Akhirnya Terungkap, Rumah Tangga Melda Safitri Sebelum Diceraikan JS Saat Jadi PPPK

Posted on

Latar Belakang Perkawinan Melda Safitri dan JS

Melda Safitri dan suaminya, JS, seorang pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK) di Satpol PP Aceh Singkil, telah menjalani kehidupan rumah tangga selama beberapa tahun. Mereka menikah pada tahun 2020 dan memiliki dua anak perempuan yang masih kecil. Sebelum menetap di Kampung Siti Ambia, mereka tinggal di Kota Fajar, kampung halaman Melda.

Selama masa pernikahan mereka, Melda dikenal sebagai sosok yang pekerja keras. Ia memiliki usaha kecil di rumah, menjual sayur dan gorengan untuk membantu kebutuhan keluarga. Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, ia berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan suami dan anak-anaknya.

JS, yang saat itu belum memiliki pekerjaan tetap, juga didukung oleh Melda dalam menghadapi tantangan kehidupan. Namun, hubungan mereka tidak selalu mulus. Awalnya, masalah rumah tangga terjadi karena kurangnya komunikasi antara keduanya. Persoalan ini semakin memuncak ketika JS pulang kerja dan marah karena tidak menemukan lauk di meja makan.

Peristiwa Perceraian yang Viral

Pada tanggal 14 Agustus 2025, pertengkaran kecil antara Melda dan JS memicu konflik yang lebih besar. JS marah karena tidak ada lauk di rumah, sementara Melda merasa tidak bisa memasak tanpa bahan makanan. Akibatnya, perselisihan ini memicu emosi yang memuncak hingga terjadi ribut besar.

Setelah saling menyakiti dengan kata-kata kasar, JS memilih pergi bersama rekan-rekannya hingga larut malam. Keesokan harinya, konflik terus berlanjut hingga akhirnya Melda membalas ucapan suaminya dengan nada kesal. Setelah itu, ia pergi mencuci piring sementara JS membungkus bajunya dan pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor.

Kembali ke rumah, JS langsung mengucapkan talak cerai di hadapan Melda. Dengan tiga kali ucapan talak, ia meninggalkan rumah dan pergi bersama baju-bajunya. Tiga hari setelah peristiwa tersebut, tepatnya pada 18 Agustus 2025, JS dilantik menjadi PPPK.

Menurut pengakuan Melda, perceraian ini bukan hanya disebabkan oleh pertengkaran rumah tangga, melainkan juga karena keinginan JS untuk mendapatkan jabatan sebagai PPPK. Ia merasa bahwa setelah suaminya lulus PPPK, ia justru meninggalkan keluarganya.

Penjelasan dari Kades Kampung Siti Ambia

Aswalun, Kepala Desa Kampung Siti Ambia, memberikan penjelasan mengenai kehidupan rumah tangga Melda dan JS. Menurutnya, pasangan ini sebenarnya hidup baik-baik saja. Ia menegaskan bahwa JS adalah sosok yang baik dan tidak pernah melakukan kekerasan terhadap istri atau anak-anaknya.

Pihak desa telah melakukan mediasi beberapa kali untuk menyelamatkan rumah tangga Melda dan JS. Mediasi ini melibatkan kedua orang tua dari masing-masing pihak. Meski begitu, akhirnya pasangan ini memutuskan untuk berpisah.

Aswalun menjelaskan bahwa surat pernyataan dibuat dan ditandatangani oleh keluarga kedua belah pihak. Proses ini kemudian dilanjutkan ke Mahkamah Syar’iyah (Pengadilan Agama) di Aceh Singkil. Surat resmi ditandatangani setelah dua minggu proses administrasi.

Penjelasan dari JS kepada BKPSDM

JS, anggota Satpol PP Aceh Singkil, memberikan klarifikasi kepada Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Dia membantah jika disebut menceraikan istri usai lulus P3K. Menurutnya, masalah rumah tangga sudah terjadi sejak lama.

Dalam penjelasannya, JS menyatakan bahwa perceraian terjadi pada 14 September 2025, dihadiri kepala desa dan keluarga kedua pasangan. Ia menegaskan bahwa perceraian tersebut tidak terjadi mendadak menjelang pelantikan PPPK seperti yang ramai diberitakan.

Namun, proses perceraian ini tidak sesuai dengan regulasi aparatur sipil negara (ASN). Menurut Azman, Kepala BKPSDM Aceh Singkil, perceraian ASN harus mengikuti mekanisme tertentu, termasuk izin atasan dan proses mediasi sebelum persidangan di pengadilan.

Pengakuan Melda Safitri

Melda Safitri mengungkapkan bahwa awal mula perceraian terjadi karena pertengkaran kecil. Ia merasa tidak dihargai oleh suaminya, terutama karena jarang memberikan nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Selama menikah, ia berusaha semaksimal mungkin untuk membantu suami dan anak-anaknya.

Setelah suaminya dilantik menjadi PPPK, ia merasa kecewa karena justru ditinggalkan. Melda mengaku telah mendampingi suaminya dari nol hingga akhirnya bisa menjadi PPPK. Namun, harapan itu justru pupus.

Di tengah keterbatasan ekonomi, cinta dan kesetiaan yang ia miliki tidak cukup untuk mempertahankan rumah tangganya. Setelah viral, Melda meminta maaf karena tidak bisa merespons satu per satu komentar netizen. Ia juga memohon doa agar anaknya segera sembuh.

Kesimpulan

Perkawinan Melda Safitri dan JS menjadi sorotan publik karena kisah perceraian yang viral. Meski awalnya terdengar seperti cerita tentang penceraian karena jabatan, fakta yang terungkap menunjukkan bahwa masalah rumah tangga terjadi karena faktor ekonomi dan komunikasi yang tidak efektif. Pihak desa telah berupaya untuk menyelamatkan rumah tangga ini, namun akhirnya perceraian tetap terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *