Putra Masuk KAIST, Ini Rahasia Parenting Ibunda Luthfi Bima CoC

Posted on

Kehidupan dan Kecerdasan Luthfi Bima yang Menarik Perhatian

Nama Luthfi Bima belakangan ini menjadi sorotan publik setelah ia ikut serta dalam kompetisi Clash of Champions (CoC) season 2. Program ini menampilkan para mahasiswa berprestasi dari berbagai universitas ternama, termasuk Luthfi yang terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus terkemuka Korea Selatan, yakni Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST). Ia mengambil jurusan Matematika dan Teknik Elektro, yang menunjukkan bakat akademisnya yang luar biasa.

Kecerdasan Luthfi tidak hanya berasal dari bakat alaminya, tetapi juga didukung oleh pola asuh orang tuanya. Sang ibu, Marini, baru-baru ini berbagi tentang tips parenting-nya melalui sebuah podcast yang dihadiri oleh Nikita Willy. Dalam sesi tersebut, ia menceritakan masa kecil Luthfi yang sangat aktif dan dekat dengan saudara-saudaranya.

Rahasia Parenting Ibu Luthfi Bima

Marini menjelaskan bahwa Luthfi waktu kecil sangat aktif, sehingga membuat sang ibu sedikit kewalahan. Namun, hal itu justru menjadi bagian dari proses pembentukan kepribadiannya. Berikut beberapa tips parenting yang diterapkan oleh Marini:

  1. Menanamkan nilai agama dan ketenangan pada anak

    Sejak kecil, Luthfi sudah dikenalkan pada pendidikan agama baik di sekolah maupun rumah. Hal ini membantu tumbuhnya nilai religius yang kuat pada dirinya. Ia bahkan diajarkan untuk salat duha dan puasa Senin dan Kamis. Selain itu, Marini sering menasihati Luthfi agar tetap tenang dan mencari ketenangan di masjid saat merasa panik.

  2. Memberikan ruang anak untuk berkembang

    Marini mengatakan bahwa disiplin diterapkan pada anak usia SD, namun ketika memasuki jenjang SMP, pola asuh berubah menjadi lebih longgar. Ia mempercayai bakat dan hobi anak, serta memberikan dukungan penuh untuk pengembangan diri mereka.

  3. Membiasakan baca buku

    Marini percaya bahwa membaca buku adalah kunci utama dalam pendidikan anak. Oleh karena itu, sejak kecil Luthfi selalu diarahkan untuk dekat dengan buku dan mencintai dunia literasi. Psikolog anak juga pernah menyarankan untuk memperkuat kemampuan intelektual Luthfi melalui bacaan.

  4. Menumbuhkan semangat belajar

    Untuk mendukung proses belajar, Marini membatasi penggunaan gadget dan televisi. Anak-anak hanya boleh menggunakan gadget setelah lulus kelas enam. Pada masa SD, mereka diwajibkan membaca buku setelah salat Magrib.

  5. Selalu memberikan dukungan pada anak

    Marini selalu hadir saat Luthfi menghadapi kegagalan. Ketika Luthfi gagal dalam OSN dan menangis di Jogja, ia membiarkan anaknya menenangkan diri sendiri. Setelah itu, ia membawa Luthfi jalan-jalan untuk menghibur dan memberikan motivasi agar tetap semangat.

Tips Parenting yang Bisa Diadopsi

Tips parenting yang diterapkan oleh Marini bisa menjadi contoh bagi orang tua lain. Dengan menggabungkan disiplin, dukungan emosional, dan pengembangan minat anak, Luthfi berhasil menjadi sosok yang cerdas dan tangguh. Semoga rahasia parenting ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang tua di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *