Safitri Akui Ditolak Suami Usai Lulus PPPK, Tetangga Kaget Dengar Cerita Pilu Ini

Posted on

Pengakuan Tetangga yang Mengungkap Nasib Pilu Melda Safitri

Melda Safitri, seorang ibu rumah tangga dari Aceh Singkil, mengalami nasib yang sangat menyedihkan. Diceraikan oleh suaminya, Jakfar Sidik, tepat menjelang pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kejadian ini menarik perhatian publik. Kehidupannya yang penuh liku-liku dan keterbatasan ekonomi membuatnya harus berjuang keras untuk bertahan hidup.

Pengakuan Ibu Vina, Tetangga yang Menemani Melda

Ibu Vina, tetangga dekat Melda, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalamannya bersama Melda. Ia mengungkap bahwa Melda diceraikan oleh suaminya pada hari Jumat 15 Agustus 2025. Sehari setelahnya, ia dan Melda mulai berjualan di lapangan. Selama seminggu, mereka terus berjualan hingga akhirnya Melda melunasi utang-utangnya secara perlahan.

Pada suatu hari, setelah melunasi utang, Melda datang meminta makan ke rumah Ibu Vina. “Habis bayar utang, dia ketok-ketok rumahku minta makan, ya aku kasih dia makan,” ujar Ibu Vina sambil menangis. Ia merasa tidak bisa meninggalkan Melda dalam kondisi seperti itu.

Kejadian yang Memicu Perceraian

Awal perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah. Saat suami Melda pulang, ia marah karena tidak ada lauk di meja makan. Padahal, Melda sudah membelikan atribut korpri untuk pelantikan suaminya dari hasil jualannya. Namun, hal tersebut justru menjadi pemicu perselisihan besar.

“Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi sedangkan apa pun tidak ada di rumah,” ujar Melda dengan suara bergetar. Suami Melda terus marah dan mengeluarkan kata-kata kasar, yang membuatnya merasa dihina.

Hubungan yang Retak

Setelah malam itu, suami Melda pergi bersama rekannya hingga larut malam. Esok harinya, suasana tidak berubah. Melda membalas ucapan suaminya yang menyakitkan hati, sehingga terjadi ribut besar. Saat mencuci piring, suami Melda ternyata sudah membungkus bajunya dan pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor.

Kembali ke rumah, suami Melda langsung mengucapkan kata cerai. “Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya,” kenang Melda.

Pelantikan yang Tidak Disertai Kebahagiaan

Tiga hari setelah peristiwa itu, tepat pada 18 Agustus, suami Melda dilantik menjadi PPPK. Ia menegaskan bahwa perceraian bukan hanya karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena suaminya ingin jabatan. “Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama,” ujarnya dengan nada kecewa.

Melda juga mengungkap bahwa ia telah membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil jualan cabai dan sayuran di pasar. “Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan.”

Kehidupan yang Berat

Kini, Melda tinggal di rumah orang tuanya di Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, bersama dua anaknya. Hingga Oktober ini, ia bertahan dari hasil jualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumahnya. Dari hasil tersebut, ia mampu menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.

Ibu Vina, yang selalu mendampingi Melda, berdoa agar Melda dimurahkan rezeki dan sehat. “Semoga murah rezekinya, sehat-sehat, aku gak minta apa-apa cukup dia senang alhamdulillah,” doa Ibu Vina.

Kesimpulan

Kisah Melda Safitri menjadi contoh nyata betapa pentingnya dukungan keluarga dan komunitas dalam menghadapi tantangan hidup. Meskipun menghadapi banyak kesulitan, ia tetap berjuang untuk bertahan dan memberi yang terbaik bagi anak-anaknya. Kehidupannya yang penuh liku-liku menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *