat keselamatan yang tampak nyata dalam diri Yesus,
Sang bayi. Ia sungguh bahagia karena telah melihat keselamatan yang
datang dari Allah. Itu sudah cukup baginya. Ia ingin mati karena telah
melihat keselamatan dalam diri Yesus bayi mungil itu.
Apa pesan yang kita petik pada peristiwa hari ini? Pertama, datang ke
Bait Allah. Simeon dan Hana datang ke Bait Allah untuk melihat bayi
Yesus dan berbicara tentang Dia (Lukas 2:29-32. 38). Lewat Simeon dan
Hana, kita dapat mengetahui dan mengenal Yesus. Orangtua, bapa dan
mama kita adalah orang yang beriman teguh kepada Tuhan. Lewat hidup
beriman orangtua, kita dapat mengenal Tuhan secara baik. Orangtua tua
telah memperkenalkan dan menanamkan dasar iman yang mendalam
kepada kita. Orangtua telah memperkenalkan kita tentang siapa Yesus.
Kedua, mereka berada di Bait Allah untuk berdoa dan berpuasa. Simeon
dan Hana ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Karena doa yang
mendalam, mereka diberi anugerah melihat bayi Yesus.
Orangtua mengajak kita untuk mengunjungi Rumah Tuhan, gereja, untuk berdoa
dan merayakan Ekaristi. Di dalam rumah Tuhan, kita bertemu dengan
Tuhan dan berdialog denganNya tentang seluruh hidup dan keberadaan
kita. Di rumah Tuhan, kita percaya Tuhan ada dan menyertai kita. Orang
yang matang doanya, merasakan tuntunan Tuhan dalam hidupnya.
Ketiga, mengucap syukur kepada Tuhan. Simeon dan Hana mengucapkan
syukur kepada Tuhan. Mereka mengarahkan hidupnya kepada Tuhan.
Simeon dan Hana mengajarkan orang untuk mempersembahkan diri
kepada Tuhan sebagai prioritas hidupnya. Tuhan akan mengganjar orang
orang yang berbuat demikian. Mereka yang mengabdikan diri kepada
Tuhan tidak akan dikecewakan.
Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang kita alami, masihkah kita
meragukan bahwa Yesus adalah sumber pengharapan, sumber damai,
sumber sukacita bagi hidup kita? Kita orang beriman, kita percaya Yesus
Sang bayi yang baru lahir. Saya mengajak anda tinggal semakin dalam
bersama Yesus dan berjalan semakin jauh bersama Dia yang selalu
memberikan kita kekuatan dan pengharapan. Simeon hanya sempat
menggendong Yesus, tetapi kini Yesus tinggal menetap di dalam hati
Anda dan saya. Kita “membawa-Nya” ke mana pun kita pergi. Bukankah
itu sesuatu yang jauh lebih luar biasa?
Doa:
Ya Allah Bapa Mahabaik, syukur kepadaMu atas rahmat keselamatan
yang boleh kami terima melalui pengenalan dengan Yesus Juruselamat.
Semoga sukacita kami selalu kami nyatakan dalam hidup untuk
memuliakan namaMu. Demi Kristus…Amin.
Sahabatku yang terkasih, Salam Damai Natal. NATALKU, NATALMU,
NATAL KITA BERSAMA. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di
mana saja berada. Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin. (Sumber the katolik.com/Bruder John Lewar SVD/kgg).
Berita PasarModern.comLainnya di Google News


