Profil Brigjen Pol Dr. Ahrie Sonta Nasution
Brigjen Pol Dr. Ahrie Sonta Nasution, S.I.K., M.Si. lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 2 April 1981. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2002. Selain memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di Korps Bhayangkara, ia juga dikenal sebagai polisi pertama yang meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kepolisian. Gelar tersebut diraihnya pada tahun 2018 setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
Ahrie Sonta memiliki istri bernama Thia Sonta dan dikaruniai tiga anak. Dalam sidang doktoral yang digelar di Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta Selatan pada 7 Juni 2018, ia diuji oleh 11 penguji dari berbagai perguruan tinggi. Tema disertasinya adalah tentang reformasi budaya Polri dengan pendekatan filsafat budaya etika, khususnya model penguatan budaya etika di tingkat resor menggunakan konsep Habitus Pierre Bourdieu.
Riwayat Pendidikan dan Karier
Ahrie Sonta merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2008. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Dikjur Pamen SDM Polri pada tahun 2015 dan Sespimen Polri tiga tahun kemudian. Selain itu, ia juga pernah menempuh pendidikan di beberapa institusi internasional seperti Politie Academy Apeldoorn di Belanda (2007), Strategic Crime Science Analysis (2007), Crime Scene Analysis by Visual Comparison Munster di Jerman (2007), Joint Special Operation University di Amerika Serikat (2015-2016), dan Nanyang Technological University (NTU) di Singapura (2017).
Selama mengabdi di Korps Bhayangkara, Ahrie Sonta telah menjalani berbagai jabatan strategis. Pada masa lalu, ia pernah menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok saat menyandang gelar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Setelah itu, ia dipercaya sebagai Sekretaris Pribadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia di Staf Pribadi Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sekpri Kapolri Spripim Polri).
Penghargaan dan Prestasi
Ahrie Sonta mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes) pada 2021. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Kepala Tim Monitoring Bagmon Robinopsnal Bareskrim Polri dan Kasat Lantas Polres Sidoarjo. Ia juga terlibat dalam operasi penting di lingkup Polri, termasuk dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi di Papua dan penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia terkait kasus korupsi pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali.
Pada masa menjabat sebagai Kepala Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ahrie berhasil mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar. Salah satu kasus yang berhasil diungkap adalah peredaran narkotika seberat 100 kilogram pada tahun 2018. Selain itu, ia juga membongkar operasi sindikat narkoba asal Taiwan dengan menyita barang bukti narkotika seberat 1,6 ton.
Peran dalam Penanganan Kasus-Kasus Penting
Ahrie Sonta juga sempat terlibat dalam penangkapan buronan kelas kakap kasus korupsi, Djoko Candra pada tahun 2020. Selain itu, ia juga ikut menangani kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat selebgram Millen Cyrus pada November 2020. Di samping itu, ia juga aktif dalam menangani pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di terminal JICT 2, Tanjung Priok pada Januari 2021.
Jabatan Terbaru
Pada Oktober 2024, Ahrie Sonta terpilih sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, ia menduduki posisi sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tk II Divpropam Polri. Dengan usia 44 tahun, ia berhasil menyandang gelar sebagai Brigjen Pol, menjadikannya Jenderal termuda Polri dari angkatan Akpol 2002.
Aktivitas di Media Sosial
Nama Ahrie Sonta semakin dikenal karena aktif di media sosial khususnya X lewat akun miliknya, @ahriesonta. Ia sering membantu menuntaskan masalah yang dialami netizen seperti kasus-kasus viral di X. Ketika ada suatu kasus viral, akun X milik Ahrie Sonta biasanya ditautkan. Bahkan, ia kerap membalas aduan dari netizen tersebut.
Biodata Lengkap
Nama lengkap: Brigjen Pol Dr. Ahrie Sonta Nasution, S.I.K., M.Si
Lahir: Bandung, Jawa Barat, 2 April 1981
Jabatan saat ini: Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tk II Divpropam Polri (2025)
Almamater: Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2002
Pendidikan
- Akpol (2002)
- Politie Academy Apeldoorn di Belanda (2007)
- Strategic Crime Science Analysis (2007)
- Crime Scene Analysis by Visual Comparison Munster di Jerman (2007)
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (2008)
- Dikjur Pamen SDM Polri (2015)
- Joint Special Operation University di Amerika Serikat (2015-2016)
- Nanyang Technological University (NTU) di Singapura (2017)
- Sespimen Polri (2018)
Riwayat Jabatan
- Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tk II Divpropam Polri (2025)
- Sekpri Kapolri Spripim Polri (2021)
- Kapolres Tanjung Priok
- Katimmonitoring Monitor Bagmin Robinopsnal Bareskrim Polri (2019)
- Pamen Ditresnarkoba Polda Metro Jaya (2019)
- Penyidik Madya Ditresnarkoba Polda Metro Jaya (2019)
- Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya (2018)
Jenjang Pangkat
- Brigjen Pol (2025)
- Kombes Pol (2021)
- AKBP (2020)
- Kompol (2014)
- Iptu (2006)
- Ipda (2002)


