Pelatih baru Persebaya Surabaya dari Portugal? Misteri nakhoda baru yang bikin Bonek deg-degan

Posted on

PasarModern.com—Pelatih baru Persebaya Surabaya dikabarkan dari Portugal, menguak mister nakhoda baru harapan Bonek kini menjadi topik hangat yang terus bergulir di tengah performa Green Force yang belum sepenuhnya stabil di Super League 2025/2026.

Isu ini mencuat di saat Persebaya Surabaya masih berjuang menemukan konsistensi permainan dan sosok pemimpin definitif di pinggir lapangan. Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC pada pekan ke-15 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (20/12).

Meski tampil dominan dan menekan di babak kedua, Green Force gagal mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri. Tambahan satu poin dari laga tersebut membuat Persebaya Surabaya kini mengoleksi 19 poin dan menempati posisi ke-6 klasemen sementara.

Posisi ini mencerminkan perjalanan musim yang belum sepenuhnya mulus, dengan performa tim yang masih naik turun dari satu laga ke laga lain. Menariknya, laga melawan Borneo FC dijalani Persebaya Surabaya tanpa kehadiran pelatih kepala di bench.

Caretaker Uston Nawawi harus absen akibat akumulasi kartu kuning, sehingga peran mendampingi tim di pinggir lapangan diemban asisten pelatih Shin Sang-gyu. Situasi tersebut semakin menegaskan kondisi transisi yang sedang dialami Persebaya Surabaya sejak kepergian Eduardo Pérez.

Absennya pelatih kepala definitif membuat dinamika tim berada dalam fase menunggu arah jangka panjang yang lebih jelas. Sebelum pertandingan, Uston Nawawi menilai kehadiran pelatih kepala baru sangat dibutuhkan untuk memberi dampak berkelanjutan terhadap permainan tim.

Meski begitu, dia menekankan prioritas utama tetap menjaga stabilitas Persebaya Surabaya dalam kondisi apa pun.

“Pasti ada pengaruh, tetapi saat ini yang terpenting adalah Persebaya. Dalam kondisi apa pun, tim ini harus menjadi prioritas utama,” tegas Uston.

Pernyataan ini menggambarkan sikap profesional Uston di tengah keterbatasan peran yang ia jalani sementara. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu sudah sekitar 30 hari mendampingi tim sejak Eduardo Pérez resmi pergi pada 22 November 2025.

Selama periode tersebut, dia mengakui belum ada komunikasi dengan manajemen terkait sosok pelatih baru yang akan datang.

“Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ucap Uston.

Uston pun memilih fokus pada pekerjaan harian dan persiapan tim menghadapi laga-laga berikutnya. “Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” lanjut dia.

Di bawah arahannya, Persebaya Surabaya memang belum meraih kemenangan, namun juga belum menelan kekalahan.

Hingga pekan ke-15 Super League, Persebaya Surabaya menempati posisi ketujuh klasemen dengan total 19 poin dari 14 pertandingan. Catatan ini menunjukkan Green Force masih berada di jalur persaingan, meski belum sepenuhnya meyakinkan.

Di tengah situasi tersebut, kabar terbaru datang dari fanbase @bondonekat_ media yang menyoroti belum diumumkannya pelatih kepala baru.

“Setelah mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Perez sebagai (Pelatih Kepala) pada 22 November 2025, Persebaya sampai kini juga belum kunjung mengumumkan Pelatih baru,” tulis mereka. 

Unggahan itu juga menyinggung regulasi liga yang berpotensi menimbulkan sanksi. “Dalam regulasi, jika lebih 30 hari setelah mengakhiri kerjasama dengan pelatih, maka akan dikenakan sanksi berupa denda dengan nominal 100 juta rupiah,” imbuhnya.

Namun, harapan mulai muncul lewat unggahan lanjutan dari fanbase yang sama. “Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas,” papar mereka lagi.

Spekulasi semakin menguat setelah fanbase lain, @emosijiwakucom, mengunggah foto bendera Portugal dengan caption “⌛️”.

Unggahan ini langsung ditafsirkan sebagai sinyal kuat pelatih baru Persebaya Surabaya berasal dari Portugal. Respons Bonek pun mengalir deras di kolom komentar.

“Diumumin kapan min?????,” tulis salah satu pendukung, menunjukkan antusiasme sekaligus rasa penasaran yang memuncak.

Komentar bernada realistis juga muncul dari suporter lainnya.

“Pesenku ojok ndeleh ekspektasi dukur dukur. Gak uenak nek moro moro gak sesuai ekspektasi soale. Nek apik yo alhamdulillah, nek elek yowes wong penting jarene lak sustainable se? ????,” tulis seorang Bonek.

Sementara itu, sebagian pendukung berharap manajemen benar-benar mendatangkan sosok berpengalaman.

“Sik genah wae lo min jangan macem-macem ini liga dan kita butuh pelatih yg cari yang berpengalaman @officialpersebaya , arek-arek kepingin persebaya melambung tinggi ????,” tulis komentar lainnya.

Kini, Pelatih Baru Persebaya Surabaya dari Portugal tinggal menunggu waktu untuk terungkap secara resmi.

Di tengah misteri dan harapan besar Bonek, publik Surabaya menanti satu nama yang diyakini mampu membawa Green Force berlayar lebih stabil dan kompetitif ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *