Informasi Vaksin Pneumonia: Dosis, Manfaat, dan Risiko

Posted on

Apa Itu Pneumonia Pneumokokus?

Pneumonia pneumokokus adalah salah satu penyebab paling umum dari pneumonia yang terjadi di luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Penyebab utamanya adalah bakteri Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae). Bakteri ini menyebar melalui cairan pernapasan seperti air liur dan lendir, serta lewat batuk, bersin, atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Infeksi pneumokokus bisa muncul bersamaan dengan penyakit pernapasan lain, misalnya flu atau COVID-19. Hal ini terjadi karena sistem imun sudah melemah akibat penyakit sebelumnya, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri tambahan. Bahaya pneumonia terletak pada dampaknya terhadap paru-paru. Kantong udara di satu atau kedua paru bisa terisi cairan atau nanah, menyebabkan kesulitan bernapas, bahkan berujung pada gagal napas. Infeksi biasanya bermula di hidung. Sebagian orang mampu mengatasinya, tetapi jika tidak, infeksi bisa masuk lebih dalam hingga menimbulkan gejala di saluran pernapasan bawah, seperti batuk, demam, nyeri dada, menggigil, serta napas cepat atau sesak.

Infeksi pneumokokus tidak hanya menyebabkan pneumonia, tetapi juga bisa memicu penyakit lain seperti infeksi telinga, sinusitis, hingga kondisi yang lebih serius seperti meningitis (radang selaput otak dan sumsum tulang belakang) atau bakteremia (infeksi pada aliran darah). Dua kondisi terakhir adalah yang paling ditakuti karena bisa berakibat fatal, terutama pada anak kecil, lansia, atau orang dengan penyakit tertentu.

Jenis Vaksin Pneumonia

Untuk melindungi diri dari infeksi pneumokokus, ada dua jenis vaksin yang tersedia. Keduanya diberikan melalui suntikan, biasanya di otot lengan atau paha.

Polysaccharide conjugate vaccine (PCV)

Vaksin ini direkomendasikan untuk semua anak kecil, orang dengan risiko tinggi terkena infeksi pneumokokus berat, serta orang dewasa berusia di atas 65 tahun. PCV hadir dalam beberapa varian, tergantung jumlah jenis bakteri pneumokokus yang dilindungi: PCV13, PCV15, dan PCV20. Makin tinggi angka valensi, makin banyak jenis bakteri yang tercakup.

Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV)

Vaksin ini juga diberikan kepada anak-anak dan orang dewasa yang berisiko tinggi, serta mereka yang berusia di atas 65 tahun. PPSV dikenal sebagai vaksin 23-valent, artinya melindungi terhadap 23 jenis bakteri pneumokokus.

Mengapa Vaksinasi Pneumonia Penting?

Penyakit pneumokokus banyak ditemukan pada anak-anak, tetapi risiko paling besar justru dialami oleh orang dewasa lanjut usia. Pada kelompok ini, infeksi bisa berkembang menjadi penyakit serius bahkan berakibat fatal. Vaksin pneumonia hadir sebagai perlindungan. Vaksin ini membantu mencegah berbagai infeksi pneumokokus, termasuk bentuk yang paling berbahaya, yaitu penyakit invasif.

Apa itu penyakit invasif? Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke bagian tubuh yang seharusnya bebas dari kuman, seperti darah. Begitu bakteri menyerang area tersebut, infeksi biasanya sangat serius dan dalam beberapa kasus bisa berujung pada kematian. Dengan vaksinasi, peluang untuk terhindar dari komplikasi berat menjadi jauh lebih besar. Vaksin bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membantu menjaga kesehatan komunitas secara keseluruhan.

Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin Pneumonia?

Vaksin pneumonia direkomendasikan untuk kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi, baik karena usia, sistem imun yang lemah, maupun kondisi kesehatan kronis. Berikut kelompok yang disarankan:

  • Orang berusia 50 tahun ke atas.
  • Anak-anak yang usianya di bawah 5 tahun.
  • Dewasa usia 19–49 tahun dengan sistem imun lemah.
  • Pasien penyakit kronis seperti penyakit jantung, anemia sel sabit, penyakit hati kronis, diabetes, emfisema, asma, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Orang yang menjalani kemoterapi, penerima transplantasi organ, serta penderita HIV/AIDS.
  • Perokok.
  • Peminum alkohol berat.
  • Orang yang baru pulih dari operasi besar atau sakit parah.

Siapa yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin Pneumonia?

Tidak semua orang bisa langsung menerima vaksin pneumonia. Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:

  • Riwayat alergi berat.
  • Sedang sakit.

Sudah Pernah Divaksinasi, Apakah Nantinya Perlu Booster?

Seiring waktu, respons imun tubuh bisa menurun. Itulah sebabnya, orang dewasa dan sebagian anak dengan risiko tinggi yang sudah pernah mendapatkan vaksin pneumonia mungkin memerlukan dosis tambahan (booster). Keputusan ini tidak sama untuk semua orang. Dokter atau tenaga kesehatan akan menilai kebutuhan booster berdasarkan riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, serta rekomendasi medis terbaru.

Manfaat Vaksinasi Pneumokokus

Berikut ini beberapa manfaat dari vaksinasi pneumonia:

  • Pengurangan biaya kesehatan
  • Peningkatan kesehatan umum
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Keuntungan produktivitas
  • Keuntungan komunitas
  • Ada potensi memperlambat resistansi antibiotik
  • Pengurangan risiko dan “ketenangan pikiran”
  • Ada manfaat sosial-ekonomi
  • Manfaat tambahan

Adakah Risiko Vaksin Pneumonia?

Secara umum, vaksin pneumonia aman. Namun, seperti vaksin lain, ada beberapa efek samping yang bisa muncul:

  • Reaksi ringan di area suntikan: kemerahan, nyeri, atau bengkak.
  • Gejala umum: demam, menggigil, hilang nafsu makan, atau sakit kepala. Biasanya hanya berlangsung 1–2 hari.
  • Efek samping yang paling serius adalah reaksi alergi berat. Kondisi ini memang bisa mengancam jiwa, tetapi sangat jarang terjadi, diperkirakan hanya sekitar 1 kasus dari setiap 1 juta dosis yang diberikan.

Apakah Vaksin Pneumokokus Efektif dan Aman?

Suntikan vaksin pneumonia terbukti efektif. Diperkirakan mampu menurunkan risiko penyakit pneumokokus invasif setidaknya hingga 50 persen, dan efektivitasnya bisa lebih tinggi tergantung usia serta kondisi kesehatan penerima. Sebagian besar orang yang menerima vaksin pneumonia tidak mengalami masalah serius. Sama seperti obat, vaksin juga bisa menimbulkan efek samping, tetapi biasanya ringan dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Dari sisi keamanan, vaksin ini dianggap aman. Efek samping yang paling sering muncul biasanya ringan. Efek samping ringan seperti kemerahan, bengkak, nyeri, atau nyeri tekan di area suntikan. Demam atau menggigil. Kehilangan nafsu makan. Rewel (iritabilitas) pada anak kecil. Merasa lelah. Sakit kepala. Nyeri otot atau nyeri sendi.

Efek samping serius berupa reaksi alergi berat memang bisa terjadi, tetapi sangat jarang. Jika muncul tanda-tanda seperti pusing, biduran, detak jantung cepat, sesak napas, pembengkakan di wajah atau tenggorokan, serta rasa lemah, segera cari pertolongan medis darurat.

Vaksin pneumonia membantu mencegah infeksi bakteri S. pneumoniae. Meski tidak bisa mencegah semua kasus, tetapi vaksin ini secara signifikan menurunkan risiko terkena infeksi. Kelompok yang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin pneumonia antara lain orang berusia 50 tahun ke atas, anak-anak usia di bawah 5 tahun, dan orang dewasa usia 19–49 tahun dengan sistem imun lemah. Satu kali vaksinasi dapat memberi perlindungan seumur hidup, dengan efek samping yang umumnya ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *