Berita Populer Regional: Kematian Polisi, Penculikan Bilqis, dan Longsor Cilacap
Berikut adalah rangkuman berita populer regional yang menjadi perhatian masyarakat selama 24 jam terakhir. Berita ini mencakup berbagai kejadian penting, mulai dari kematian seorang polisi hingga insiden penculikan anak serta bencana alam.
1. Bripka Abdul Salman Tewas Ditusuk Pamannya Saat Menyelamatkan Tante
Sosok Bripka Abdul Salman (37), anggota Polres Tolikara, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pembunuhan oleh pamannya sendiri di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu (15/11/2025) dini hari. Bripka Abdul Salman tewas saat berusaha menyelamatkan tantenya, HA (41), dan sepupunya, FI (20), dari amukan Junaido (43), sang paman.
Bripka Abdul Salman ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan banyak luka tusuk dan sayatan akibat senjata tajam jenis badik. Selain sebagai anggota polisi, ia juga merupakan pelatih paralayang. Paralayang adalah olahraga terbang bebas menggunakan kain parasut khusus (paraglider) yang diluncurkan dari ketinggian seperti bukit, gunung, atau tebing, dengan memanfaatkan angin dan arus udara untuk tetap terbang di udara.
2. Cara Penculik Bilqis Tipu Suku Anak Dalam: Akui Punya Surat Resmi, Minta Uang Ganti Adopsi Rp85 Juta
Peristiwa penculikan Bilqis Ramdhani (4) masih menjadi perbincangan publik. Bilqis Ramdhani menjadi korban penculikan di Taman Pakui Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/11/2025). Setelah itu, Bilqis ditemukan di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, Sabtu (8/11/2025).
Polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni SY (30), NH (29), MA (42), dan AS (36). Mereka ditangkap di lokasi berbeda dan kini ditahan di Mapolrestabes Makassar. Pelaku sempat membawa Bilqis ke Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi. Jarak Desa Mentawak dengan Bangko yang merupakan pusat Kabupaten Merangin sekira 10 km.
Kemudian, pelaku menitipkan Bilqis ke Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, bernama Ngerikai dan Begendang dengan berbagai alasan. Kini terungkap cara sindikat penculik Bilqis menipu Suku Anak Dalam. Diberitakan TribunJambi.com, penculik yang bernama Mery Ana (MA) mendatangi warga Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Sikar bernama Begendang dan istrinya, Ngerikai.
3. KGPH Purbaya Jadi Pakubuwono XIV, GKR Timoer Bocorkan Program dan Struktur Kepengurusan Keraton Solo
KGPH Purbaya telah dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV (PB XIV). Prosesi pengukuhan putra mahkota KGPH Purbaya atau Gusti Purbaya sebagai raja baru Keraton Solo digelar dalam Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV, Sabtu (15/11/2025). Setelah itu, SISKS Pakubuwono XIV Hamangkunagoro berpidato di depan abdi dalem dan Sentono dalem Keraton Kasunanan Solo setelah mentasbihkan diri sebagai raja.
Ketua panitia acara jumenengan PB XIV Purbaya, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, mengungkapkan sejumlah program yang sudah digagas oleh PB XIV Purbaya. Adapun GKR Timoer merupakan satu di antara putri mendiang Raja Keraton Kasunanan Solo, SISKS Pakubuwono XIII. GKR Timoer mengatakan, PB XIV Purbaya ingin memajukan Keraton Solo dalam hal revitalisasi, kemudian tentunya kebudayaan.
4. Info Terkini Longsor Cilacap: 12 Jasad Ditemukan, 11 Orang Masih Dicari, Bau Busuk Tercium
Jumlah korban tewas akibat longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencapai 12 orang per Minggu, (16/11/2025). Satu korban tewas kembali ditemukan hari ini dan dievakuasi oleh tim SAR bersama dengan personel TNI, Polri, dan relawan. Dia bernama Kasrinah (47) dan ditemukan pada pukul 12.03 WIB di Worksite A-2.
“[Kasrinah] istrinya Pak Yanto. Semua ada empat korban, suami-istri dan dua anak perempuan,” kata Tukijo, anggota keluarga, di RSUD Majenang. Pihak keluarga meminta jenazah korban langsung dibawa ke makam keluarga agar bisa segera dikebumikan. Adapun saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Menurut Tim SAR, pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga seluruh korban yang tertimbun material longsor berhasil ditemukan.
5. Mobil Berisi Uang Rp4,6 M Terbakar, Purbaya Sebut Itu Tanggung Jawab Bank, Singgung Soal Asuransi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi insiden terbakarnya mobil milik bank BUMN yang berisi uang tunai Rp4,6 miliar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Rabu (12/11/2025). Insiden terbakarnya mobil bank berisi uang miliaran rupiah ini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena jumlah uang yang terbakar, tetapi juga munculnya kecurigaan publik soal dugaan penggelapan uang.
Purbaya mengaku tidak mengetahui detail soal insiden terbakarnya mobil itu. Namun, Purbaya menyebut seharusnya insiden tersebut menjadi tanggung jawab pihak bank. Termasuk juga soal uang tunai Rp 4,6 miliar yang ikut hangus terbakar. “Saya enggak tahu. Tapi harunya itu tanggung jawabannya bank kan,” kata Purbaya dilansir dari Kompas TV, Minggu (16/11/2025). Purbaya lantas mempertanyakan apakah proses pengiriman uang tunai untuk pengisian mesin ATM di Majene, Sulawesi Barat, itu menggunakan asuransi atau tidak.
