2 kekalahan beruntun Borneo FC, polemik ‘kehabisan bensin’ dan persaingan puncak yang makin sengit

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Borneo FC mengalami dua kekalahan beruntun dari Bali United dan Persib Bandung, memicu isu ‘kehabisan bensin’
  • Kekalahan membuat persaingan puncak klasemen makin ketat, dengan Persija dan Persib mengintai di posisi kedua dan ketiga
  • Pelatih Fabio Lefundes menjanjikan evaluasi total karena Borneo FC menghadapi tiga laga berat melawan Persebaya, Malut United, dan PSM Makassar untuk menjaga peluang juara.

PasarModern.com– Borneo FC Samarinda tengah memasuki periode terberatnya di kompetisi Super League 2025/2026.

Setelah menjadi tim paling stabil dengan rekor 11 kemenangan beruntun—sebuah pencapaian yang sangat langka di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia—langkah Borneo FC terhenti secara mengejutkan.

Kekalahan dari Bali United dan Persib Bandung membuat banyak pihak mulai mempertanyakan ketahanan mental dan fisik para pemain Pesut Etam.

Namun, para pemain dan pelatih Borneo FC kompak membantah anggapan bahwa mereka telah “kehabisan bensin.”

Istilah kehabisan bensin dalam konteks sepak bola merujuk pada kondisi ketika tim terlihat kehilangan energi, kreativitas, dan semangat sehingga performanya menurun drastis, seperti kendaraan yang tidak bisa melaju karena bahan bakarnya habis.

Para pemain menilai apa yang terjadi justru bagian dari dinamika kompetisi: terkadang berada di atas, terkadang berada di bawah.

Meski demikian, tak dapat dipungkiri bahwa rentetan kekalahan tersebut membuat puncak klasemen Super League semakin rapat, sehingga tensi persaingan antara Borneo FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung memanas menjelang akhir tahun.

Kekalahan dari Bali United: Hentinya Rekor 11 Kemenangan Beruntun

Rekor impresif Borneo FC akhirnya terhenti pada 30 November 2025.

Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri di Stadion Segiri, Samarinda, Pesut Etam harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Bali United pada pekan ke-14 Super League 2025/2026.

Bali United tampil disiplin dan mampu memanfaatkan celah kecil yang muncul di lini belakang Borneo FC. Meskipun Borneo tampil menekan dan memimpin statistik penguasaan bola, efektivitas serangan lawan justru membuat mereka pulang tanpa satu pun poin.

Kekalahan itu sempat dianggap sebagai “kecelakaan biasa” dalam dunia sepak bola.

Namun, kekalahan berikutnya membuat publik mulai bertanya: ada apa dengan Borneo FC?

Ditekuk Persib Bandung 3-1: Munculnya Isu ‘Kehabisan Bensin’

Laga tunda pekan keempat pada Jumat, 5 Desember 2025, menjadi titik kritis kedua.

Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Borneo FC tidak mampu menahan tekanan Persib Bandung.

Skor akhir 1-3 membuat Pesut Etam kembali gagal meraih poin.

Dominasi Persib terlihat sejak menit awal.

Tim asuhan Bojan Hodak tampil solid, agresif, dan disiplin. Borneo FC tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan Maung Bandung, terutama pada babak kedua.

Dua kekalahan ini membuat sejumlah pengamat mengatakan bahwa Borneo FC mulai kehabisan tenaga setelah start luar biasa di awal musim.

Namun, pemain Borneo FC, Fajar Fathur Rahman, langsung membantah anggapan ini.

Fajar Fathur Rahman: “Kami Tidak Kehabisan Bensin”

Dalam wawancara dengan awak media, termasuk BolaSport.com, Fajar menegaskan bahwa kondisi tim masih solid. Ia menganggap dua kekalahan beruntun sebagai bagian dari perjalanan panjang kompetisi.

“Saya pikir setiap tahun pasti ada anggapan begitu. Tapi yang paling penting, Borneo tetap Borneo,” ujarnya tegas.

Ia juga mengingatkan publik bahwa sebelum dua kekalahan tersebut, Borneo FC telah mencatat 11 kemenangan beruntun—prestasi yang tidak bisa dianggap enteng.

“Ya, kalah dua kali, tapi mereka lupa bahwa kami juga menang 11 kali,” tambah Fajar.

Menurutnya, tugas tim sekarang adalah bangkit dan kembali fokus.

Hal itu menjadi sangat penting karena Borneo FC akan menghadapi tiga laga berat berturut-turut melawan Persebaya Surabaya, Malut United, dan PSM Makassar.

Alfharezzi Buffon: “Dalam Sepak Bola, Kita Tidak Selamanya di Atas”

Pendapat senada datang dari bek Borneo FC, Alfharezzi Buffon.

Dalam acara Indonesia Sports Summit di Indonesia Arena, Jakarta, ia menyebutkan bahwa apa yang dialami Borneo FC adalah dinamika yang normal.

“Itu namanya juga sepak bola. Ada saatnya kita di atas dan ada saatnya kita di bawah,” ujarnya.

Buffon menegaskan bahwa tim harus tetap termotivasi dan menjadikan dua kekalahan itu sebagai bahan evaluasi besar.

Ia juga menyoroti persaingan ketat di papan atas antara Borneo FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Menurutnya, tekanan dari dua klub besar tersebut justru menjadi motivasi tambahan.

“Nah sekarang banyak tim-tim yang di bawah yang sudah mulai menyusul. Itu jadi motivasi buat kita, agar selalu kerja keras,” ujarnya.

Persaingan Ketat Puncak Klasemen Super League 2025/2026

Situasi klasemen kian panas setelah pekan ke-14. Borneo FC masih bertengger di posisi pertama dengan 33 poin dari 13 laga.

 Namun jaraknya dengan Persija Jakarta hanya empat poin, sementara Persib Bandung hanya berjarak lima poin.

Persib bahkan memiliki peluang memperkecil jarak karena masih memiliki satu pertandingan tunda menghadapi Malut United pada 14 Desember 2025 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara.

Jika Persib menang, jarak mereka dengan Borneo FC bisa tinggal dua poin saja—sebuah tekanan besar bagi tim asuhan Fabio Lefundes.

Fabio Lefundes: Evaluasi Total Usai Dipermalukan Persib

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui bahwa dua kekalahan ini menjadi alarm bagi tim. Ia berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemain maupun strategi.

“Tiga poin memang layak untuk Persib yang tampil dominan sejak menit awal,” kata Lefundes.

Meski demikian, ia tetap optimistis Borneo FC bisa bangkit dan kembali ke jalur kemenangan seperti 11 laga sebelumnya.

Masa depan Borneo FC kini berada pada kemampuan mereka merespons tekanan, mengembalikan mental juara, dan menjaga konsistensi permainan.

Laga Berat Menanti: Persebaya, Malut United, dan PSM Makassar

Jadwal Borneo FC dalam beberapa minggu ke depan tak memberikan banyak ruang untuk bernafas.

Persebaya dikenal sebagai tim yang sulit diprediksi, Malut United tengah bersinar sebagai klub baru yang kompetitif, sementara PSM Makassar terkenal sebagai tim dengan mental tanding tinggi.

Fajar dan Buffon sama-sama menegaskan bahwa tiga laga ini tak boleh dianggap remeh.

 Jika Borneo FC ingin mempertahankan puncak klasemen, mereka wajib meminimalkan kesalahan yang sebelumnya dilakukan saat melawan Bali United dan Persib.

Kondisi Mental, Konsistensi, dan Ancaman Ketat dari Rival

Masalah terbesar Borneo FC saat ini bukanlah fisik atau strategi, melainkan konsistensi dan stabilitas mental.

Tim yang terlalu nyaman di puncak klasemen terkadang lupa bahwa kompetisi selalu menghadirkan kejutan.

Persija dan Persib, dua klub dengan basis suporter besar, tidak akan membiarkan Borneo FC melenggang mulus. Kedua tim itu terus membayangi dan siap menyalip kapan saja.

Hanya satu hal yang pasti: perjalanan menuju gelar juara musim 2025/2026 masih sangat panjang dan penuh tekanan.

Klasemen Super League Sementara

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Borneo FC
13
11
0
2
25
8
17
33
2
Persija Jakarta
13
9
2
2
27
12
15
29
3
Persib
12
9
1
2
22
8
14
28
4
PSIM
13
6
4
3
16
15
1
22
5
Malut United
12
6
4
2
20
13
7
22
6
Bhayangkara FC
13
5
4
4
12
9
3
19
7
Persita
13
5
4
4
16
13
3
19
8
PSM Makasar
13
4
7
2
20
13
7
19
9
Persebaya
13
4
6
3
15
13
2
18
10
Arema FC
13
4
5
4
19
18
1
17
11
Bali United
13
4
5
4
16
18
-2
17
12
Persik
13
4
3
6
15
19
-4
15
13
Madura United
13
3
4
6
11
17
-6
13
14
Dewa United
13
4
1
8
12
22
-10
13
15
PSBS Biak
13
3
3
7
13
27
-14
12
16
Persijap
13
2
2
9
13
23
-10
8
17
Semen Padang
2
2
1
10
9
20
-11
7
18
Persis
13
1
4
8
14
26
-12
7

                       

Lihat selengkapnya →

 

Artikel ini telah tayang di BolaSport dengan judul Dua Kali Kalah Beruntun di Super League 2025/2026, Pemain Borneo FC Bantah Sudah Kehabisan Bensin

Artikel ini telah tayang di BolaSport dengan judul Bek Borneo FC Alfharezzi Buffon Bicara Persaingan Puncak Klasemen dengan Persija dan Persib

Artikel ini telah tayang di BolaSport dengan judul Pemain dan Pelatih Borneo FC Akan Dievaluasi setelah Dipermalukan Persib

Artikel ini telah tayang di BolaSport dengan judul Persija dan Persib Mendekat, Pemain Borneo FC Sudah Mulai Khawatir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *