Rekam jejak Kusnadi eks ketua DPRD Jatim yang meninggal dunia, pernah dilaporkan hilang 5 hari

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Mantan Ketua DPRD uJatim Kusnadi meninggal dunia hari ini, Selasa (16/12/2025). 
  • Kusnadi meninggal dunia karena sakit kanker yang diidapnya. 
  • Kusnadi sempat dilaporkan hilang 5 hari oleh keluarganya beberapa waktu lalu. 
  • Kusnadi juga sempat diperiksa KPK terkait dana hibah APBD Jatim.   

 

PasarModern.comI SURABAYA – Inilah rekam jejak Kusnadi, Mantan Ketua DPRD Jatim yang meninggal dunia, Selasa (16/12/2025) siang.

Politisi kawakan tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat di RSUD dr Soetomo Kota Surabaya lantaran sakit yang dideritanya. 

Kabar duka ini pun menyebar di berbagai kalangan.

Kuasa Hukum Kusnadi, Harmawan H Adam, membenarkan kabar duka tersebut.

“Benar, meninggal di RSUD dr Soetomo,” kata Adam kepada  PasarModern.comsaat dikonfirmasi dari Surabaya.

Kusnadi dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya sejak Senin (15/12/2025) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Dari informasi yang berkembang, kondisi kesehatan Kusnadi terganggu dalam beberapa waktu terakhir. 

Kusnadi menghembuskan nafas terakhir pada Selasa siang. Dari informasi, Kusnadi akan dimakamkan di kawasan Sedati Kabupaten Sidoarjo. 

Siapakah Kusnadi? 

Melansir dari Wikipedia, Kusnadi lahir 7 Desember 1958.

Ia adalah politisi PDI Perjuangan yang menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur.

Pendidikan:

  • SMA Negeri Kisaran, Asahan (1977-1980)
  • Lulus tahun 1986 : S-1 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Lulus tahun 1995 : S-2 Universitas Gadjah Mada

Organisasi:

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur (2015-2019, 2019-2024)

Karier:

  • Dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019)
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur (2019-sekarang).

Sempat Dilaporkan Hilang 5 Hari 

Kusnadi sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Balongbendo, Sidoarjo polisi pada Minggu (8/6/2025). 

Kusnadi dilaporkan hilang sejak Rabu (4/6/2025). 

Saat itu, politisi PDIP ini dijemput tiga orang menggunakan mobil di usaha peternakannya di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, pada Rabu (4/6/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun, hingga Minggu (8/6/2025), Kusnadi tak diketahui keberadaannya. 

Bahkan, saat dihubungi ponselnya tidak aktif. 

Kusnadi akhirnya ditemukan di Madura pada Senin (9/6/2025). 

Saat ditemukan, Kusnadi berada di rumah salah satu warga di sana. 

Politisi senior PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa dirinya tidak menghilang atau menjadi korban penculikan.

Ia mengaku pergi ke Madura untuk mencari pengobatan sekaligus mencari ketenangan.

“Saya ke Madura. Nyari obat di sana. Sekaligus nyari ketenangan saja, mungkin ditambah disuwuk (didoakan) dan sebagainya,” kata Kusnadi kepada PasarModern.comdi Polsek Balongbendo, Sidoarjo, pada Senin (9/6/2025).

Kusnadi menjelaskan bahwa selama ini dirinya tinggal sendirian di peternakan ayam miliknya di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

“Saya ini kan, ya mohon maaf ya, karena saya ini sudah tidak bareng dengan ibunya, saya tinggal sendirian. Saya mikir, mosok lebaran saya tinggal sendirian di sini, terus ngapain,” ujarnya.

Keputusan itu diambil setelah ada temannya dari Pamekasan datang berkunjung. Temannya itu sempat menginap di peternakan Kusnadi karena hendak survei lokasi untuk membuka warung.

Ketika temannya hendak kembali ke Pamekasan, Kusnadi memutuskan ikut serta, sekaligus berlibur sambil mencari pengobatan alternatif.

“Saya kena kanker, jadi rasanya bosan, maka saya juga cari obat alternatif lah. Ikut teman yang dari Pamekasan tersebut,” ungkap Kusnadi.

Kusnadi mengaku selama ini sedang berjuang melawan kanker getah bening stadium 3B. Ia bahkan telah menjalani 17 kali kemoterapi selama hampir dua tahun terakhir.

Diperiksa KPK

Kusnadi sempat menjadi sorotan saat kasus korupsi Pengurusan Dana Hibah untuk Pokmas dari APBD Provinsi Jawa Timur 2019-2022 ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Saat itu Kusnadi juga sempat dipanggil KPK bersama Sumantri selaku petani, dan Teguh Pambudi selaku notaris sebagai saksi dalam perkara tersebut.

“Pemeriksaan dilakukan di Polresta Banyuwangi,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025), melansir dari Kompas.com.

Meski demikian, KPK belum menyampaikan materi yang akan digali dari pemeriksaan para saksi tersebut.

Perkara ini merupakan pengembangan dari kasus suap alokasi dana hibah yang diusulkan melalui pokok pikiran (Pokir) dari kelompok masyarakat (Pokmas).

Terkait kasus ini, Kusnadi  juga sempat dicegah ke luar negeri. 

Kusnadi dicekal bersama tiga mantan pimpunan DPRD Jatim pada Maret 2023 silam.  

Mereka adalah mantan Wakil Ketua DPRD Jatim dari PKB, Anik Maslachah; Mantan Wakil Ketua DPRD Jatim asal Partai Gerindra, Anwar Sadad; dan Mantan Wakil Ketua DPRD Jatim dari Partai Demokrat, Achmad Iskandar.

KPK mencegah empat pimpinan DPRD Jawa Timur bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

Kusnadi juga sempat digeledah rumahnya bersama rumah Anik Maslachah. 

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan alokasi dana hibah yang bersumber dari APBD Jatim. 

Keempat tersangka tersebut yakni, Wakil Ketua DPRD Jatim asal Partai Golkar Sahat Tua P Simanjuntak (STPS).

Kemudian, Staf Ahli Sahat, Rusdi (RS); Kepala Desa Jelgung, Kabupaten Sampang, sekaligus Koordinator Kelompok Masyarakat (Pokmas), Abdul Hamid (AH); serta Koordinator Lapangan Pokmas, Ilham Wahyudi (IW) alias Eeng.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google PasarModern.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *