6 fakta Ayu Puspita pemilik WO tipu ratusan pengantin total Rp16 miliar, uang dipakai beli rumah

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Ayu Puspita, pemilik vendor Wedding Organizer (WO) tipu ratusan pengantin di Jakarta 
  • Diduga total uang mencapai Rp16 miliar, uang tersebut dipakai untuk membeli rumah.
  • Rumah Ayu Puspita sudah digeruduk para korban dan dibawa ke Polres Jakarta Utara

   

PasarModern.comKasus dugaan penipuan jasa pernikahan (Wedding Organizer) oleh PT Ayu Puspita Sejahtera, yang dikelola oleh Ayu Puspita, mencapai babak akhir setelah sang pemilik diamankan pihak kepolisian.

Skandal ini mencuat setelah ratusan pasangan calon pengantin menjadi korban, dengan taksiran kerugian finansial yang mencapai belasan miliaran rupiah.

Sebelumnya, sejumlah korban ramai menggeruduk rumah Ayu Puspita yang berada di Cipayung, Jakarta Timur.

Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Utara berdasarkan LPB/2334/XII/2025/Resju/PMJ tanggal 6 Desember 2025 berdasarkan laporan inisial SOG.

   

Berikut sederet fakta terkait dugaan penipuan Wedding Organizer PT Ayu Puspita Sejahtera:

 

1. Berawal Viral Pernikahan Tanpa Katering

Adapun awal mula terbongkarnya kasus dugaan penipuan WO Ayu Puspita berawal dari pernikahan tanpa hidangan.

Samuel tertipu saat ia menggelar pesta resepsi pernikahan di Gedung Pelindo,Jakarta Utara pada Sabtu(6/12/2025). 

“Saya korban yang sudah menikah di hari kemarin 6 Desember 2025,” ujar Samuel.

Saat kejadian kata dia tamu yang datang ke acara resepsi pernikahan pulang cepat dan meninggalkan lokasi.

Padahal lanjut Samuel dirinya sudah membayar lunas ke WO Ayu Puspita senilai Rp82,74 juta.

“Pelapor yang ingin melangsungkan pernikahan menggunakan wedding organizer Ayu Puspita telah melunasi biaya resepsi Rp82.740.000 ke rekening BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti.”

“(Tapi), ketika waktu resepsi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso, Senin (8/12/2025).

“Pihak wedding organizer tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” imbuh dia.

 

2. Rumah dan Kantor Digeruduk

Gelombang protes pun terjadi hingga sejumlah korban menggeruduk Ayu Puspita pemilik WO tersebut.

Ratusan pasangan yang terdampak tak bisa menahan kekecewaan.

Tak hanya rumah mereka, kantor WO Ayu Puspita yang berada di Jalan H. Siun 2C Nomor 51A, Ceger, Jakarta Timur turut diserbu.

Diperkirakan ada sekitar 230 pasangan yang terdampak dugaan penipuan tersebut, baik yang acaranya sudah berlangsung maupun yang belum digelar, dengan total kerugian mencapai Rp15–16 miliar.

 

3. Uang Dipakai Beli Rumah Mewah

Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan.

Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutup tanggungan acara sebelumnya.

Namun, skema ini akhirnya runtuh dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.

“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu.

Namun, ia membantah disebutkan uang itu untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Saat dicecar para korban di kediamannya, Ayu Puspita ternyata sempat menjanjikan akan me-refund atau mengembalikan uang calon pengantin yang menjadi korban penipuannya.

“Ibu tadi bilang sanggup untuk refund?” ucap korban.

“Tiga minggu,” jawab Ayu Puspita.

“Oke tiga minggu, dari mana uangnya? Kalau dari event sudah tidak mungkin,” kata korban.

Korban penipuan tersebut lalu bertanya apakah Ayu Puspita memiliki uang cash atau logam mulia.

Janji Ayu Puspita untuk mengembalikan uang para korbannya, terasa mustahil.

Pasalnya setelah dicek di rekening pelaku, uangnya hanya tersisa Rp463 ribu.

“Kita cek mutasinya aja cuma punya Rp63 ribu dan Rp400 ribu,

Update per sekarang sudah Rp19,3 miliar total uang yang minta dikembalikan,” tulis korban.

 

4. Ayu dan Pegawai Ditangkap Polisi

Ayu diketahui telah ditangkap Polres Metro Jakarta Utara, karena diduga menipu sejumlah pengantin lewat layanan katering.

Selain Ayu, empat pegawainya turut diamankan.

Mereka diamankan di Jakarta Timur, namun diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara karena laporan resmi berada di wilayah tersebut.

“Ada lima orang yang sedang kami periksa, termasuk pemilik, manajer, dan karyawan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, Senin, masih dari TribunJakarta.com.

Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan Pasal 378 dan atau 372 KUHP.

Ia mengatakan modus yang dilakukan Ayu adalah tidak memberikan layanan sesuai janji kepada pengantin saat hari H acara.

Padahal, Ayu sudah menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk katering.

“Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan dari beberapa pelapor terkait penipuan atau penggelapan yang dilakukan salah satu wedding organizer di wilayah Jakarta,” jelas Erick.

“WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, kemudian pada hari H tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Salah satu contoh, makanan yang harusnya dihadirkan saat pesta tidak datang,” imbuhnya.

 

5. Suami Santai Ngaku Tak Terlibat

Sebelumnya, suami Ayu Puspita itu terlihat duduk santai saat istrinya diamuk oleh banyaknya korban yang meminta pertanggungajawabannya.

Suaminya disebut lepas tangan atas kasus yang dilakukan istrinya.

“Saya kan gak ikut apa-apa. Tanya aja di belakang,” katanya dengan wajah pasrah, dilansir dari unggahan Tiktok ces010601, Senin, (8/12/2025).

Ia mengaku tidak ikut terlibat dalam bisni wedding organizer Ayu Puspita.

“Saya gak terlibat usahanya, yang terlibat mas Dimas, Mbak …. Bisnis keluarga juga kan,” kata suami Ayu. 

Tampak rumah mewah tersebut sudah dikunjungi oleh para keluarga korban kasus penipuan Ayu.

Dalam klarifikasinya yang dilansir dari wartakotalive, Ayu mengakui bahwa uang kliennya itu ia pakai untuk membayar uang muka rumah.

Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan.

Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutup tanggungan acara sebelumnya.

 

6. Korban Bertambah

Saat ini, pihak WO telah dibawa ke Polres Jakarta Utara, bersama dengan para korban yang ingin mendapatkan kejelasan atas dugaan penipuan itu.

Sejumlah korban itu diketahui dari berbagai macam profesi mulai dari swasta, ASN hingga Polri.

Penyidik lantas menginterogasi Ayu Puspita soal tudingan penipuan.

Polisi pun mengarahkan para korban untuk membuat laporan soal kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ayu.

“Saya akan mengusahakan untuk semuanya (korban) agar bisa dikembalikan hak-haknya,” imbuh Kombes Pol Alfian Nurrizal.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengungkapkan  jumlah korban diperkirakan masih bertambah.

“Termasuk dari korban lain masih banyak yang berdatangan. Ternyata banyak yang menjadi korban WO tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Utara baru satu, namun kejadian serupa juga muncul di wilayah lain dan berpotensi ditangani lintas polres.

Terkait kerugian, polisi belum dapat memastikan total nominalnya.

“Kerugian masih dihitung, karena banyak korban-korban baru,” kata Erick

(*)

Baca berita PasarModern.comlainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp PasarModern.com