Berita Populer di Kaltim: Kematian Janggal Pelajar SMP hingga Penurunan Dana Transfer Daerah
1. Kematian Janggal Pelajar SMP di Samarinda
Kasus kematian janggal pelajar SMP di Samarinda menjadi perhatian masyarakat setempat dan berita populer dalam 24 jam terakhir. R, seorang siswa SMP berusia 14 tahun, meninggal dunia pada 27 Oktober 2025 dini hari. Keluarga korban mencurigai adanya kekerasan sebelum kematian tersebut, sehingga meminta autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian.
Proses ekshumasi atau penggalian kembali makam R dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk Polresta Samarinda dan dokter forensik, pada Jumat (21/11/2025) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin Kilometer 4 Loa Janan, Kota Samarinda. Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari investigasi terhadap dugaan kematian yang tidak wajar.
Menurut Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, proses ini dilakukan atas dasar laporan keluarga yang mencurigai tindak pidana. Tim forensik dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie bersama Unit INAFIS Satreskrim Polresta Samarinda melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih rinci.
Selain itu, polisi telah memeriksa 7 saksi, sebagian besar teman korban yang diduga melihat peristiwa dugaan kekerasan. Namun, belum ada kesimpulan pasti tentang keterkaitan mereka dengan kejadian tersebut. Hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar kesimpulan penyelidikan.
Dokter forensik RSUD AW Sjahranie, dr. Kristina Uli Gultom, menyatakan bahwa proses pemeriksaan terhadap jenazah R berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa hasil autopsi akan disampaikan oleh penyidik kepolisian setelah proses selesai. Estimasi waktu penyelesaian adalah sekitar dua minggu.
Kasus ini mencuat setelah keluarga korban menemukan lebam pada jenazah serta informasi riwayat pemukulan oleh teman korban yang beredar melalui grup WhatsApp. Setelah berkumpul dan bermain dengan temannya, R mengeluh sakit kepala kepada ibunya sekitar pukul 21.00 WITA. Namun, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 01.00 dini hari, 27 Oktober 2025.
2. Penurunan Drastis Dana Transfer Daerah (TKD)
Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyebut penurunan dana transfer ke daerah (TKD) kali ini menjadi yang paling drastis dalam lima tahun terakhir. Pendapatan transfer mengalami penurunan menjadi Rp1,36 triliun dari nilai yang diproyeksikan mencapai Rp2,25 triliun pada APBD 2026.
Penurunan ini menyusul kebijakan nasional adanya pemangkasan dana transfer daerah (TKD) untuk Balikpapan, yakni Rp1,05 triliun. Termasuk dana bagi hasil pajak Rp158,92 miliar, dana bagi hasil SDA Rp767,97 miliar, dan dana alokasi umum (DAU) Rp130,17 miliar. Sehingga total penurunan mencapai Rp1,057 triliun.
Bagus menyebut penurunan ini lebih besar dibandingkan pendapatan yang terjadi pada masa pandemi covid-19. Bahkan saat berlakunya Inpres 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pelaksanaan APBD dan APBD 2025. Selain itu, dana transfer antar daerah Rp273,68 miliar, dengan asumsi terjadi penurunan sekitar Rp100 miliar dari alokasi sebelumnya Rp 373,68 miliar.
Bagus menyatakan bahwa saat ini belum terdapat informasi resmi mengenai alokasi dana bagi hasil (DBH) 2026. Nantinya angka tersebut akan menyesuaikan kembali setelah terbit surat gubernur Kaltim.
Kemudian untuk sektor lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp4,5 miliar berasal dari hibah pemerintah pusat. Bagus menuturkan, rancangan APBD 2026 masih menghadapi beberapa keterbatasan. Namun ia meyakini dapat menghadapi tantangan dengan kerja sama antara pemerintah kota, DPRD, dan dukungan elemen masyarakat.
3. Rakerda Perdana Gerindra Kalimantan Timur
Rakerda perdana Gerindra Kaltim 2025 menjadi langkah awal konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur setelah mencatat kemenangan beruntun pada Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024–2025.
Rapat kerja yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Minggu (23/11/2025), menjadi panggung utama bagi partai berlambang kepala garuda itu untuk memperkuat arah gerak politik dan pengawalan program nasional di daerah. Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji, memimpin Rakerda perdana ini.
Pidatonya kepada seluruh kader se–Kaltim agar ada tindak lanjut langsung arahan Presiden RI ke–8 Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra. “Pertemuan ini bukan hanya perayaan kemenangan, tetapi momentum penting untuk bekerja. Rakerda pertama kita sejak memenangkan pilpres, pileg, dan pilkada, jadi setelah dikumpulkan oleh Presiden di Hambalang, beliau menyampaikan bahwa program-program prioritas harus dijalankan di daerah,” tegas Seno.
Guna memastikan program tersebut tepat sasaran dan dieksekusi dengan baik di Kaltim, Gerindra mengumpulkan seluruh anggota DPRD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari kabupaten/kota. “Berkumpulnya semua kader ini, agar mereka juga mengawasi pelaksanaan program-program prioritas dari Pak Presiden,” imbuhnya.
Wakil Gubernur Kaltim ini juga menekankan peran Gerindra sebagai mata dan tangan pemerintah pusat di daerah. Selain fokus pada program, Gerindra Kaltim juga mulai menyusun strategi jangka panjang. Ia juga menjawab pertanyaan tentang evaluasi khusus dari Prabowo, untuk memastikan evaluasi internal akan berjalan ketat dan berkala, mencakup program kerja dan struktur kepengurusan.
“Evaluasi-evaluasi pasti ada, penting agar tahun depan kita bisa mengukur kembali elektabilitas Gerindra di Kaltim, supaya kita siap bertarung pada 2030,” tukasnya. Lebih lanjut, kesiapan Gerindra menghadapi tantangan politik di masa depan juga dibahas di forum internal tersebut. Tentunya dengan memetakan secara serius kader-kader potensial yang akan diusung dalam kontestasi politik berikutnya.


