Kisah Menyedihkan Luis Manuel Blanco di Timnas Indonesia: Latihan dengan 3 Pemain, Di-prank, Turun 6 Kg

Posted on

Perjalanan Luis Manuel Blanco di Timnas Indonesia: Dari Optimisme Hingga Kekacauan

Luis Manuel Blanco, pelatih asal Argentina, datang ke Indonesia dengan penuh harapan. Ia diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia menuju prestasi yang lebih baik di level Asia Tenggara. Namun, kisahnya justru menjadi contoh bagaimana situasi sepak bola nasional yang tidak stabil bisa mengubah nasib seorang pelatih dalam waktu singkat.

Pada 7 Februari 2013, Blanco diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas senior dan skuad SEA Games (U-23) Indonesia. Pengumuman ini dilakukan oleh Ketua Umum PSSI saat itu, Djohar Arifin Husin. Blanco akan didampingi dua asisten dari Argentina, yaitu Jorge di Gregorio dan Marcos Conenna. Meski begitu, momen perkenalan tersebut langsung menimbulkan pertanyaan besar.

Saat itu, Timnas masih ditangani oleh Nil Maizar yang sedang berjuang di ajang Pra-Piala Asia 2015. Masalah muncul karena penunjukan Blanco dilakukan tanpa koordinasi dengan Nil Maizar. Bahkan, Nil baru mengetahui posisinya digantikan melalui media.

Kritik dari Menpora dan Exco PSSI

Belum 24 jam setelah pengumuman, Roy Suryo, Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, memberikan kritik tajam terhadap keputusan PSSI. Ia menilai federasi harus lebih hati-hati dalam mengambil keputusan karena sedang disorot publik akibat konflik internal.

Roy juga menyoroti bahwa Blanco ditunjuk tanpa koordinasi dengan Nil Maizar. Ia menegaskan bahwa seharusnya ada mekanisme yang jelas sebelum menentukan keputusan. Selain itu, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy, mempertanyakan sistem kontrak Blanco. Ia menyoroti kejelasan soal siapa pihak ketiga yang akan menanggung pembayaran gaji pelatih asal Argentina itu.

Latihan Perdana yang Tidak Sesuai Harapan

Setelah rapat Exco PSSI pada 27 Februari 2013, keberadaan Badan Tim Nasional (BTN) diketahui akan dipimpin oleh Isran Noor. BTN kemudian memanggil sejumlah pemain untuk persiapan menghadapi Arab Saudi pada laga Pra-Piala Asia 2015.

Latihan perdana Timnas Indonesia di bawah asuhan Blanco digelar di Lapangan C Senayan, Jakarta, pada 4 Maret 2013. Namun, dari 58 pemain yang dipanggil, hanya tiga yang hadir. Blanco tetap melanjutkan sesi latihan dengan fokus pada fisik.

Masalah Kesehatan dan Pemain yang Mengundurkan Diri

Masalah lain muncul ketika Blanco memimpin latihan tanpa didampingi tim medis. Salah satu pemain, Diego Michiels, mengalami nyeri panggul, namun tidak ada dokter atau fisioterapis di tempat. Pemain akhirnya dirawat seadanya dengan minyak gosok.

Beberapa hari kemudian, 14 pemain yang dipanggil memutuskan meninggalkan latihan karena alasan kelelahan. Blanco bereaksi keras dan mencoret mereka dari pelatnas.

Kehadiran Blanco yang Tidak Jelas

Kisah aneh terjadi ketika Blanco tidak muncul dalam sesi latihan Timnas. Ia datang ke Lapangan Halim sesuai jadwal semula, padahal tempat latihan ternyata dipindah ke Lapangan C Senayan. Blanco mengaku tidak diberi tahu soal perubahan tersebut.

Akhir Perjalanan Blanco

Blanco yang baru saja ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia tiba-tiba diganti jelang laga melawan Arab Saudi pada Pra-Piala Asia 2015. Usai pertandingan itu, ia sempat kembali memimpin timnas. Namun, posisinya berubah setelah rotasi kepemimpinan di BTN.

Sejak Februari 2013, Blanco dikontrak dua tahun oleh Ketua BTN Isran Noor. Namun, setelah rapat Exco PSSI pada 9 April 2013, posisi Isran digantikan oleh La Nyalla Mattalitti. Tak lama, La Nyalla menunjuk Jacksen F. Tiago untuk menggantikan Blanco.

Keputusan itu diambil untuk menengahi perbedaan pendapat antara Djohar Arifin yang ingin mempertahankan Blanco dan Exco PSSI yang menginginkan Alfred Riedl. Blanco merasa dirugikan dan menunjuk pengacara Elza Syarief untuk memperjuangkan haknya.

“Masak dia sehari jadi pelatih, sehari kemudian sudah enggak. Makanya dia merasa tertekan, berat badannya sampai turun 6 kilogram,” ujar Elza. Dalam konferensi pers, Blanco mengaku berat badannya turun dari 87 menjadi 81 kilogram. “Saya kaget ada masalah ini karena belum pernah mengalami hal serupa saat melatih di negara lain,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *