Berita Internasional Terkini: Perubahan Politik dan Kesehatan di Dunia
Berikut adalah rangkuman berita internasional terkini yang menarik perhatian masyarakat global. Beberapa isu penting seperti konflik di Gaza, keanggotaan Timor Leste di ASEAN, serta situasi politik di Israel menjadi fokus utama.
1. Hamas dan Faksi Palestina Setuju Komite Palestina Ambil Alih Gaza
Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya telah menyetujui visi awal Mesir untuk menyerahkan kendali Jalur Gaza kepada komite administratif yang diusulkan. Visi ini mencakup pembentukan komite yang terdiri dari orang-orang kompeten yang tetap berada di Gaza selama masa perang. Mediator Mesir menyampaikan rencana tersebut kepada faksi-faksi Palestina, sementara perundingan juga ditengahi oleh Qatar, AS, dan Turki.
Perundingan yang berlangsung di Kairo pada Jumat (24/10/2025) merupakan kelanjutan dari fase pertama gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober lalu. Hussam Badran, anggota biro politik Hamas, mengatakan bahwa pihaknya serius dalam melanjutkan implementasi ketentuan-ketentuan perjanjian Sharm el-Sheikh.
Berdasarkan proposal Trump, diskusi fase kedua gencatan senjata mencakup rencana pengerahan pasukan penjaga perdamaian di Gaza, penarikan tentara Israel, pelucutan senjata Hamas, dan pembentukan badan administratif sementara. Namun, Israel menolak memulai fase kedua hingga semua jenazah sandera yang tersisa di Gaza diserahkan.
2. Timor Leste Resmi Bergabung dengan ASEAN
Timor Leste secara resmi menyerahkan Instrumen Aksesinya terhadap Piagam ASEAN dan Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ). Langkah ini menandai diterimanya negara muda itu sebagai anggota ke-11 ASEAN. Upacara peresmian masuknya Timor Leste digelar khidmat di Kuala Lumpur dan dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara anggota, diplomat, serta pejabat tinggi ASEAN.
Proses keanggotaan Timor Leste tidak berlangsung singkat. Sejak permohonan resminya diajukan ke Sekretariat ASEAN pada 2011, negara muda tersebut harus melalui serangkaian tahap evaluasi ketat. ASEAN juga menugaskan tiga studi kelayakan utama masing-masing dari pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya untuk menilai sejauh mana Timor Leste dapat memenuhi komitmen dan tanggung jawab sebagai anggota penuh.
3. Popularitas Netanyahu Menurun di Tengah Pemilu
Popularitas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya kian menurun tajam di penghujung tahun 2025. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel tidak menginginkan Netanyahu kembali mencalonkan diri dalam pemilihan umum berikutnya. Penurunan dukungan ini disebabkan oleh serangkaian kasus korupsi yang menjeratnya, serta kegagalan dalam mengelola krisis besar yang melanda Israel.
Selain skandal hukum, Netanyahu juga dinilai gagal mengelola berbagai krisis besar yang melanda Israel. Krisis kepercayaan itu diperparah oleh reformasi peradilan kontroversial yang digagas Netanyahu bersama koalisinya.
4. Rusia Kirim Negosiator Ekonomi ke AS
Negosiator ekonomi terkemuka Rusia, Kirill Dmitriev, tiba di Washington untuk berunding dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Kunjungan ini terjadi dua hari setelah Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak terbesar Moskow, Rosneft dan Lukoil serta 34 anak perusahaan mereka.
Dmitriev mengatakan bahwa kunjungannya untuk membahas masa depan AS-Rusia dan posisi Rusia dalam negosiasi perang Ukraina. Ia juga menyatakan tidak yakin sanksi AS akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Rusia. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut keputusan Trump sebagai langkah yang tidak bersahabat.
5. Remaja Selandia Baru Telan 100 Magnet
Seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun di Selandia Baru menelan hingga 100 magnet berkekuatan tinggi yang dibelinya secara online. Remaja itu dibawa ke Rumah Sakit Tauranga setelah menderita sakit perut selama empat hari. Sinar-X menunjukkan magnet-magnet telah menggumpal menjadi empat garis lurus di dalam usus anak tersebut.
Magnet tersebut, yang telah dilarang di Selandia Baru sejak Januari 2013, dibeli di platform belanja daring Temu. Dokter mengatakan tekanan magnet telah menyebabkan nekrosis di empat area usus halus dan sekum anak laki-laki itu. Dokter bedah melakukan operasi untuk mengangkat jaringan mati dan mengambil magnet, dan anak tersebut dapat kembali ke rumah setelah delapan hari di rumah sakit.
