Akhirnya Terungkap, Bripda Waldi Lakukan Ini Sebelum Bunuh Dosen Erni Yuniati

Posted on

Kasus Pembunuhan Dosen di Jambi: Pelaku adalah Oknum Polisi

Kabar duka datang dari Jambi, seorang dosen bernama Erni Yuniati ditemukan tewas. Jasadnya ditemukan pada Sabtu 1 November 2025 di kawasan Rimbo Tengah, Jambi. Erni Yuniati tewas dibunuh oleh oknum polisi. Sebelum pembunuhan itu terjadi, pelaku ternyata melakukan hal ini dulu.

Profil Pelaku dan Korban

Erni Yuniati adalah dosen yang tinggal sendirian di rumah tersebut. Ia merupakan perempuan dengan gelar panjang dengan nama lengkap Ns. Hj. Erni Yuniati, S.Kep, M.Kep. Semasa hidupnya, ia menjadi Ketua Program Studi S1 Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo, Jambi. Selama tinggal di perumahan tersebut, Erni Yuniati jarang keluar rumah bersosialisasi dengan tetangga.

Bripda Waldi adalah polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda yang merupakan pangkat terendah dalam Bintara. Ia merupakan anggota Polres Tebo. Informasi yang beredar, Bripda Waldi disebut bertugas di bagian Propam. Propam adalah singkatan dari Profesi dan Pengamanan, yaitu sebuah divisi dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas membina dan menegakkan disiplin serta mengawasi etika profesi anggota Polri.

Tindakan Terencana Pelaku

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Waldi datang ke rumah korban pada malam sebelum korban ditemukan tewas. Sebelum menghabisi nyawa si dosen, Bripda Waldi ternyata masuk rumah korban dengan menggunakan wig rambut palsu untuk mengelabui kamera CCTV dan warga sekitar. “Pelaku memakai wig agar terlihat seperti orang lain. Di CCTV terlihat sosok gondrong yang keluar masuk rumah korban,” jelas Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono.

Polisi menilai tindakan Waldi cukup terencana. Ia memahami bagaimana menghindari jejak, bahkan mencoba menutupi motif kejahatannya dengan berpura-pura meninggalkan lokasi secara diam-diam. Jasad Erny pun ditemukan di rumahnya di Kelurahan Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi Sabtu 1 November 2025 siang, setelah dua hari tidak bisa dihubungi oleh rekan kerja.

Motif Pembunuhan

Polres Bungo akhirnya mengungkap motif kasus pembunuhan Erni Yuniarti alais EY (37) dosen yang ditemukan tewas di rumahnya yang berada di Kelurahan Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo sabtu 1 November 2025. Dalam rilis pengungkapan pembunuhan yang disiarkan secara live Facebook Tribun Jambi, Minggu (2/11/2025), Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menguak jika pelaku adalah oknum anggota Polri berinisial W yang kini diketahui sebagai nama Waldi.

Adapun Bripda Waldi bertugas di Polres Tebo mengakui telah membunuh korban. Motif sementara diduga berkaitan dengan masalah pribadi dan hubungan asmara, meski penyidik masih mendalami kemungkinan motif lain. Kapolres menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa perlakuan khusus meskipun pelaku adalah anggota kepolisian.

Barang Bukti yang Dibawa

Dari lokasi kejadian, pelaku Bripda Waldi mengambil sejumlah barang milik korban seperti mobil Honda Jazz, sepeda motor Honda PCX, perhiasan, dan gawai. Polisi menemukan mobil korban di wilayah Kabupaten Tebo, tidak jauh dari tempat tinggal pelaku, lengkap dengan perhiasan di dalamnya. Sementara motor PCX milik EY ditemukan terparkir di RSUD H. Hanafie Muaro Bungo.

Hasil Visum dan Bukti Kekerasan

EY dosen perempuan ditemukan tewas di atas kasur kamarnya di Perumahan Al-Kausar, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Sabtu (1/11/2025) pukul 13.00 WIB diduga menjadi korban pemerkosaan. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya sperma di celana korban. “Diduga ada pemerkosaan, karena ditemukan sperma di celana korban,” kata Natalena, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (2/11/2025).

Pemeriksaan jenazah yang dilakukan oleh dr. Sepriyedi dari RSUD H Hanafie Muara Bungo menemukan bukti kekerasan yang signifikan. Dokter menemukan lebam dan luka di area kepala dan leher, serta tanda-tanda mencurigakan di sekujur tubuh korban. Bukti-bukti kekerasan yang ditemukan antara lain:

  • Terdapat lebam di seluruh wajah dan benjolan besar di kepala bagian belakang dengan dimensi lebar sekitar 13 cm dan panjang 10 cm.
  • Ditemukan lebam pada bagian leher dan memar di kedua bahu (kanan dan kiri), yang diduga akibat benda tumpul atau tajam.
  • Tim medis juga menemukan adanya cairan pada bagian organ intim korban, yang mengindikasikan adanya dugaan kekerasan seksual.

Langkah Hukum yang Diambil Keluarga

Penemuan jenazah yang mengindikasikan pembunuhan ini sontak membuat warga panik dan segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Tak lama berselang, Polsek Kota Muara Bungo bersama Tim Inafis Polres Bungo segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Korban ditemukan di atas tempat tidur, tertutup sarung, dan masih mengenakan sebagian pakaian.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham Tri Kurnia, membenarkan laporan tersebut: “Kami dari Polres Bungo mendapatkan laporan adanya penemuan mayat di perumahan BTN Al Kausar, seorang wanita. Untuk sekarang sudah dibawa ke ruang jenazah rumah sakit Hanafie,” jelas AKP Ilham.

Saat ini, polisi belum menetapkan penyebab pasti kematian, namun bukti visum menjadi petunjuk kuat. Proses penyelidikan masih intensif dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti tambahan. Sementara itu, pihak keluarga korban dikabarkan tengah berkoordinasi dengan penyidik terkait kelanjutan proses hukum.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan warga yang berharap pelaku kejahatan segera ditangkap dan diadili. EY diketahui menjabat sebagai Ketua prodi salah satu sekolah di Jambi. Semasa hidupnya, korban dikenal sebagai dosen yang ramah dan berdedikasi tinggi terhadap mahasiswanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *