Sekolah Kedinasan yang Lebih Fleksibel dan Cocok untuk Siswa dengan Kondisi Fisik Berbeda
Sekolah kedinasan sering kali dianggap sebagai jalur pendidikan yang sangat ketat, terutama dalam hal persyaratan fisik. Namun, tidak semua sekolah kedinasan memiliki aturan yang sama. Ada beberapa kampus kedinasan yang lebih menekankan kemampuan akademik dan teknis, sehingga bisa diakses oleh siswa yang berkacamata, bertubuh tidak terlalu tinggi, atau bahkan menggunakan behel.
Berikut adalah informasi mengenai beberapa sekolah kedinasan yang memiliki syarat fisik yang lebih longgar, sehingga cocok bagi siswa yang ingin membangun karier di pemerintahan tanpa harus memenuhi standar fisik yang terlalu ketat.
Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan Minimum
Beberapa sekolah kedinasan tidak mewajibkan calon mahasiswa memiliki tinggi badan tertentu. Contohnya:
-
PKN STAN
PKN STAN, yang berada di bawah Kementerian Keuangan, tidak menyebutkan batas minimum tinggi badan dalam persyaratannya. Namun, ada syarat lain seperti sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, serta tidak bertato atau bertindik (dengan pengecualian adat atau agama). -
Politeknik Statistika STIS
Sekolah kedinasan ini juga tidak mensyaratkan tinggi badan minimum. Persyaratan kesehatannya mencakup sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, serta bebas narkoba. Untuk kondisi mata, masih ada toleransi bagi yang memiliki minus atau plus di bawah 6 dioptri.
Sekolah Kedinasan yang Menerima Siswa Berkacamata
Banyak siswa yang khawatir karena memiliki kacamata atau mata minus. Namun, beberapa sekolah kedinasan memberi toleransi untuk kondisi tersebut:
-
PKN STAN
Sekolah ini tidak mensyaratkan batas penggunaan kacamata bagi pendaftar, baik itu untuk minus, plus, silinder, maupun buta warna. -
STIS BPS
Sekolah kedinasan Badan Pusat Statistik (BPS) ini membolehkan pendaftar memiliki mata minus atau plus dengan ukuran maksimal 6 dioptri. -
STIN BIN
Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) memperbolehkan pendaftar dengan mata minus atau plus, dengan batas maksimal 1 dioptri. -
STMKG BMKG
Sekolah ini menerima pendaftar dengan mata minus hingga 4 dioptri dan silinder hingga 2 dioptri. Namun, pendaftar yang lolos seleksi wajib melakukan operasi lasik dengan biaya sendiri. -
Poltek SSN BSSN
Sekolah kedinasan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperbolehkan pendaftar bermata minus atau plus dengan ukuran maksimal 1 dioptri. Namun, peminat dengan kacamata silindris atau buta warna tidak dapat mendaftar.
Sekolah Kedinasan yang Menerima Pengguna Behel
Beberapa sekolah kedinasan melarang penggunaan behel atau kawat gigi, tetapi tidak semua menyebutkan secara jelas kriteria gigi yang diperlukan. Misalnya:
-
PKN STAN
Meskipun mahasiswa boleh menggunakan behel, mereka harus memastikan bahwa penggunaan behel tidak mengganggu fungsi mulut selama proses belajar. -
Sekolah Kedinasan Lainnya
Untuk sekolah kedinasan lainnya, disarankan untuk menanyakan langsung ke hotline atau media sosial resmi masing-masing kampus.
Sekolah Kedinasan dengan Kuota Besar
Jika kamu ingin meningkatkan peluang masuk, pilihlah sekolah kedinasan dengan kuota besar. Berikut adalah daftar sekolah kedinasan dengan jumlah formasi terbanyak pada tahun 2025:
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN Kemendagri): 1.061 formasi
- Sipencatar Kementerian Perhubungan (Kemenhub): 791 formasi
- Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN): 500 formasi
- Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS BPS): 400 formasi
- Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG BMKG): 350 formasi
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN BSSN): 50 formasi
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN BIN): 100 formasi
Daftar Sekolah Kedinasan di Indonesia
Berikut adalah daftar lengkap sekolah kedinasan di Indonesia:
- Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG BMKG)
- Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS BPS)
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN BIN)
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN Kemendagri)
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN BSSN)
- Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN)
- Sipencatar Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
- Poltekpin Kemenkumham
Kesimpulan
Meskipun beberapa sekolah kedinasan memiliki persyaratan fisik yang ketat, banyak kampus yang lebih fleksibel dan memberi kesempatan bagi siswa dengan kondisi fisik berbeda. Dengan memilih sekolah yang tepat, peluang untuk menjadi CPNS setelah lulus tetap terbuka luas. Jadi, jika kamu memiliki minat untuk kuliah gratis dan karier stabil di pemerintahan, pertimbangkan jalur sekolah kedinasan ini.
