5 Kontroversi Sudewo, Bupati Pati yang Tertangkap OTT KPK

Posted on

Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

Bupati Pati, Sudewo (SDW), ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Penangkapan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah ia menjabat sebagai Bupati Pati sejak 20 Februari 2025. Meskipun belum genap setahun menjabat, Sudewo telah menjadi sorotan publik karena berbagai kebijakan dan sikapnya yang dinilai kontroversial.

Berikut adalah rangkaian peristiwa yang mengiringi penangkapan Sudewo:

1. Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 Persen

Salah satu kebijakan paling kontroversial yang diambil Sudewo adalah kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB-P2) hingga 250 persen pada Mei 2025. Keputusan ini memicu gelombang aksi unjuk rasa dari sekitar 50.000 massa, termasuk santri, petani, dan tenaga honorer, pada Agustus 2025. Mereka menuntut pembatalan kebijakan tersebut.

Sudewo mengklaim bahwa kenaikan pajak ini dilakukan karena tidak ada kenaikan selama 14 tahun terakhir. Selain itu, pendapatan daerah dari PBB hanya sekitar Rp 29 miliar, jauh tertinggal dibanding Jepara dan Rembang. Namun, ucapan Sudewo saat kebijakan tersebut dikritik dianggap arogan. Ia bahkan menyatakan siapa pun yang menolak akan dihadapi tanpa gentar.

2. Tuntutan Pemakzulan

Setelah aksi demo, DPRD Pati membentuk pansus hak angket untuk memenuhi tuntutan pemakzulan Sudewo. Tuntutan ini dimotori oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Pada 31 Oktober 2025, DPRD Pati menggelar rapat paripurna dengan hasil 36 anggota menolak pemakzulan dan hanya 13 mendukung. Hasil ini membuat tuntutan pemakzulan gagal terealisasi.

3. Kebijakan Lima Hari Sekolah

Sudewo juga membuat kebijakan lima hari sekolah mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026. Alasannya agar siswa bisa lebih produktif. Namun, kebijakan ini dianggap bertentangan dengan tradisi pendidikan agama lokal seperti TPQ dan Madin. Kebijakan ini segera menuai kritik dari masyarakat, terutama kalangan santri, guru ngaji, dan ulama NU. Akhirnya, kebijakan ini dibatalkan melalui SK Bupati Pati nomor 400.3.1/303/M tanggal 8 Agustus 2025.

4. Proyek Masjid Rp 15 Miliar

Selain itu, para santri juga memprotes proyek renovasi Masjid Agung Baitunnur Pati yang menelan anggaran hingga Rp15 miliar. Mereka mempertanyakan urgensi proyek tersebut di tengah berbagai kebutuhan mendesak masyarakat Pati.

5. Insiden Dangdut Goyang Erotis

Sudewo juga menuai kritik karena menghadirkan aksi dangdut Trio Srigala dengan goyang sensual dalam agenda resmi di Pendopo Kabupaten. Pertunjukan itu dinilai tidak merepresentasikan Sudewo sebagai Bupati Pati.

Keno OTT KPK

Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pati Sudewo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). Penangkapan terhadap politikus Gerindra itu dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah Saudara SDW,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa kasus yang menjerat Bupati Pati Sudewo terkait pengisian jabatan. “Terkait pengisian jabatan kaur (kepala urusan), kasi (kepala seksi), ataupun sekdes (sekretaris desa),” kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Setelah Sudewo ditangkap bersama beberapa orang lainnya, ia dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Menurut rencana, Sudewo bakal tiba di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, pada hari ini. Salah satu pihak yang ditangkap bersama Sudewo adalah pengepul.

Sudewo Bungkam

Mengutip Kompas.com, Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Merah Putih setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (20/1/2026). Dia tampak mengenakan baju polo putih yang dibalut dengan jaket hitam, celana jins biru, dan sandal. Sudewo juga terlihat tengah memegang topi hitam sambil berjalan ke arah Gedung KPK Merah Putih.

Pada momen ini, Sudewo sempat mengangkat tangan kanannya ke arah wartawan. Dia juga terlihat mengatupkan kedua tangannya di depan perut. Sejumlah wartawan yang tengah menunggu kehadirannya pun mencecar pertanyaan kepada Sudewo. Namun, orang nomor satu di Kabupaten Pati itu bungkam.