Empat Puluh Tahun Industri Kosmetik Indonesia, Legenda dan Tren Kecantikan

Posted on

Perkembangan Industri Kosmetik dan Kecantikan di Indonesia Selama Empat Dekade

Industri kosmetik di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam empat dekade terakhir. Dari munculnya para maestro legendaris hingga munculnya brand lokal dan global, industri ini menjadi saksi perubahan tren, inovasi, dan ketahanan bisnis. Berikut adalah rangkuman perkembangan industri kecantikan dari tahun 1985 hingga 2025.

1985 – Lahirnya Legenda

Tahun 1985 menjadi awal mula perusahaan kosmetik legendaris yang kemudian dikenal sebagai Paragon Technology and Innovation (PTI). Didirikan oleh Nurhayati Subakat, perusahaan ini menjadi pelopor kosmetik halal di Indonesia. Produk pertamanya adalah Putri, sebuah merek perawatan rambut. Pada 1990, perusahaan mulai memperluas produksi dengan mendirikan pabrik pertama di Kawasan Industri Cibodas. Pada 1995, Wardah diluncurkan sebagai produk kosmetik halal. Hingga saat ini, PTI menaungi sembilan merek seperti Putri, Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Laboré, Biodef, Instaperfect, dan Crystallure.

1986 – Kemunculan Brand Global

Pada 1986, merek kosmetik luar negeri seperti L’Oreal mulai merambah pasar Indonesia. Mereka melakukan ekspansi fasilitas produksi di Indonesia, menjadikannya sebagai tempat produksi kosmetik halal terbesar di dunia. Tren make up artist atau penata rias juga mulai berkembang pada masa ini.

1987 – Ketahanan Para Legenda

Perusahaan kosmetik besar seperti Martha Tilaar memulai tren warna kosmetik yang terinspirasi dari budaya Indonesia. Di masa itu, tanpa media sosial, Martha Tilaar bekerja sama dengan berbagai majalah untuk mempromosikan produknya. Martha Tilaar Group lahir dari salon kecil yang didirikan di garasi rumah milik orang tuanya pada tahun 1970.

1989 – Mengawali Regulasi Industri Kecantikan Aman

Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) yang dibentuk sejak 1978 mulai menunjukkan perannya sebagai mitra pemerintah. Pada 1989, PERKOSMI bekerja sama dengan BPOM dalam penyusunan Undang-Undang Kesehatan, sehingga kosmetika tidak dikategorikan sebagai obat preparat.

1990 – Brand Lokal Vs. Brand Global

Di tahun 1990-an, banyak brand lokal mulai bermunculan dan bisa memproduksi kosmetik dengan standar internasional. Namun, persaingan dengan brand luar negeri tetap ketat.

1991 – Brand Global Menjamur

Pada 1991, Bobbi Brown Cosmetics hadir di Indonesia, menyusul merek seperti L’Oreal yang sudah lebih dulu beroperasi. Di sisi lain, PT Kino Indonesia Tbk. didirikan dan berkembang menjadi salah satu raksasa industri kosmetik.

1993 – Pelopor Produk Perawatan Tubuh dengan Kearifan Lokal

PT Mandom Indonesia Tbk. dan Purbasari mulai bermunculan pada tahun 1993. Mereka fokus pada perawatan tubuh, seperti Pixy dan Gatsby. Purbasari menjadi pionir lulur mandi di Indonesia yang unggul karena mengangkat budaya kecantikan Indonesia.

1994 – Pelopor Riasan Dekoratif

Tahun ini menjadi saksi hadirnya riasan dekoratif seperti bulu mata palsu, dipelopori oleh PT Tiga Putra Abadi Perkasa di Purbalingga, Jawa Tengah.

1995 – Pelopor Halal

Wardah dari Paragon Group menjadi pelopor kosmetik halal di Indonesia. Pada 1995, BPOM mulai membuat standar yang lebih ketat untuk mengakomodir kebijakan halal tersebut. Pada 2014, regulasi sertifikasi halal wajib untuk semua produk kosmetik, makanan, dan obat-obatan.

1998 – Berkembang dalam Krisis Ekonomi

Meskipun krisis ekonomi 1998 terjadi, beberapa perusahaan seperti Inez dan Viva Cosmetics tetap bertahan dan berkembang. Viva Cosmetics berganti nama menjadi PT Vitapharm dan tetap menjadi brand yang populer.

1999 – Regulasi Makin Kuat

Setelah brand-brand internasional semakin banyak masuk ke Indonesia, merek-merek high end seperti Mac dan Maybelline makin menjamur. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen memberikan perlindungan hukum bagi konsumen terhadap produk-produk yang tidak sesuai standar.

2000 – Transformasi Industri Kosmetik

Di awal 2000-an, banyak bermunculan berbagai brand kosmetik lokal yang lebih up to date pada tren global. Mereka mencoba menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

2002 – Brand Lokal Bermunculan

Pada tahun 2002, Azarine Cosmetic mulai muncul dan sukses menjadi brand kecantikan lokal yang diminati setelah rebranding pada 2015.

2003 – Awal Perkembangan Minat pada Kosmetik

Minat konsumen terhadap produk kosmetik meningkat, sehingga konsumsi dan produksi kosmetik turut meningkat. Industri kecantikan mulai memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi negara.

2008 – Krisis Ekonomi Global

Meski terdampak krisis global, industri kosmetik di Indonesia masih tumbuh positif. Kontribusi industri kosmetik terhadap PDB mencapai 1,92%.

2010 – Era Media Sosial

Era media sosial membuka pintu bagi profesi baru seperti beauty blogger dan vlogger. Iklan tradisional mulai digantikan oleh konten review dan rekomendasi dari kreator konten.

2012 – Konsumsi Kosmetik Bertumbuh

Brand lokal mulai mendominasi. Tingkat konsumsi dan produksi kosmetik meningkat. Omzet industri kosmetik nasional mencapai Rp9,76 triliun.

2015 – Tren Bahan Alami

Produk-produk yang menggunakan bahan alami atau dibuat berdasarkan sain semakin laris dan diminati. Mineral Botanica, yang didirikan oleh Widy Susindra dan Anita Loeki, menjadi salah satu brand yang sukses dengan produk berbahan ekstrak tumbuhan.

2016 – Dari Konten Kreator jadi Pebisnis

Banyak konten kreator meluncurkan produk sendiri. Salah satunya adalah By Lizzie Parra (BLP), yang mengedepankan nilai-nilai bahwa cantik bukan hanya dari riasan, tapi juga dari kepercayaan diri.

2018 – Tren K-Beauty

Tren kecantikan Korea dan China mulai masuk ke Indonesia. Produk skincare menjadi segmen terlaris dan terbesar. Tren penggunaan bahan alami, 10 langkah perawatan kulit, dan pewarna bibir ombre juga mulai berkembang.

2020 – Pandemi Covid-19 dan Booming Belanja Online

Pandemi mempercepat pergeseran kebiasaan belanja online. Konsumsi kosmetik dan industri kecantikan tetap tumbuh meskipun melambat. Produk perawatan kulit mengalami lonjakan permintaan.

2022 – Tren Bahan Alami Lokal dan “Glass Skin”

Konsumen mulai mencari produk kosmetik berbasis medis atau punya bukti khasiat secara ilmiah. Tren “Glass Skin” dari Korea Selatan dan China juga mulai berkembang.

2025 – Booming AI

Dengan booming AI, banyak brand besar menggunakan teknologi ini untuk memberikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi. Konsumen juga mulai mencari produk dengan fungsi gabungan untuk efisiensi.

Kementerian Perindustrian mencatat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kosmetik. Dengan sumber daya alam yang kaya akan tanaman herbal, Indonesia dapat bersaing dengan produk impor. Nilai ekspor produk minyak atsiri, parfum, dan kosmetik Indonesia pada 2023 mencapai US$842 juta. Industri kosmetik juga diperkirakan akan mencapai nilai US$677,2 miliar pada tahun 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *