Kebebasan sebagai Anugerah Tuhan
Kebebasan adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Dengan kebebasan ini, kita diberi kesempatan untuk mengelola hidup kita sendiri. Namun, kebebasan tersebut harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Jika kita hanya mengikuti keinginan diri sendiri tanpa memperhatikan kehendak Tuhan, maka hidup kita akan stagnan dan tidak bermanfaat bagi orang lain.
Dalam kehidupan seorang yang taat dan sukacita menjalankan perintah Tuhan, hidupnya akan berkembang dan menjadi berkat bagi keluarga serta sesama. Kebiasaan seperti ini juga akan mendatangkan berkat yang melimpah dari Tuhan. Oleh karena itu, mari kita selalu ingat bahwa kebebasan yang kita miliki adalah anugerah yang harus digunakan dengan bijak.
Renungan Hari Ini: Kebebasan yang Menjadi Berkat
Pada hari Rabu, 19 November 2025, renungan hari ini mengangkat tema “kebebasan yang menjadi berkat”. Renungan ini disajikan di bagian akhir artikel ini. Pada pekan XXXIII, warna liturgi yang digunakan adalah hijau.
Berikut adalah bacaan liturgi katolik untuk hari Rabu, 19 November 2025:
Bacaan Pertama: 2Mak. 7:1,20-31
Dalam bacaan pertama, kita membaca kisah tentang tujuh orang bersaudara dan ibu mereka yang ditangkap. Mereka diperlakukan dengan kasar oleh sang raja, yang ingin memaksa mereka makan daging babi yang haram. Meskipun menghadapi siksaan yang berat, mereka tetap setia pada iman mereka.
Ibu mereka menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa. Ia menghibur anak-anaknya dengan kata-kata penuh semangat. Ia mengingatkan mereka bahwa Tuhan adalah Pencipta alam semesta dan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada mereka jika mereka setia pada hukum-hukum-Nya.
Raja Antiokhus merasa terhina oleh ucapan ibu itu. Ia mencoba meyakinkan anak bungsu mereka agar meninggalkan adat istiadat nenek moyangnya. Namun, pemuda itu tetap setia pada imannya. Akhirnya, ia memilih mati daripada menyembah dewa yang tidak benar.
Mazmur Tanggapan: Mzm 17:1,5-6,8b,15
Doa Daud yang dibacakan dalam mazmur ini menunjukkan rasa percaya dan harapan kepada Tuhan. Dalam doa ini, Daud memohon perlindungan dari Tuhan dan mengharapkan penglihatan wajah-Nya.
Bait Pengantar Injil: Yohanes 15:16
Ref. Alleluya, alleluya.
Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.
Bacaan Injil: Lukas 19:11-28
Dalam injil hari ini, Yesus menceritakan kisah seorang bangsawan yang pergi ke negeri jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Ia memberikan sepuluh mina kepada sepuluh orang hambanya. Setelah kembali, ia meminta pertanggungjawaban hasil kerja mereka.
Hamba yang pertama berhasil menghasilkan sepuluh mina, sehingga diberi kekuasaan atas sepuluh kota. Hamba kedua berhasil menghasilkan lima mina dan diberi kekuasaan atas lima kota. Hamba ketiga hanya menyimpan uangnya dan tidak menggunakannya. Akibatnya, uang itu diambil dan diberikan kepada orang yang sudah memiliki sepuluh mina.
Yesus menegaskan bahwa siapa yang mempunyai, akan diberi; sedangkan siapa yang tidak mempunyai, akan diambil juga apa yang ada padanya.
Renungan Harian Katolik
Dalam renungan hari ini, kita diajak untuk memahami bahwa kebebasan yang diberikan oleh Tuhan adalah kesempatan untuk berkembang dan memberi manfaat bagi sesama. Kita harus menggunakan kebebasan ini dengan penuh tanggung jawab, menjalankan perintah Tuhan dengan sukacita dan kesadaran.
Namun, sering kali kita menggunakan kebebasan secara tidak bertanggung jawab, mengikuti keinginan daging dan nafsu duniawi. Akibatnya, hidup kita tidak berkembang dan tidak berguna bagi orang lain. Tuhan senantiasa menunggu kita untuk berkembang dan menjadi berkat bagi sesama.
Ya Tuhan, semoga hidup kami semakin menjadi sarana untuk menumbuhkan keluarga dan sesama kami. Amin.


