Penggeledahan Rumah Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri bersama Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Penggeledahan dilakukan pada Jumat (7/11/2025) malam, dan sejumlah barang bukti termasuk serbuk diduga untuk bahan peledak diamankan dari rumah FN (17), siswa SMAN 72 Jakarta.
Barang bukti yang diamankan oleh tim Puslabfor Polri dibawa dalam paper bag coklat saat penggeledahan berlangsung. FN adalah terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta pada pukul 12.15 WIB. Ledakan tersebut mengakibatkan 54 siswa, guru, dan penjaga kantin mengalami luka-luka.
Petugas terlihat keluar-masuk rumah sambil membawa sejumlah bungkusan berwarna coklat. Salah satunya tertulis “paket berisi serbuk”. Ada juga beberapa bungkusan lainnya yang berisi barang bukti dari dalam tempat tinggal FN, yang dibawa tim Puslabfor untuk diperiksa secara mendalam.
Hingga pukul 21.30 WIB, petugas masih melakukan penyisiran di bagian dalam rumah yang juga menjadi tempat usaha kuliner. FN mulai jarang bersosialisasi setelah masuk SMA. Ketua RT setempat menyebutkan bahwa FN tinggal di rumah yang dijadikan tempat usaha kuliner itu. Namun, FN jarang bersosialisasi dengan anak-anak sekitar atau orang rumah.
FN tinggal bersama orang tuanya di rumah tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat beranjak SMP, FN masih sering membawa teman-temannya belajar di rumah itu. Namun, perilaku tertutup FN mulai terlihat ketika yang bersangkutan masuk SMA.
Tante Sebut Orang Tua FN di Luar Negeri
Seorang wanita yang mengaku sebagai tante dari terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta histeris. Ia menangis mencari keponakannya berinisial FN yang disebut-sebut menjadi pelaku dalam kejadian yang membuat puluhan orang terluka. Ia datang ke SMAN 72 Jakarta setelah foto-foto keponakannya beredar di media sosial.
Dari penuturan wanita itu, dirinya sengaja mendatangi SMAN 72 Jakarta setelah melihat beredarnya foto seorang pria yang terkapar dengan adanya beberapa senjata. Di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, wanita itu langsung mencari-cari keponakannya. Namun, FN sudah dibawa ke rumah sakit bersama para korban lainnya.
Menurut dia, orang tua keponakannya sedang berada jauh di luar negeri. “Orang tuanya perginya jauh (di luar negeri)”, ucap wanita itu. Wanita itu tak lama langsung masuk ke dalam sekolah dan mencari keberadaan keponakannya, sebelum akhirnya tak terlihat lagi.
Kapolri: Benda Mirip Senpi Mainan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kasus ini masih dalam pendalaman tim kepolisian. “Informasi sementara (terduga pelaku) masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar)”, kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di teras Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Listyo mengatakan pihaknya saat ini masih terus mendalami identitas, lingkungan, hingga tempat tinggal maupun rumah terduga pelaku. Begitu pun isu yang menyebut orangtua terduga pelaku merupakan anggota kepolisian. Saat ini, belum ada informasi pasti mengenai hal itu.
“Sebagian besar korban sudah pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Namun, dua orang, termasuk terduga pelaku, masih menjalani tindakan operasi.”
Polisi menemukan benda mirip senjata api Laras panjang jenis SS2 Bertuliskan ‘Welcome To Hell’ di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta dan satu senpi mirip pistol. Namun setelah diperiksa ternyata dua benda tersebut hanyalah senjata mainan yang telah dimodifikasi.
54 Korban Luka-luka
Sebanyak 54 orang terluka akibat ledakan di masjid SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sebagian besar korban sudah dipulangkan ke rumah. Sedangkan dua orang termasuk terduga pelaku menjalani operasi di rumah sakit.
“Data awal kurang lebih 54 orang. Ada yang luka ringan, sedang dan mungkin tadi sudah ada yang pulang”, kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Menurut Kapolda, korban menderita luka bakar dan luka serpihan.
Sosok FN Terduga Pelaku
Dari data yang diperoleh wartawan, terduga pelaku berinisial FN. FN adalah siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta. FN diduga pernah menjadi korban bullying atau perundungan. “Awalnya tuh korban dibully gitu di sekolah, dia selalu sendiri kemana-mana, terus pakai jas putih, ya begitulah”, kata seorang siswa SMAN 72 berinisial Z.
Z mendengar kabar bahwa terduga pelaku ingin balas dendam kepada para perundung. Namun, akibat perbuatannya maka banyak siswa SMAN 72 Jakarta menjadi korbannya. “Katanya dia merakit bomnya sendiri. Terus sudah ditimer di tiga daerah di sekolah”, kata Z.
Tiga daerah itu yakni musala, kantin lalu tempat nongkrong siswa. Selama ini, Z mengaku tidak pernah melihat pelaku. Saat ledakan terjadi, Z sedang berada di teras musala ingin melaksanakan ibadah Salat Jumat.


