Kalender Liturgi Katolik Hari Ini
Pada hari Senin, 17 November 2025, kalender liturgi Katolik menyambut pesta wajib Santa Elisabet dari Hungaria. Dengan warna liturgi putih, peringatan ini menekankan pentingnya iman dan keteguhan umat terhadap Allah meski menghadapi tekanan dan penganiayaan. Bacaan-bacaan yang dibacakan pada hari ini mencakup kitab 1Makabe, Mazmur 119, dan Injil Lukas 18.
Bacaan Hari Ini
Bacaan pertama adalah dari kitab 1Makabe, yang menceritakan bagaimana para orang-orang jahat di Israel memilih untuk bersekutu dengan bangsa-bangsa lain dan meninggalkan perjanjian kudus. Mereka membangun gelanggang olahraga dan mempersembahkan korban kepada berhala, sehingga membawa malapetaka bagi mereka sendiri. Kitab-kitab Taurat ditemukan dan dibakar habis, sementara mereka yang tetap setia pada hukum Taurat dihukum mati oleh pengadilan raja.
Mazmur Tanggapan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesetiaan terhadap firman Tuhan. Dalam Mazmur 119, kita melihat betapa gusarnya orang-orang fasik yang meninggalkan Taurat-Mu. Kita juga diajak untuk memohon perlindungan dari pemerasan manusia dan menjauhi kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang jahat.
Injil Lukas 18 memberikan contoh tentang seorang buta yang memohon belas kasihan Yesus. Meskipun orang-orang di sekitarnya menegornya agar diam, ia terus berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Akhirnya, Yesus menyembuhkannya dan berkata: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Sejak saat itu, ia mulai mengikuti Yesus dan memuliakan Allah.
Bacaan Tambahan
Dalam BCO Yeh. 17:3-15,19-24, kita diberi ilustrasi tentang burung rajawali yang besar dan pohon anggur. Perumpamaan ini menggambarkan bagaimana Tuhan mengatur kerajaan-Nya dan bagaimana orang-orang yang tidak setia akan mengalami kehancuran. Tuhan berfirman bahwa orang-orang yang mengingkari perjanjian akan ditangkap dan dihukum.
Teladan Hidup Santa Elisabet
Santa Elisabet dari Hungaria adalah contoh teladan hidup yang penuh cinta kasih dan pelayanan kepada sesama. Ia lahir pada tahun 1207 dari pasangan Raja Andreas II dan Gertrude dari Andechs Meran. Pada usia muda, ia dipertunangkan dengan putera Pangeran Hermann I dari Thuringia, namun rencana pernikahan tersebut batal karena kematian sang pangeran muda. Kemudian, ia dinikahkan dengan Ludwig IV, putera Hermann I yang lebih muda. Mereka dikaruniai tiga anak, namun pernikahan ini berakhir ketika Ludwig meninggal dunia pada tahun 1227.
Selama hidup bersama suaminya, Elisabeth tetap hidup sederhana dan sangat peduli kepada orang-orang miskin. Ia mendermakan uang, makanan, dan pakaian kepada fakir miskin, meskipun hal ini disalahpahami oleh keluarganya. Suatu hari, ia dipergoki suaminya sedang membawa keranjang berisi roti. Ketika ditanya, ia menjawab: “Bunga mawar, Mas!” Suaminya menggeledah keranjang itu dan menemukan bunga mawar segar. Sejak saat itu, Ludwig semakin menyayangi Elisabeth dan memahami tujuan perbuatan baiknya.
Setelah suaminya meninggal, Elisabeth menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan semakin aktif dalam kegiatan amal. Ia mendirikan rumah-rumah sakit dan memberikan makanan kepada orang-orang miskin dan anak-anak yatim-piatu. Sayangnya, kegiatan amalnya memperhebat kebencian keluarga istana, sehingga ia diusir tanpa membawa apa-apa kecuali tiga orang puteranya. Ia kemudian masuk ke dalam ordo dan menjalani hidup sebagai hamba Tuhan yang setia.
Elisabeth wafat di Marburg, Jerman, pada tanggal 17 Nopember 1231, dalam usia 24 tahun. Banyak mujizat terjadi berkat doa dan perantaraannya. Pada tahun 1235, empat tahun setelah kematiannya, ia dinyatakan kudus berkat permohonan dari orang-orang yang mengenal baik dia dan semua kebajikan yang dilakukannya semasa hidupnya.


