Uus Jadi Sekda DKI, Pramono Pilih Pengganti Wali Kota Jakarta Barat

Posted on

Penunjukan Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memastikan bahwa posisi Wali Kota Jakarta Barat akan segera terisi setelah Uus Kuswanto dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Nama pelaksana tugas (Plt) maupun pengganti definitif akan diumumkan pada Selasa, 2 Desember 2025. Proses pengisian jabatan ini dilakukan tanpa adanya lobi politik dan seluruh tahapan seleksi telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pramono menegaskan bahwa pertemuan langsung dengan Uus baru terjadi saat pelantikan. Ia menyatakan bahwa penunjukan Uus Kuswanto sebagai Sekda tidak dipengaruhi oleh intervensi dari pihak mana pun. Seluruh proses seleksi telah dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini dilakukan agar keberlanjutan layanan pemerintahan tetap terjaga.

Karir Uus Kuswanto

Uus Kuswanto lahir di Ciamis, Jawa Barat pada 21 Januari 1973. Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 1995 ini mulai mengabdi di Pemprov DKI Jakarta sejak tahun yang sama. Karirnya dimulai dari tingkat kelurahan hingga mencapai jabatan struktural lebih tinggi.

Beberapa jabatan penting yang pernah dijabat oleh Uus antara lain:
* Lurah Kampung Rawa, Johar Baru (2005–2007)
* Lurah Mangga Dua Selatan (2007–2010)
* Sekretaris Kecamatan Sawah Besar (2010–2012)
* Wakil Camat Menteng (2012–2013)
* Wakil Camat Kemayoran (2013–2014)
* Camat Kalideres (2015–2016)
* Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Barat (2016–2017)
* Sekretaris Dinas Kehutanan (2017–2019)
* Wakil Wali Kota Jakarta Timur (2019–2020)
* Wali Kota Jakarta Barat (2020–2021 dan 2023–2025)
* Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda DKI
* Penjabat (Pj) Sekda DKI Jakarta pada 3 Desember 2022 hingga Februari 2023

Dengan rekam jejak panjang yang dimulai dari posisi paling dasar di kelurahan, Uus Kuswanto diharapkan mampu membawa birokrasi Pemprov DKI Jakarta semakin profesional, responsif, dan adaptif menghadapi tantangan kota metropolitan.

Alasan Seleksi Sekda Dilakukan Tertutup

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya mengukuhkan Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta pada Senin (1/12/2025). Pramono mengungkap bahwa ia memilih untuk tidak mempublikasikan proses seleksi jabatan tersebut. Hal ini berbeda dengan periode sebelumnya, ketika Pemprov DKI secara terbuka merilis seluruh tahapan seleksi Sekda mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, hingga tes manajerial lengkap dengan daftar nama kandidat yang dinyatakan lolos di setiap fase.

Pramono menyampaikan alasan di balik keputusannya itu. “Sebenarnya proses itu berjalan. Jadi awalnya 10 orang menjadi 3 orang juga ada. Tetapi memang dalam hal begini saya berkeinginan proses itu jangan terlalu heboh lah, yang paling penting memilih orang yang terbaik,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/12/2025).

Meski begitu, Pramono mengklaim seluruh tahapan telah dijalankan sesuai ketentuan. Dalam prosesnya, Pramono menggunakan dua cara untuk menyeleksi calon-calonnya, yakni seleksi terbuka dan manajemen talenta.

Uus Gantikan Marullah Matali

Uus Kuswanto resmi melantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 184/TPA Tahun 2025. Uus kini menggantikan Marullah Matali yang telah memasuki masa pensiun di usia 60 tahun per 27 November lalu.

Momentum Koreksi Pembangunan Jakarta

Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai penunjukan Uus Kuswanto sebagai Sekda baru harus dibaca sebagai momentum koreksi atas gaya pembangunan Jakarta selama ini terlalu terpikat pada proyek fisik, namun alpa pada kondisi manusianya.

Agung menyebutkan bahwa indikator pembangunan Jakarta selama lima tahun terakhir menunjukkan pola yang tidak sinkron. Di satu sisi, IPM DKI menembus 85,05, tertinggi nasional dan kemiskinan turun menjadi 4,28 persen. Tetapi di sisi lain, angka stunting justru menetap di 17,2 persen dan balita underweight meningkat menjadi 14,9 persen.

Uus Resmi Gantikan Marullah

Proses pelantikan digelar tertutup. Nampak, area kantor Gubernur DKI mendadak ramai oleh deretan karangan bunga yang dikirim untuk Uus Kuswanto menjelang prosesi serah terima jabatan Sekda. Rangkaian bunga dengan berbagai warna dan desain itu tersusun rapi, mulai dari halaman pendopo hingga ke dalam lorong Balai Kota.

Ucapan tersebut datang dari beragam pihak, mulai dari para kepala dinas, pimpinan BUMD, politisi dari berbagai partai, hingga organisasi masyarakat. Hampir semua karangan bunga memuat pesan bernada serupa.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *