6 Mahasiswa Unud yang Terlibat Perundungan Minta Maaf atas Kematian TAS

Posted on

Kasus Pembullyan yang Mengakibatkan Kematian Mahasiswa Universitas Udayana

Timothy Anugerah Saputra (TAS), seorang mahasiswa semester VII jurusan Sosiologi di Universitas Udayana, meninggal dunia setelah melompat dari lantai 4 Gedung FISIP pada Rabu (15/10/2025). Kejadian ini menimbulkan kecaman besar dari masyarakat, terutama setelah beredar percakapan grup WhatsApp yang diduga dilakukan oleh enam mahasiswa dan mahasiswi yang menyebutkan ucapan-ucapan tidak pantas mengenai kematian korban.

Keenam pelaku tersebut kemudian secara resmi meminta maaf melalui akun media sosial mereka. Mereka menunjukkan wajah lesu dan tampak menyesali tindakan mereka. Berikut adalah pernyataan permintaan maaf dari keenam pelaku:

Leonardo Jonathan Handika Putra

Leonardo memohon maaf atas perilaku yang dianggap tidak pantas dan merendahkan almarhum. Ia menyatakan bahwa ia siap menerima konsekuensi dan mundur dari jabatan Wakil Ketua BEM FKP Udayana. Ia juga menyampaikan dukacita kepada keluarga korban.

Maria Victoria Viyata Mayos

Maria menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga dan kerabat almarhum TAS. Ia menyesali tindakan yang dianggap tidak pantas dan menyatakan bahwa ia tidak terikat dalam perlindungan kepada almarhum selama hidupnya. Namun, ia mengakui kesalahan dan bersedia menerima sanksi dari kampus.

Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama

Muhammad menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf yang tulus. Ia menyatakan bahwa tindakan yang dilakukannya tidak pantas dan tidak berempati. Ia berdoa agar almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan.

Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana

Anak Agung memohon maaf kepada keluarga korban dan pihak yang merasa tersinggung. Ia berkomitmen untuk membenahi diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia siap menerima sanksi dari organisasi dan fakultas.

Vito Simanungkalit

Vito menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada keluarga dan kerabat almarhum. Ia mengakui kesalahan dan bersedia menerima sanksi dari pihak mana pun, termasuk dari prodi universitas dan fakultas. Ia juga menyatakan bahwa ia akan dikeluarkan dari hima secara tidak hormat.

Putu Ryan Abel Perdana Tirta

Putu menyampaikan klarifikasi atas kericuhan yang terjadi. Ia mengakui kesalahan dan meminta maaf sebesar-besarnya terhadap keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Ia juga menyatakan bahwa ia siap menerima sanksi dan melepas segala atribut serta jabatan yang ia emban sebagai bagian dari ormawa.

Fakta-Fakta Terkait Kematian Timothy Anugerah Saputra

Sebelum meninggal, korban mengalami cedera parah setelah jatuh dari lantai 4 Gedung FISIP. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban mengalami patah tulang pinggul kiri dan kanan, patah tulang lengan bagian atas, serta patah tulang sendi kanan. Korban juga mengalami pendarahan pada organ dalam dan kesadaran terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 WITA.

Setelah kematian korban, terungkap bahwa korban mengalami bullying atau perundungan oleh enam mahasiswa dan mahasiswi di percakapan grup WhatsApp. Perundungan tersebut berupa menyamakan foto saat korban jatuh dengan selebgram Kekeyi, serta chat bernada keji dan nirempati yang mengatakan, “nanggung bgt klok bnuh diri dri lantai 2 yak.”

Banyak warganet yang mengecam tindakan tersebut dan meminta agar pihak kampus segera menindaklanjuti kasus ini. Tangkap layar atau screenshot percakapan tersebut telah beredar di media sosial hingga menuai beragam kecaman.