Populer Kaltim: Satgas Pengawasan Akhir Masa Kontrak RDMP, Banjir Kutim, Struktur Baru PDIP Kaltim

Posted on

Ringkasan Berita:Daftar berita populer di Kaltim dalam 24 jam terakhir hingga Selasa (9/12/2025) pagi:  

  • Pemkot Balikpapan membentuk Satgas Pengawasan PHK di akhir masa kontrak proyek RDMP
  • Banjir di Kutai Timur (Kutim) yang meluas ke empat kecamatan sehingga warga mulai mengungsi 
  • Struktur baru DPD PDIP Kaltim yang ditetapkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Kaltim yang juga dihadiri Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Hasto Kristiyanto

 

PasarModern.com – Sejumlah artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga Selasa (9/12/2025) pagi.  

Berita populer di Kaltim dimulai dari Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan di akhir masa kontrak pekerja proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Provinsi Kaltim. 

Selanjutnya ada update terkait banjir di Kutai Timur (Kutim) yang kini meluas ke empat kecamatan sehingga warga mulai mengungsi. 

Lalu ada pula terkait struktur baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltim yang baru saja ditetapkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Kaltim yang dihadiri Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Hasto Kristiyanto.

Daftar Berita Populer di Kaltim

1. Satgas Pengawasan PHK di Akhir Masa Kontrak Proyek RDMP

Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat membentuk Satgas Pengawasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk mengantisipasi ribuan karyawan yang terdampak berakhirnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Langkah ini diambil menjelang peralihan proyek besar tersebut ke fase operasional yang dijadwalkan mulai awal Desember 2025.

Pembentukan satgas ini menjadi upaya strategis Pemkot untuk memastikan proses PHK berjalan sesuai regulasi, termasuk transparansi pendataan pekerja dan pemberian hak-hak ketenagakerjaan.

Ribuan tenaga kerja yang selama ini terlibat dalam pembangunan kilang diperkirakan mulai dirumahkan atau berakhir masa kontraknya seiring rampungnya konstruksi utama RDMP.

Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan koordinasi intensif telah dilakukan dengan Komite Pengembangan SDM Industri (KPSI) dan seluruh kontraktor yang terlibat.

Antisipasi dampak ketenagakerjaan menjadi perhatian utama, mengingat besarnya jumlah pekerja yang akan terdampak.

“Mulai dari Disnaker Provinsi, Disnaker Kota Balikpapan, Kapolres hingga Kejari masuk dalam Satgas.

Mereka memonitor dan memastikan proses PHK berjalan baik sesuai tanggung jawab masing-masing,” jelas Bagus.

Ia menegaskan satgas telah mulai bekerja dan menuntut perusahaan kontraktor untuk menyerahkan data yang lengkap.

Kekurangan data disebut menjadi hambatan awal sehingga pengawasan belum dapat berjalan optimal.

“Kami minta kontraktor melakukan pendataan. Data yang masuk ke kami masih kurang sehingga langkah pengawasan belum optimal. Jika data sudah lengkap, tim deteksi dini bisa langsung bekerja dan mulai minggu ini dilaporkan,” tegasnya.

Bagus juga meminta Pertamina serta perusahaan kontraktor agar lebih aktif memberi informasi sejak awal, bukan menunggu masalah muncul.

Menurutnya, komunikasi terbuka menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ketenagakerjaan setelah proyek besar ini berakhir.

“Setiap kami memberikan sosialisasi, harusnya perusahaan-perusahaan ikut aktif. Jangan sampai saat terjadi masalah baru melapor,” ucapnya.

Selain mengawasi proses PHK, Pemkot Balikpapan turut mendorong pekerja mengikuti beragam program peningkatan keterampilan sebagai langkah adaptasi.

Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dinas koperasi, dan lembaga vokasi lainnya, pemerintah menyiapkan pelatihan yang dapat membuka peluang usaha maupun pekerjaan baru.

“Ada pelatihan khusus dari BLK, ada juga diklat di koperasi. Kami minta para pekerja aktif mencari peluang usaha dan meningkatkan kompetensi,” katanya.

Pemkot Balikpapan berharap operasional penuh RDMP yang menjadi kilang modern Pertamina dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, RDMP juga diproyeksikan memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Simak berita lengkapnya:

  • Pemkot Balikpapan Bentuk Satgas Awasi PHK Ribuan Pekerja RDMP >>>
  • Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Kilang RDMP Balikpapan Desember 2025 >>>

2. Banjir di Kutim meluas ke empat kecamatan

Curah hujan tinggi yang terjadi sejak November 2025 kembali memicu banjir di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dalam dua hari terakhir, empat kecamatan terdampak, yakni Karangan, Muara Wahau, Telen, dan Kongbeng. dengan kondisi air yang sempat mencapai 30–80 sentimeter.

Kepala BPBD Kutim, Sulastin, menjelaskan bahwa Kecamatan Karangan menjadi wilayah pertama yang dilaporkan banjir, khususnya di sekitar Sungai Karangan.

Tiga desa di Karangan terdampak di antaranya Karangan Dalam, Karangan Ilir, dan Karangan Seberang.

“Tetapi sejak tadi pagi laporannya sudah mulai surut, terbaru informasinya sudah kering. Memang terjadinya di bantaran sungai, jadi mudah banjir tapi cepat juga surut,” ujar Sulastin, Senin (8/12/2025).

Tak hanya Karangan, banjir juga melanda Kecamatan Muara Wahau akibat hujan lebat pada malam sebelumnya.

Laporan warga menunjukkan ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 30 hingga 80 sentimeter.

Beberapa desa yang berada dekat aliran Sungai Wahau turut terdampak, di antaranya Desa Jak Luay, Bea Nehas (Benhes), dan Desa Dabeq.

“Dalam pemantauan kami ini masih bertahan untuk surut, ini Kecamatan Telen juga banjir di Desa Marah Haloq yang dekat dengan bantaran sungai,” lanjut Sulastin.

BPBD Kutim telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, membantu warga, serta mengoordinasikan kebutuhan darurat.

Selain TRC, setiap kecamatan juga telah dibekali perlengkapan siaga banjir.

“Setiap kecamatan juga sudah ada baju pelampung, perahu karet dan tim relawan kita yang kita sediakan untuk koordinasi melalui WhatsApp,” tuturnya.

Polres Kutim Bentuk Satgas dan Posko Terpadu

Derasnya curah hujan membuat banjir meluas hingga ke Kecamatan Kongbeng.

Situasi ini mendorong Polres Kutim bergerak cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan Posko Terpadu sebagai pusat kendali penanganan banjir.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan langkah ini penting untuk memperkuat respons darurat, mempercepat distribusi personel, serta memastikan bantuan logistik benar-benar sampai kepada warga terdampak.

“Kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengurangi dampak banjir, seluruh personel siap siaga untuk memberikan pelayanan maksimal,” tegas Fauzan.

Satgas yang dibentuk memiliki fungsi spesifik, mulai dari pendataan warga terdampak, evakuasi di wilayah berisiko tinggi, distribusi logistik mendesak, hingga pemantauan debit air.

Aparat juga meningkatkan patroli intensif, terutama pada jam rawan, untuk menjaga keamanan sekaligus membantu warga yang membutuhkan evakuasi.

Mobilitas aparat yang melakukan patroli kini semakin ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan, mereka terus memantau perkembangan debit air dan memastikan tidak ada potensi gangguan kamtibmas yang muncul selama masa darurat berlangsung. 

“Kami juga koordinasi dengan pemerintah desa juga dilakukan secara berkelanjutan, dengan pengoperasian Satgas dan Posko Terpadu ini, kepolisian berharap seluruh prosedur penanganan dapat berjalan lebih efektif dan cepat,” ujar Fauzan.

Evakuasi Warga dan Imbauan Kewaspadaan

Seiring naiknya air sungai, warga di empat kecamatan terdampak mulai mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Evakuasi dilakukan bertahap dengan prioritas pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

BPBD Kutim mengimbau masyarakat di bantaran sungai untuk tetap waspada, mengingat BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan berlangsung hingga Juni 2026.

Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga pertengahan 2026, BPBD Kutim mengimbau masyarakat di dekat bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.  

Simak berita lengkapnya:

  • Banjir di Kutai Timur Meluas ke 4 Kecamatan, Warga Mulai Mengungsi >>>
  • Hujan Ekstrem Picu Banjir di Kutai Timur, Tiga Kecamatan Terdampak >>>

3. Struktur baru DPD PDIP Kaltim

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Timur (Kaltim) resmi mengumumkan struktur kepengurusan periode 2025–2030.

Pengumuman ini dilakukan dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (8/12/2025).

Formasi baru kepengurusan menampilkan perpaduan antara keberlanjutan kepemimpinan dan penyegaran wajah baru.

Safaruddin kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Kaltim, sementara Ananda Emira Moeis melanjutkan perannya sebagai Sekretaris. 

Posisi Bendahara kini diisi Edi Damansyah, menggantikan Muhammad Samsun yang beralih menjadi Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi.

Penetapan ini mencerminkan konsolidasi internal partai dan soliditas Banteng Kaltim dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

Kader Muda dan Figur Baru

Selain nama-nama lama yang tetap dipercaya, struktur kepengurusan kali ini juga diwarnai kehadiran kader muda dan figur baru.

Ketua DPC PDIP Balikpapan dan Samarinda, Budiono serta Sugiyono, turut masuk dalam jajaran pengurus.

Begitu pula pengurus DPC dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim yang kini bergabung di tingkat DPD.

Kehadiran wajah baru ini diyakini akan membawa semangat segar sekaligus memperluas basis dukungan partai di seluruh daerah.

Momentum Konsolidasi Partai

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa konferda bukan sekadar ritual politik lima tahunan, melainkan momentum evaluasi dan perumusan program perjuangan partai di Kaltim.

“Strategi PDIP adalah memperbaiki diri, mendengarkan harapan rakyat, dan berpegang pada pandangan bahwa rakyat adalah segala-galanya. DPP menerapkan merit system, mendengarkan aspirasi dari bawah terhadap calon pimpinan DPD dan DPC,” jelas Hasto.

Struktur kepengurusan baru ini segera disahkan dan akan bertugas penuh dalam waktu dekat, menandai babak baru konsolidasi politik PDIP di Bumi Etam.

Berikut struktur kepengurusan DPD PDIP Kaltim periode 2025-2030

Ketua: Irjen Pol (Purn) Safaruddin 

Sekretaris: Ananda Emira Moeis

Wakil Sekretaris Bidang Internal; Supratono

Wakil Sekretaris Bidang Program; Priskila Evalianitha Randabunga

Bendahara, Edi Damansyah

Wakil Bendahara, H. Baba

Jajaran Wakil Ketua Bidang (Wakabid)

  • Wakabid Kehormatan Partai, Veridiana Huraq Wang
  • Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif, Andhika Hasan 
  • Wakabid Ideologi dan Kaderisasi, Muhammad Samsun
  • Wakabid Keanggotaan dan Organisasi, Marten Apuy 
  • Wakabid Sumber Daya, Sugiyono
  • Wakabid Politik, Siang Geah
  • Wakabid Pemerintahan, Otonomi Daerah, Didik Agung Eko Wahono
  • Wakabid Kebijakan Publik dan reformasi Birokrasi, Budiono
  • Wakabid Reformasi Sistem Hukum Nasional, Guntur
  • Wakabid.Perekonomian, Eko Priyo Utomo 
  • Wakabid Kebudayaan dan Pendidikan, Betaria Magdalena 
  • Wakabid Penanggulangan Bencana Kesehatan, Perempuan dan Anak, Yonavia l
  • Wakabid Industri, Perdagangan BUMN, Investasi Koperasi dan UMKM, Ely Hartati Rasyid
  • Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial, Safuad 
  • Wakabid Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Lusiana Ipin
  • Wakabid Keagamaan, dan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME, Damuri 
  • Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Yustisia Dibrinap
  • Wakabid Pertanian, dan Pangan Kehutanan, Lingkungan Hidup dan Kelautan dan Perikanan, Wahyu Hidayat
  • Wakabid Hukum dan Advokasi, S. Roy Hendrayanto 

Simak berita lengkapnya:

  • Struktur DPD PDIP Kaltim 2025-2030, Jabatan Baru Edi Damansyah, Hasto: Momentum Konsolidasi Partai >>>
  • 4 Poin Pesan Sekjen Hasto Kristiyanto saat Konferda PDIP Kaltim >>>

Demikian informasi seputar berita-berita populer di Kaltim dalam 24 jam terakhir.

(PasarModern.com/Siti Zubaidah/Nurila Firdaus/Ary Nindita Intan RS)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *