Polisi akan panggil pengeroyok siswi SMP saat nonton balap liar di Jalan Baru Binduriang Bengkulu

Posted on

Ringkasan Berita:

  1. Polisi memastikan akan memanggil para remaja yang terlibat dalam video pengeroyokan siswi SMP di jalan baru Desa Simpang Beliti, Binduriang
  2. Aktivitas berkumpulnya remaja di lokasi tersebut menimbulkan keresahan warga, terutama setelah video perkelahian menyebar di media sosial
  3. Kapolsek Padang Ulak Tanding menegaskan lokasi tersebut bukan arena balap liar, melainkan tempat berkumpul anak muda

 

Laporan Wartawan PasarModern.com, M. Rizki Wahyudi

PasarModern.com, REJANG LEBONG – Polisi memastikan akan memanggil para remaja yang terlibat dalam video pengeroyokan siswi SMP yang viral di jalan baru Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong.

Upaya tersebut merupakan langkah penanganan atas keresahan warga dan gangguan ketertiban di lokasi tersebut.

Aktivitas remaja yang kerap berkumpul di jalan baru Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, belakangan ini menuai keresahan masyarakat.

Keresahan itu semakin meningkat setelah beredar sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan aksi perkelahian antar remaja di lokasi tersebut.

Sebelumnya, lokasi itu sempat ramai disebut sebagai arena balap liar.

Namun, Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT), AKP Mansyur Daud Manalu, menegaskan bahwa aktivitas yang terjadi di lokasi tersebut bukan balap liar, melainkan lebih kepada tempat berkumpul atau “mejeng” muda-mudi yang memanfaatkan suasana jalan baru.

“Bukan balap liar, lebih kepada tempat berkumpul atau pacaran anak-anak muda karena suasana jalan baru,” ungkap Kapolsek kepada PasarModern.compada Selasa (16/12/2025).

Meski demikian, keberadaan remaja yang berkumpul hingga menimbulkan kegaduhan dinilai tetap berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Apalagi, dalam beberapa hari terakhir, video perkelahian antar remaja di lokasi tersebut menyebar luas dan menjadi perhatian masyarakat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Langkah itu meliputi koordinasi dan rapat bersama unsur Tripika Kecamatan Binduriang, pemberian imbauan kepada masyarakat bahwa lokasi tersebut bukan arena balap, serta pengingat agar tidak terjadi peristiwa yang dapat menimbulkan korban.

Selain itu, patroli rutin di lokasi tersebut akan ditingkatkan.

“Setiap sore kami akan melaksanakan patroli rutin, termasuk patroli gabungan bersama TNI, untuk mengantisipasi potensi balap liar maupun gangguan kamtibmas lainnya,” jelasnya.

Kemudian terkait video perkelahian yang viral, Kapolsek menyebut pihaknya akan memanggil seluruh remaja yang terlibat, termasuk orang tua atau keluarga mereka.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui jalur mediasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka.

“Kita akan kumpulkan semua yang ada di dalam video, termasuk keluarganya, untuk kita lakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Viral di Media Sosial

Sebuah video aksi perkelahian antar remaja perempuan yang masih berstatus sebagai pelajar SMP viral di media sosial dan menuai beragam respons dari masyarakat.

Peristiwa ini terjadi di jalan baru Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong, Bengkulu pada Senin (15/12/2025) sore.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang remaja perempuan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah remaja perempuan lainnya.

Korban tampak dipukul, dijambak, hingga ditusuk-tusuk yang diduga menggunakan kunci motor.

 Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian punggung.

Di akhir video, korban yang mengenakan pakaian hitam terlihat menangis histeris setelah mendapat perlakuan kekerasan.

Korban diketahui berinisial RA (13), warga Desa Apur, Kecamatan Binduriang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat korban bersama dua orang temannya berada di jalan baru untuk menonton aktivitas balap liar.

Di lokasi itu, korban bertemu sejumlah pelajar lainnya dan diajak pergi ke ujung jalan yang sepi.

Para pelajar tersebut mengatakan kepada korban, “Ayo kita ke ujung tempat sepi”.

Tanpa curiga, korban mengikuti ajakan tersebut. Namun, saat berjalan menuju lokasi sepi, sekitar tujuh remaja lainnya ikut mengiringi korban.

Setibanya di lokasi yang jauh dari keramaian, salah seorang pelajar menantang korban untuk berkelahi. Bahkan korban diancam dengan ucapan, “Kalau tidak mau berkelahi, kamu harus sujud di kaki saya”.

Korban yang menolak langsung didorong oleh salah satu pelajar, disusul oleh teman-temannya hingga terjatuh.

Rambut dan kalung korban ditarik secara paksa. Dalam kondisi refleks, korban sempat menarik rambut salah satu pelaku.

Namun aksi kekerasan semakin brutal. Korban ditendang di bagian perut hingga kembali terjatuh.

Saat tergeletak di tanah, korban kembali dianiaya dengan dipukul, ditampar, serta menerima berbagai bentuk kekerasan lain hingga akhirnya menangis.

Tidak berhenti di situ, setelah para pelaku sempat meninggalkan korban, aksi perundungan kembali terjadi.

Saat korban hendak menuju sepeda motornya, rambutnya kembali ditarik dan korban bahkan diludahi.

Para pelaku juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun.

Jika berani bercerita, korban diancam akan kembali dianiaya.

Setelah itu, korban langsung pulang ke rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengeluhkan pusing dan mengalami sejumlah luka, antara lain memar di pipi kiri, memar di lengan kiri, serta tiga luka di bagian punggung belakang sebelah kiri.

Menanggapi video perkelahian yang viral, Kapolsek PUT, AKP Mansyur Daud Manalu, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti.

Pihak kepolisian akan mengupayakan mediasi terlebih dahulu antar keluarga.

“Kami akan memanggil seluruh remaja yang terlibat dalam video tersebut, termasuk orang tua atau keluarga mereka. Semua akan kita kumpulkan untuk dilakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama dalam pergaulan sehari-hari agar tidak terjerumus pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami menghimbau agar peran orangtua dalam pengawasan juga ada, karena ini demi kebaikan anak-anak kita,” tutupnya.

Jalan Baru Binduriang Meresahkan

Aksi balap liar yang kerap terjadi di jalan baru yang dibangun di Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu semakin meresahkan warga dalam beberapa hari terakhir.

Tak hanya mengganggu aktivitas pengguna jalan, balap liar yang dilakukan sejumlah remaja di lokasi tersebut diduga kuat memicu kegaduhan hingga berujung perkelahian.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, beredar video viral yang memperlihatkan aksi perkelahian antarremaja di ruas jalan tersebut.

Kepala Desa Simpang Beliti, Eka Susanti, membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyebut aktivitas di jalan baru itu hampir terjadi setiap hari, terutama pada sore hari.

“Rame terus setiap hari, terutama sore hari,” ujar Eka kepada PasarModern.compada Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, kondisi ini muncul setelah jalan tersebut selesai dibangun sehingga permukaannya menjadi halus dan mulus.

Jalan yang awalnya diharapkan dapat menunjang mobilitas warga justru berubah menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat, khususnya kalangan remaja.

“Ini setelah jalan baru dibangun, jalannya halus dan mulus. Akhirnya jadi tempat ngumpul,” jelasnya.

Terkait maraknya aksi balap liar dan perkelahian remaja, Eka mengakui pihak desa telah menerima banyak laporan dari masyarakat.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama kepolisian, untuk melakukan penertiban.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, karena ini sudah meresahkan,” katanya.

Ia mengkhawatirkan apabila kondisi tersebut dibiarkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, karena aksi balap liar berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, aksi perkelahian yang kerap terjadi juga menjadi perhatian serius.

“Takutnya bisa membahayakan dan menyebabkan ada korban jiwa di jalan baru itu,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa hampir setiap sore hari jalan tersebut selalu ramai dipadati remaja yang membawa kendaraan bermotor.

Tak jarang, aksi kebut-kebutan hingga perkelahian terjadi di lokasi tersebut.

“Semoga segera ditertibkan, Pak. Ini sudah meresahkan sekali,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *