1.000 orang menyeberang ke Sumsel, Gubernur Babel tinjau arus mudik Nataru 2025

Posted on

PasarModern.com, BANGKA– Sedikitnya 1.000 orang tercatat menyeberang dari Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Data tersebut dihimpun selama periode 18 hingga 25 Desember 2025, seiring arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

General Manager ASDP Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Agustinus Cahyo menyebutkan jumlah penumpang pada periode tersebut mengalami kenaikan sekitar tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kendati terjadi peningkatan, ia memastikan operasional penyeberangan dari Pelabuhan Tanjungkalian menuju Tanjung Api-Api tetap berjalan normal tanpa kendala berarti.

“Untuk seluruh moda, secara umum tidak ada lonjakan signifikan. Trip kapal masih normal, sembilan trip setiap harinya,”ujar Agustinus Cahyo, Jumat (26/12).

Berdasarkan data yang dihimpun PasarModern.com, pada periode 18 hingga 29 Desember 2024, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan tercatat sebanyak 19.443 orang.

Jika meningkat tiga persen, maka jumlah penumpang di tahun 2025 mencapai 20.026 orang atau bertambang sekitar 1.000 orang.

Jumlah penumpang di tahun 2024 lebih rendah jika dibandingkan dengan periode tahun 2023 yang tercatat sebanyak 25.783 orang.

Adapun jumlah penyeberangan dari Pelabuhan Tanjungkalian menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api pada tahun 2024 tercatat sebanyak 110 trip.

Angka ini menurun dibandingkan tahun 2023, di mana ASDP Cabang Bangka melayani sebanyak 114 trip penyeberangan dengan mengoperasikan 9 hingga 10 unit kapal feri.

Peninjauan Langsung

Kemarin, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, Bupati Bangka Barat Markus, serta jajaran Forkopimda Pemprov Babel dan Pemkab Bangka Barat, melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Tanjungkalian.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung arus mudik libur Natal dan Tahun Baru. Setibanya di pelabuhan, Gubernur Hidayat mengunjungi Pos Pengamanan di Buffer Zone, kemudian meninjau area kendaraan roda empat, roda tiga, serta penumpang pejalan kaki.

Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Hidayat menyapa penumpang di ruang tunggu, berdialog dengan masyarakat, sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan rapat bersama pihak ASDP Pelabuhan Tanjungkalian terkait kondisi arus mudik Nataru. Gubernur dan rombongan juga melakukan pengecekan langsung ke dalam kapal feri yang tengah bersandar di pelabuhan.

“Kita melihat persiapan dan kendala yang ada. Tahun ini hanya terjadi kenaikan sekitar tiga persen dan masih sangat terkendali. Posisi pelabuhan aman dan operasional berjalan baik. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026,” kata Hidayat Arsani kepada wartawan, Jumat (26/12).

Ia menambahkan, jumlah kapal dinilai mencukupi untuk melayani penumpang. Kendala yang masih ditemui berada disisi Sumatera Selatan, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Api-Api yang kerap mengalami kondisi air surut. Namun demikian, faktor cuaca relatif mendukung dengan waktu tempuh penyeberangan sekitar empat jam.

Gubernur Hidayat juga meminta seluruh petugasdan aparat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi kelancaran perjalanan selama libur Nataru. Ia mengapresiasi kinerja aparat yang dinilai telah menjalankan tugas pelayanan dengan baik.

“Tugas kita melayani masyarakat. Terus berikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Kepada para calon penumpang, Hidayat mengimbau agar seluruh persiapan perjalanan dilakukan dengan matang, mulai dari pembelian tiket sejak jauh hari, kesiapan kendaraan, hingga menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama perjalanan.

“Selamat berangkat, semoga selamat sampai tujuan,” ucapnya.

Tambah Dermaga

Sementara itu, Bupati Bangka Barat Markus menyampaikan bahwa berdasarkan paparan yang diterima, kesiapan ASDP selama libur Nataru dinilai sangat baik dan operasional penyeberangan berjalan lancar. 

Ia mengungkapkan, pada tahun depan direncanakan penambahan dermaga untuk mempercepat proses bongkar muat penumpang dan kendaraan.

“Tahun depan direncanakan penambahan dermaga agar proses penyeberangan bisa lebih cepat. Pemprov Babel bersama Pemprov Sumsel akan mencarikan solusi, terutama terkait kendala di Pelabuhan Tanjung Api-Api yang sering mengalami surut,” kata Markus di tempat yang sama.

Ia menegaskan, Pelabuhan Tanjung Api-Api dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, bukan ASDP. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas pemerintah daerah guna mencari solusi terbaik terhadap kendala yang ada.

General Manager ASDP Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Agustinus Cahyo menambahkan, rencana pembangunan dermaga kedua di Pelabuhan Tanjungkalian akan mulai direalisasikan pada tahun depan, termasuk penyiapan buffer zone pendukung.

Ia juga berharap adanya perbaikan akses jalan menuju pelabuhan yang saat ini masih berlubang dan bergelombang, terutama saat musim hujan.

“Dengan perbaikan jalan, diharapkan akses menuju pelabuhan menjadi lebih baik dan lancar,” ujar Agustinus Cahyo.

Saat ini, Pelabuhan Tanjung Api-Api di Sumsel telah memiliki dua dermaga. Oleh karena itu, penambahan dermaga dari sisi Bangka Barat dinilai penting agar sistem penyeberangan menjadi seimbang dan sinkron.

“Perlu ada pertemuan dengan Gubernur Sumatera Selatan untuk membahas kesiapan Tanjung Api-Api. Jika di sana dua dermaga dan di sini juga dua, maka arus penyeberangan akan semakin lancar,” jelas Agustinus.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Bangka Belitung Kolonel Marinir Yulindo turut mendampingi Gubernur Hidayat Arsani melakukan pemantauan langsung ke Pelabuhan Tanjungkalian.

Pemantauan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pengamanan wilayah laut Bangka Belitung selama periode arus mudik Nataru.

Selain memastikan kelancaran penyeberangan, kegiatan ini juga bertujuan memantau kondisi keamanan laut, pengawasan perairan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan keselamat an pelayaran.

Ia menambahkan, Lanal Bangka Belitung secara rutin melaksanakan patroli dan pengamanan laut, termasuk pengawasan aktivitas pelayaran, pencegahan penangkapan ikan ilegal, serta penindakan terhadap potensi pelanggaranhukum di wilayah perairan Bangka Belitung.

“Kami siap mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan laut, mengingat perairan Bangka Belitung memiliki peran strategis bagi perekonomian dan keselamatan masyarakat,” ujar Yulindo.

Peninjauan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas lin tas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah laut Bangka Beli tung, terutama menjelang meningkatnya aktivitas pelayaran dan distribusi logistik selama libur akhir tahun. (riu/tas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *