Had I not seen the sun, dendam pembunuh berantai dan kekerasan seksual di baliknya

Posted on

Tahun 2022 lalu, sebuah serial asal Korea Selatan berjudul The Glory cukup menarik perhatian penonton. Selain karena bintang utamanya aktris papan atas Song Hye Kyo, cerita di dalamnya pun benar-benar membuat tegang namun memuaskan. Yaitu tentang pembalasan dendam yang dilakukan tokoh utama terhadap teman-temannya yang pernah merundungnya di bangku SMA.

Meski memang memiliki adegan bullying yang kuat serta bisa men-trigger beberapa kalangan penonton, nyatanya cerita ini ditutup dengan balas dendam yang epik dan berkelas. Tak heran bahwa kala itu serial ini sempat menduduki peringkat 1 di Netflix.

Kali ini, saya punya salah satu rekomendasi serial yang konsepnya sama seperti The Glory ini. Bukan dari Korea Selatan, melainkan dari Taiwan.

Serial ini berjudul Had I Not Seen The Sun yang rilis secara resmi di Netflix (untuk part-1 nya) pada 13 November lalu. Kenapa secara konsep saya bilang ini mirip dengan The Glory?

Pertama, karena serial ini terbagi 2 part. Dan selanjutnya kisah inti di dalamnya adalah tentang pembalasan dendam ketika masa sekolah. Menurut saya pribadi, Had I Not Seen The Sun ini punya cerita yang lebih kompleks dan menyakitkan. Bahkan pembalasan dendamnya pun lebih berdarah-darah.

Mau tahu seperti apa ulasan lengkapnya? Yuk langsung cek ulasan di bawah ini.

SINOPSIS

Jika dalam The Glory tokoh utamanya adalah perempuan, maka lain di sini karena tokoh utamanya adalah laki-laki bernama Li Jen Yao yang sejak awal episode sudah diceritakan sebagai terdakwa kasus pembunuhan berantai yang keji. Ia dipenjara setelah membunuh banyak korban dengan cara yang sangat sadis.

Lalu, seorang perempuan muda, Pin Yu, yang bekerja di sebuah studio film datang ke penjara untuk menemui Li Jen Yao. Bersama timnya, ia ingin meminta izin untuk membuat dokumenter tentang kehidupan Li Jen Yao hingga akhirnya ia menjadi seorang pembunuh berantai.

Meski sebagai pembunuh berdarah dingin yang telah menghabisi banyak nyawa, nyatanya Li Jen Yao sangat ramah ketika ditemui. Ia banyak tersenyum hingga menyetujui permintaan pembuatan dokumenter tentangnya. Setidaknya ia akan mengatakan apa yang ingin ia jawab. Dan sesuatu yang menurutnya pribadi, tidak akan diungkapnya.

Di rumahnya, Pin Yu justru mendapat mimpi aneh yang berhubungan dengan Li Jen Yao. Bahkan puncaknya ia melihat sosok perempuan SMA dengan rambut ekor kuda yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri saja, bukan orang lain.

Di sinilah semua cerita bermula dan membuat penasaran penonton. Tentang masa lalu Li Jen Yao, dan siapa sesungguhnya perempuan SMA itu.

KILAS BALIK ROMANSA SI PEMBUNUH BERANTAI

Serial ini sebenarnya punya unsur thriller-psikologis yang kuat. Namun di dalamnya terdapat juga hal-hal manis cerita romansa layaknya dua insan yang sedang dimabuk asmara. Bahkan, ada juga sedikit sentuhan horor yang sebenarnya tak begitu menakutkan.

Pada poin horor ini bermula pada gadis SMA yang dilihat Pin Yu yang mana ia seperti sosok arwah yang ingin menyampaikan pesan. Dan hanya Pin Yu lah perantara untuk menyampaikan pesan itu.

Akhirnya, sosok gadis SMA itu membuka cerita lamanya yang ternyata berhubungan dengan Li Jen Yao di masa lalu, tepatnya saat keduanya masih di masa sekolah.

Gadis itu ialah Hsiao Thung, siswi cantik yang memiliki bakat menari balet. Ia sering latihan di atas gedung sekolah untuk mempersiapkan diri dalam kompetisi. Suatu ketika, ia tak sengaja bertemu Li Jen Yao yang juga sedang menyendiri di sana.

Meski awalnya Li Jen Yao sangat dingin kepada Hsiao Thung, tapi lama-lama keduanya mulai dekat bahkan sengaja datang ke atap gedung sekolah untuk menyantap menu makan siang. Cerita keduanya begitu manis namun tidak berlebih layaknya kisah pertemanan anak SMA yang kemudian tumbuh menjadi benih cinta. 

Penonton pun dibuat semakin penasaran apakah Hsiao Thung ini jadi korban pembunuhan Li Jen Yao atau bukan. Karena kalau dari timeline, sepertinya ia sudah mati di masa sekarang dan berubah jadi arwah.

PERUNDUNGAN YANG KASAR DAN BEGITU KUAT

Yang perlu digarisbawahi dalam seluruh cerita ini ialah bahwa Li Jen Yao punya masa lalu yang begitu kelam. Ayahnya terlibat hutang ke rentenir hingga ia harus jadi korban pemukulan para debt collector. Ibunya yang sangat ia sayang justru lebih percaya ke Ayahnya dan tidak ingin berpisah.

Di sekolah, Li Jen Yao dirundung oleh teman-temans sekelasnya. Ia sering dijadikan olok-olok. Dan setiap ia mulai melawan, teman-temannya itu memutarbalikkan fakta bahwa yang salah tetap dirinya.

Cerita perundungan ini begitu kasar dan kuat yang sebenarnya sedikit membuat saya tidak tega. Adegan seperti perkelahian, darah, hingga hal-hal lain cukup kuat terekspos.

Warning! Ulasan selanjutnya memiliki spoiler yang cukup kuat. Silakan lanjutkan akan konsekuensinya. Terima kasih!

KEKERASAN SEKSUAL DAN KEJAMNYA KEKUASAAN

Serial Had I Not Seen The Sun berjumlah 10 episode dengan durasi kurang lebih sekitar 50 menit per episodenya. Pada setengah perjalanan cerita, akan difokuskan pada kehidupan Li Jen Yao, sementara setengahnya lagi akan berfokus di Hsiao Thung.

Ia jadi sasaran empuk para pembully Li Jen Yao yang pada akhirnya mendapat kekerasan fisik, bahkan seksual yang membuat ia trauma berat. Orang tuanya hendak melapor ke polisi hingga pihak sekolah untuk menyelesaikan semuanya.

Namun begitu dikumpulkan bersama para orang tua yang lain, karena punya kekuasaan tinggi, si pelaku kekerasan seksual bisa tetap bebas dengan kesalahan yang ditujukan pada Hsiao Thung. Gadis muda itu justru jadi tertuduh sebagai perempuan yang gatal dan suka menggoda, padahal dialah korbannya.

Hsiao Thung begitu terpuruk sebagai korban kekerasan seksual yang justru dipandang rendah oleh orang lain. Ia mengurung diri di kamar, tidak mau makan, bahkan sampai ingin pindah ke tempat yang jauh dari lokasinya saat ini.

Kekuasaan si pelaku utama sebagai anak orang kaya benar-benar membuat emosi. Dan alasan inilah yang (sepertinya) dijadikan alasan Li Jen Yao menjadi pembunuh berantai, karena para korban yang telah meninggal adalah teman-teman terdahulunya ini.

PART 2 YANG AKAN TAYANG 11 DESEMBER INI

Sepuluh episode Had I Note Seen The Sun ditutup dengan cukup menggantung dan akan berlanjut ke part 2 yang akan tayang di 11 Desember nanti untuk melanjutkan kisah Li Jen Yao.

Part 1 ini memang lebih banyak soal pengenalan karakter, konflik, hingga puncaknya. Sedangkan di Part 2 nanti adalah klimaks pembalasan dendam dan cerita rinci bagaimana Li Jen Yao membunuh korban-korbannya dengan cara yang sadis.

Part 2 ini saya rasa akan lebih brutal dan sadis karena fokusnya di pembalasan dendam. Di sini juga akan ada tokoh baru yang sepertinya punya benang merah bagi Li Jen Yao. Dan soal nasib Hsiao Thung yang belum jelas di Part 1 pun sepertinya akan terjawab di Part selanjutnya.

Nah, Kompasianer itulah sedikit ulasan untuks serial Had I Not Seen The Sun yang bisa ditonton secara resmi di Netflix. Kalau nanti sudah rilis Part 2-nya, saya akan kembali mengulas kisah mereka selanjutnya.

Akhir kata, terima kasih sudah mampir ke tulisan ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

-M. Gilang Riyadi, 2025-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *