Rani Juliani: Misteri Keberadaan yang Menghilang
Nama Rani Juliani kembali menjadi sorotan setelah kabar meninggalnya Antasari Azhar. Sebagai caddy golf yang sempat menghebohkan publik pada 2009, kini keberadaannya menjadi misteri. Setelah kasus selesai, rumahnya di Tangerang dijual dan diratakan, sementara warga menduga ia pindah ke Serang.
Rumah Rani Juliani di Jalan Kampung Kosong No 8, Pinang, Tangerang, telah rata dengan tanah. Menurut laporan Tribunnews.com tahun 2016, bekas pondasi rumah Rani kini digunakan untuk berjualan nasi. Titin, penjual nasi yang menempati lahan itu, mengaku tanah tersebut sudah lama bukan milik keluarga Rani. “Tidak lama dari masalah itu, rumahnya dijual. Baru beberapa tahun lalu diratakan pemilik barunya dan disewakan,” kata Titin.
Sementara Dede, tetangga lama Rani, menyebut keluarga Rani telah menjual rumah kepada seorang pengusaha dan kemungkinan besar pindah ke Serang, Banten. Hingga kini, pihak RT setempat juga tidak mengetahui di mana Rani dan keluarganya berada.
Kesaksian Pengacara Antasari
Boyamin Saiman, pengacara Antasari Azhar, mengaku tak pernah lagi melihat Rani sejak persidangan. Namun ia sempat mendengar kabar dari seseorang yang mengaku bertemu Rani di sebuah mal. “Ada yang bilang sekarang dia sudah pakai kerudung. Pernah ada orang yang cerita ke saya kalau bertemu Rani di mall, tapi saat disapa dia buru-buru pergi,” ungkap Boyamin.
Rani Juliani memang menjadi sosok sentral dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, bos PT Putra Rajawali Bantaran. Kasus itu membuat Antasari divonis 18 tahun penjara pada 2009. Publik kala itu percaya ada hubungan segitiga antara Antasari, Rani, dan Nasrudin.
Antasari Azhar Membantah Cinta Segitiga
Pada suatu kesempatan, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar pernah buka suara soal sejumlah kejanggalan dalam kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain, termasuk soal caddy bernama Rani Juliani.
Kasus yang menjerat Antasari sebagai terpidana dan membuatnya harus menjalani vonis penjara 18 tahun pada 2009 silam, selama ini diketahui publik akibat adanya cinta segitiga antara Antasari-Rani Juliani-Nasrudin. Namun, Antasari membantah.
“Waktu persidangan hakim tanya, ‘Apa betul ada cinta segitiga?’ Saya jawab tidak ada,” kata Antasari Azhar, dalam acara “Mata Najwa” yang ditayangkan Metro TV.
Antasari kemudian mengaku bahwa Rani merupakan orang yang menerornya sewaktu dia menjadi Ketua KPK. Hal itu kemudian diceritakan Antasari kepada Kapolri waktu itu, Bambang Hendarso Danuri (BHD). Namun, ketika itu Antasari bercerita kepada BHD secara informal, saat pertemuan supervisi dan koordinasi antara KPK-Polri-Kejaksaan.
“Saya cerita, ‘Sebagai pejabat negara ini banyak cara orang menjatuhkan kita. Ada yang jebak segala macam’,” tutur Antasari. BHD kemudian menjawab, “Enggak bisa dong. Pejabat negara harus dilindungi”.
Dalam acara “Mata Najwa”, Antasari kemudian mengaku bahwa orang yang menerornya adalah Rani Juliani. “Bukan Nasrudin yang meneror saya. Tapi seorang wanita,” kata Antasari, yang kemudian mengaku bahwa itu adalah Rani.
Antasari Azhar Tutup Usia di 72 Tahun
Kabar duka datang pada Sabtu, 8 November 2025. Antasari Azhar meninggal dunia di usia 72 tahun setelah sempat menjalani perawatan medis. Kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, membenarkan kabar tersebut dan menyebut jenazah disalatkan di Masjid Asy Syarif, BSD, Tangerang Selatan.
“Betul, sudah dikonfirmasi ke teman-teman jaksa,” ujar Boyamin. Setelah disalatkan, jenazah Antasari akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang.
Perjalanan Hidup Antasari Azhar
Sosok Antasari dikenal publik sebagai mantan Ketua KPK yang tegas. Namun, kariernya harus terhenti setelah terjerat kasus pembunuhan pada 2009. Meski divonis bersalah, Antasari tetap bersikukuh tidak melakukan kejahatan tersebut. Ia menerima putusan pengadilan dan menjalani hukuman hingga akhirnya bebas bersyarat pada 10 November 2016. Setahun kemudian, ia dinyatakan bebas murni setelah mendapat grasi dari Presiden.
Misteri Keberadaan Rani Juliani
Kini, lebih dari satu dekade berlalu, keberadaan Rani Juliani masih menjadi misteri. Tak ada yang tahu di mana ia tinggal atau bagaimana kehidupannya saat ini. Beberapa sumber menyebut Rani telah berhijab dan memilih hidup tertutup. Namun tidak ada bukti atau foto terbaru yang mengonfirmasi hal tersebut.
Sosok yang dulu menjadi sorotan nasional itu kini hilang dari publik, seolah menghilang bersama masa lalunya. Kisah Rani Juliani dan Antasari Azhar menjadi salah satu drama hukum paling fenomenal di Indonesia. Meski waktu telah berlalu, banyak pertanyaan yang belum terjawab, terutama tentang nasib Rani yang hingga kini masih misterius.
Tak ada yang tahu mengenai keberadaan Rani, termasuk pihak RT. Boyamin Saiman pengacara Antasari juga tidak pernah melihat Rani setelah memberikan kesaksian di pengadilan. Namun ia sempat menerima informasi dari orang yang pernah bertemu dengan Rani di mall. Rani disebutkan buru-buru pergi saat disapa.
“Ada yang bilang sekarang dia sudah pakai kerudung. Pernah ada orang yang cerita ke saya kalau bertemu Rani di mall, saat disapa dia buru-buru pergi,” kata Boyamin.
Disalatkan di BSD Dimakamkan di San Diego Hills
Boyamin Saiman juga memberikan informasi terkini mengenai prosesi pemakaman almarhum. Jenazah Antasari Azhar rencananya akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Asy Syarif, BSD, Tangerang Selatan. Setelah itu, almarhum akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir yang mewah. Diketahui, Antasari Azhar akan dikebumikan selepas waktu Salat Asar di San Diego Hills, Karawang, Jakarta Barat. Boyamin Saiman sendiri menyatakan akan turut serta menyalatkan jenazah.
Meninggal Karena Sakit
Mengenai penyebab meninggalnya, Boyamin Saiman tidak berkomentar banyak. Namun, ia memastikan bahwa Antasari Azhar sudah lama mengidap penyakit sebelum wafat. “Meninggal karena sakit, sudah lama juga,” tutur Boyamin, tanpa memberikan detail mengenai penyakit yang diderita mantan Ketua KPK tersebut. Kuasa hukum tersebut tak lupa memohon doa dari masyarakat agar almarhum diterima di sisi-Nya. “Mohon doa dan dimaafkan kesalahannya,” pinta Boyamin.


