Ringkasan Berita:
- Rahmat harus pindah kelas setelah tersisih dari rekan kompatriot, Rizki Juniansyah, dalam seleksi nasional untuk kelas 79kg di SEA Games.
- Rahmat dan Rizki menciptakan persaingan sengit sebagai pemecah rekor. Masalahnya, kuota satu atlet per kelas jamak diterapkan di ajang-ajang multievent.
PasarModern.comUpdate daftar perolehan medali SEA Games 2025 hari ini jelang penutupan Sabtu Desember 2025.
Persaingan perebutan medali emas terus berlangsung di sejumlah cabang olahraga termasuk cabor-cabor favorit.
Satu di antaranya yakni ada voli putra, sepak bola hingga futsal dan basket.
Tambahan medali Cabor ini tentunya sangat krusial termasuk bagi kontingen Indonesia.
Sementara ini hingga Rabu 17 Desember 2025 Indonesia masih nyaman berada di posisi kedua pada klasemen medali SEA Games 2025.
Indonesia sementara masih mengumpulkan 62 medali emas, 72 medali perak , dan 72 medali perunggu.
Indonesia masih unggul atas Vietnam di posisi ketiga dengan raihan 48 emad, 55 perak dan 79 medali perunggu.
Pada hari ketujuh sejak rangkaian pertandingan perebutan medali dimulai, kontingen Merah Putih setidaknya meraup 10 medali emas, 7 medali perak, dan 9 medali perunggu.
Keran medali pun sudah terbuka sejak pagi hari.
Dari gelanggang akuatlon di pantai Laem Mae Phim di Rayong, Thailand, tim triatlon Indonesia mencetak sapu bersih dalam tiga perlombaan.
Di cabang olahraga yang memadukan lomba lari dan lomba renang itu, Indonesia memenangi event estafet beregu putra, beregu putri, dan beregu campuran.
Rashif Amila Yaqin yang di Kamboja 2023 memenangi event akuatlon perorangan kali ini menjadi protagonis bersama rekan-rekan setim di beregu putra dan beregu campuran.
Nama-nama atlet kenamaan Tanah Air juga bersinar hari ini.
Menuju ke atletik, Emilia Nova mampu menutup dengan manis perjuangan tim Merah Putih di ibu dari seluruh cabang olahraga ini.
Emilia Nova memenangi lomba heptatlon yang berlangsung selama dua hari ini.
Lomba heptatlon menggabungkan tujuh disiplin di atletik yaitu lari halang rintang 100m, lompat tinggi, tolak peluru, lari 200m, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 800 meter.
Nova mencatat 5.497 poin yang mana menjadi rekor nasional baru, melampaui rekor lama yang juga ditorehkan atas namanya.
“Alhamdulillah sangat bersyukur, senang banget,” ucap Nova, dilansir dari Antaranews.com.
“Aku terakhir mendapatkan medali emas (SEA Games) pada 2019 dan aku bertanding heptatlon, lomba yang aku sempat off selama tujuh tahun,” imbuhnya.
Nova meningkatkan warna medalinya setelah meraih perak dalam lomba yang sama di edisi Kuala Lumpur 2017.
Beralih ke cabor dayung, olimpian sekaligus mantan Juara Asia La Memo merebut emas setelah memenangi lomba satu pedayung putra. Itu jadi emas kelimanya di SEA Games.
Tim dayung Indonesia yang juga meraih emas dari kelas ringan empat pedayung putra lewat Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq, Wijdan Yasir, dan Ardi Isadi.
Kemudian ke angkat besi, emas yang ketiga dipersembahkan lifter pencetak rekor, Rahmat Erwin Abdullah, di kelas 88kg putra dengan total angkatan 362kg.
Rahmat meraih emas keempatnya di SEA Games. Kali ini, torehannya terasa berbeda karena dia bertanding di kelas berat.
Sebelumnya Rahmat bertanding di kelas 73kg, 77kg, 79kg, dan paling berat adalah 81kg di mana dia selalu pernah memecahkan rekor dunianya.
Rahmat harus pindah kelas setelah tersisih dari rekan kompatriot, Rizki Juniansyah, dalam seleksi nasional untuk kelas 79kg di SEA Games.
Rahmat dan Rizki menciptakan persaingan sengit sebagai pemecah rekor. Masalahnya, kuota satu atlet per kelas jamak diterapkan di ajang-ajang multievent.
Tahun lalu Rahmat gagal lolos ke Olimpiade Paris meski dijagokan untuk meraih emas karena digusur Rizki dari peringkat satu dunia di detik-detik akhir masa kualifikasi.
“Lebih bisa tenang, menikmati, santai saja. Tidak mau terlalu ambil pusing atau terbebani,” ucap peraih perunggu Olimpiade dan emas Asian Games itu, dikutip dari Kompas.id.
Lalu ada emas catur cepat beregu putri dari kuartet IM Medina Warda Aulia, IM Irine Kharisma Sukandar, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, dan WIM Laysa Latifah.
Emas juga diraih oleh Fany Febriana Wulandari di lomba menembak trap perorangan putri dan Riyan Jefri Hamomanangan Lumbanbatu dari kickboxing K-1 60kg putra.
Melansir dari Kompas.id, kemenangan Jefri terasa emosional setelah tim Indonesia merasakan keputusan-keputusan tidak tidak adil dari juri.
Sebelumnya, Indonesia kehilangan potensi emas dari kampiun Piala Dunia, Aprilia Eka Putri, yang kalah di semifinal setelah sejumlah poin yang masuk tidak dihitung.
Peraih perunggu lainnya, Andi Mestara Jerni Maswara, juga sempat dilarang ke podium sebelum meminta maaf dan menghapus video protes tentang kontroversi juri di media sosialnya.
Adapun Jefri hampir kalah ketika tertinggal poin dari atlet Thailand, Jakkrit Koongtok, hingga laga final tersisa 10 detik.
Dua tendangan sukses ke badan darinya akhirnya mengubah situasi. Dua dari 3 juri memberi dia keunggulan poin di akhir laga.
“Ini buat almarhum ayah saya. Ayah ‘dipanggil’ saat saya persiapan SEA Games. Saya pulang ke kampung hanya untuk menguburkan ayah saya,” aku atlet asal Sumatra Utara itu.
Tim kickboxing Indonesia sebenarnya mengincar tiga medali emas tetapi akhirnya satu yang bisa diraih di SEA Games 2025
Update klasemen lengkap medali SEA Games 2025
LINK


