7 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang Dikelola Helmy Yahya, Multitalenta Pemimpin

Posted on

Penunjukan Helmy Yahya sebagai Kepala Pelaksana BP Rebana

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjuk Helmy Yahya sebagai Kepala Pelaksana Badan Pengelola (BP) Rebana yang baru, menggantikan Bernardus Djonoputro. Penunjukan ini diharapkan membawa energi baru dalam percepatan pembangunan Kawasan Rebana, koridor strategis yang digadang sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat.

Helmy Yahya dikenal publik sebagai tokoh multitalenta dengan pengalaman panjang di bidang media, bisnis, dan komunikasi. Jejaring luas yang dimilikinya, baik di tingkat nasional maupun internasional, diyakini dapat memperkuat promosi investasi dan menarik minat investor global untuk masuk ke kawasan Rebana.

“Pembangunan Rebana sudah berada di jalur yang tepat. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana melangkah lebih serius dan lebih cepat. Kita perlu memperkuat networking dan menghadirkan tata kelola yang lebih business-like agar Rebana lebih dinamis, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Helmy Yahya, Kepala Pelaksana BP Rebana yang baru.

Rebana sendiri mencakup tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat, yaitu Subang, Sumedang, Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan, dan Kota Cirebon. Kawasan ini diperkuat dengan infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan Pelabuhan Patimban, menjadikannya pusat pertumbuhan baru berbasis industri, logistik, dan pariwisata.

Helmy juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bernardus Djonoputro, Kepala Pelaksana BP Rebana pertama, yang dianggap berhasil meletakkan fondasi awal pembangunan kawasan.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Bernie. Capaian Rebana hari ini menjadi modal penting. Kami tetap membutuhkan arahan dan pengalaman beliau dalam perjalanan Rebana ke depan,” tambah Helmy.

Meski tidak lagi menjabat, Bernardus tetap melanjutkan kiprahnya melalui peran strategis sebagai Komisaris PT BIJB Aerocity Development, sekaligus memastikan kesinambungan pembangunan Rebana.

“Rebana sudah pasti akan menjadi tujuan investasi baru setelah era Bekasi hingga Karawang. Yang harus kita lakukan adalah membangun kapasitas para pemangku kepentingan, baik pemerintah lokal maupun masyarakat,” ujar Bernardus Djonoputro.

Dengan kepemimpinan baru ini, BP Rebana menegaskan komitmennya untuk menjadikan Rebana sebagai koridor ekonomi masa depan Jawa Barat yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta memperkuat daya saing di tingkat global.

Sosok Helmy Yahya

Helmy Yahya, yang sebelumnya telah didaulat menjadi komisaris dan direksi Bank BJB, kini juga dipercaya menjadi Kepala Badan Pengelola Rebana menggantikan Bernardus Djonoputro. Berikut beberapa informasi tentang sosok Helmy Yahya:

Profil Helmy Yahya

  • Lahir pada 6 Maret 1962, dari keluarga pedagang kaki lima di Palembang.
  • Anak terakhir dari 9 bersaudara, adik kandung dari Tantowi Yahya.
  • Telah 4 kali ikut dalam Pilkada, namun belum berhasil meraih posisi jabatan politik.
  • Meskipun gagal dalam dunia politik, ia sukses dalam bidang kreatif, pertelevisian, dan bisnis.
  • Dikenal sebagai Raja Kuis Indonesia dan Raja Reality Show karena banyak membuat acara kuis dan reality show legendaris.
  • Meraih 26 Panasonic Award sebagai presenter, creator, dan produser.
  • Memiliki 30 rekor Muri Indonesia dan 1 rekor dunia kategori Kuis Terlama melalui program 24 Hour Quiz.
  • Sebagai Event Organizer, ia telah memimpin penyelenggaraan event-event besar nasional seperti PON Palembang 2004, Seagames Jakarta Palembang 2011, dan PON Riau 2012.
  • Saat ini aktif sebagai Creator Digital di YouTube dan TikTok, serta Business Coach.

Kedekatan Dedi Mulyadi dan Helmy Yahya

Dedi dan Helmy adalah sosok yang tak saling kenal secara pribadi. Keduanya tidak pernah bertemu hingga ngobrol bareng. Terkait dipilihnya Helmy Yahya menjadi komisaris dan direksi Bank BJB, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proses penunjukan dilakukan berdasarkan prinsip profesionalisme tanpa campur tangan politik atau pendekatan personal.

“Saya tidak pernah bertemu bareng, ngobrol, bahas bisnis, segala macam. Saya hanya via telepon,” kata Dedi Mulyadi di Menara BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu (16/4/2025).

“Beliau (Mardigu) lagi di Eropa, beliau (Helmy) juga lagi di Eropa. Saya minta, ‘Mau enggak menjadi komisaris di Bank Jabar?’” ujar Dedi seusai RUPS.

Dedi mengaku tidak mengenal pribadi para calon komisaris sebelumnya. Namun, setelah membaca profil dan pengalaman organisasi mereka, ia langsung menghubungi keduanya untuk mengajukan tawaran menjadi komisaris.

“Yang diusulkan didasarkan pada aspek-aspek yang bersifat profesionalitas. Saya sendiri tidak pernah bertemu dengan orangnya, tidak mengenal orangnya,” ucap Dedi.

“Saya hanya membaca foto profil dan pengalaman organisasi perbankannya,” tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa penunjukan ini murni profesional, tanpa muatan politis.

“Tidak ada satu pun aspek yang bersifat politik,” tegasnya.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB Hasil RUPS 2024

Dewan Komisaris:
– Komisaris Utama Independen: Wowiek Prasantyo

– Komisaris: Herman Suryatman

– Komisaris: Rudie Kusmayadi

– Komisaris: Tomsi Tohir

– Komisaris Independen: Helmy Yahya

– Komisaris Independen: Novian Herodwijanto

Direksi:
– Direktur Utama: Yusuf Saadudin

– Direktur Kepatuhan: Joko Hartono Kalisman

– Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana