Peristiwa Tragis di Dusun Legok 1, Desa Indragiri
Sebuah peristiwa tragis terjadi di Dusun Legok 1, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Seorang pemuda bernama Farid (20) membacok empat orang yang masih memiliki hubungan keluarga. Satu korban meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (3/11/2025), sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, suasana siang sedang diguyur hujan deras, namun kejadian tersebut membuat situasi menjadi mencekam. Pelaku sempat berhadapan langsung dengan Babinsa Serda Dadi, hingga akhirnya bisa diamankan oleh aparat setempat.
Laporan Awal dari Camat Panawangan
Camat Panawangan, Kusdinar, menjelaskan bahwa dirinya menerima laporan dari grup tanggap bencana setempat mengenai kejadian tersebut. Menurutnya, kurang lebih pukul 11.30 WIB, ia mendapatkan informasi bahwa ada seorang pria membacok orang dan sudah ada empat korban.
Setelah mendapatkan informasi, pihak kecamatan langsung menuju lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, satu orang sudah meninggal dunia, tiga lainnya mengalami luka-luka. Dua korban perempuan, satu laki-laki dewasa bernama Pak Idan, dan satu anak kecil. Korban Salni mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan leher.
Korban kini telah dirujuk ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara dua korban lainnya, Idan dan Aril, saat ini dirawat di Pustu Indragiri. Jenazah Yayah, korban yang meninggal, kini telah dibawa ke RSUD Ciamis untuk dilakukan otopsi.
Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan aparat terkait, termasuk BPBD, Polsek, Koramil, dan Pemerintah Desa. Mereka langsung melapor ke Bupati melalui BPBD, serta berkoordinasi dengan Kapolsek dan aparat desa.
Peran Babinsa dalam Penangkapan Pelaku
Di tengah hujan deras dan kepanikan warga, seorang anggota TNI bernama Serda Dadi Supriyadi berdiri tegak di tanah berlumpur, berhadapan dengan seorang pria yang membawa golok dan arit. Pelaku ini merupakan pembuat kejadian yang melukai empat orang, satu di antaranya meninggal dunia.
Dadi menceritakan bahwa saat itu banyak orang berada di lapangan bola, tetapi tak ada yang berani mendekat. Pelaku bawa senjata tajam, dan wajahnya seperti orang kesetanan. Ia langsung menuju lokasi tanpa berpikir panjang.
Jarak antara Koramil dan lokasi kejadian cukup jauh, dan medan menuju tempat kejadian perkara berada di area kebun di ujung lapang bola desa. Dadi mencoba berbicara, berusaha menenangkan pelaku yang terus mengoceh tak jelas soal “dia orang Bandung”.
Dengan keberanian penuh, Dadi membekuk Farid, memegang tangan pelaku, menindih tubuhnya, dan menginjak tangannya untuk melumpuhkan pelaku. Setelah berhasil dilumpuhkan, pelaku diikat menggunakan tali seadanya, kemudian Polisi datang beberapa saat kemudian untuk mengamankan pelaku ke Polres Ciamis.
Namun pemandangan di lokasi membuat dada Dadi sesak. Seorang ibu tergeletak bersimbah darah, tak bernyawa. Di dekatnya, seorang anak kecil menangis memanggil ibunya. Dadi mengaku aksi spontan itu bukan soal keberanian semata, tapi tanggung jawab sebagai prajurit yang harus hadir ketika masyarakat butuh perlindungan.
Pelaku Sempat Makan Bersama Keluarga
Menurut Kepala Desa Indragiri, Dahlan, pelaku pembacokan empat orang di Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Ciamis bernama Farid (20) ternyata datang ke Ciamis baru dua hari. Hal tersebut disampaikan oleh Dahlan saat ditemui di Puskesmas Pembantu usai menengok salah satu korban yang masih dirawat di sana.
Dahlan menjelaskan bahwa dirinya mendapat informasi adanya peristiwa pembacokan dari warga sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang anak berusia sekitar empat tahun.
Pelaku diketahui baru pulang dari Bandung pada hari Minggu (2/11/2025). Sebelumnya, pelaku sempat tinggal dan bersekolah di Subang, lalu menetap di Bandung sebelum akhirnya kembali ke Panawangan.
Katanya pagi tadi masih normal, sempat makan bersama keluarga. Tidak ada tanda-tanda aneh. Tapi tiba-tiba siang melakukan pembacokan. Korban meninggal bernama Yayah diketahui merupakan ibu dari anak kecil yang juga menjadi korban luka.
Hingga kini, pihak aparat kepolisian telah mengamankan pelaku dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.


