5 Kecelakaan Mobil: Nasib Teguh Istiyanto, Pedangdut Cantika yang Terkenal

Posted on

Berita Populer Regional: Kecelakaan Maut, Pengeroyokan, dan Tragedi Ponpes

PasarModern.com menghadirkan berita-berita populer regional yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Mulai dari kecelakaan maut yang melibatkan mobil penyanyi dangdut hingga pengeroyokan dan pembakaran rumah seorang aktivis.

Kronologi Kecelakaan Mobil Penyanyi Dangdut Cantika Davinca di Magetan

Penyanyi dangdut Cantika Davinca mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Kawedanan-Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Mobil Toyota Innova Reborn silver dengan nomor polisi AE 9 CAN yang ditumpangi Cantika Davinca terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Suzuki Smash bernomor polisi AB 4318 NH yang dikendarai dua remaja. Dalam peristiwa tersebut, dua remaja pengendara sepeda motor berinisial BPW (13) dan F (13) meninggal dunia. Kedua korban tercatat masih duduk di bangku SMP kelas 1.

Peristiwa berawal saat Mobil Toyota Innova Reborn yang ditumpangi Cantika Davinca hendak menuju Kecamatan Poncol dalam rangka mengisi hiburan masyarakat. Mobil tersebut dikendarai Febrian Fitrianto (28), warga Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Madiun, Jawa Timur yang merupakan sopir dari Cantika Davinca. Setibanya di Jalan Raya Desa Tulung, yang menghubungkan Kecamatan Kawedanan dan Lembeyan Magetan, mobil yang ditumpangi Cantika Davinca diduga hendak menyalip kendaraan yang di depannya. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang dikendarai BPW (13) membonceng rekannya F (13).

Dompet Berisi 200 USD Hilang saat Liburan di Bali, Bintang Drakor Jeon Hye Bin Lapor ke Polsek Ubud

Bintang drama Korea (Drakor) Jeon Hye Bin (42) kehilangan dompet saat berlibur di Bali. Pencuri dompet tersebut telah dilaporkan Jeon Hye Bin dan suaminya ke Polsek Ubud, Kabupaten Gianyar pada 1 Oktober 2025. Dompet tersebut berisi kartu kredit, kartu visa serta uang dalam pecahan dolar yang jika dirupiahkan mencapai Rp 132 juta. Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Jumat (3/10), aparat kepolisian saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

Namun disebutkan bahwa korban baru menyadari kehilangan saat hendak berbelanja di sebuah toko yang menjual alat perkemahan di Ubud. Saat itu, suami korban hendak membayar barang belanjanya di kasir dan ternyata dompetnya telah hilang. Dompet tersebut berisi uang 200 USD, kartu kredit, dan dokumen penting lainnya. Saat bersamaan, korban mendapat pemberitahuan melalui ponselnya tentang penarikan sebanyak empat kali menggunakan kartu kreditnya. Total penarikan menggunakan kartu Visa Hana sebesar 7.300 dolar AS dan kartu Kb Master sebesar 500 dolar AS. Semua tempat penarikan di kartu tersebut belum pernah didatangi pelapor, atas kejadian tersebut pelapor memblokir kartu kredit dan kartu visa pelapor.

Pelantikan Pengurus PWI Pusat 2025-2030, Monumen Pers Solo Kebanjiran Karangan Bunga

Karangan bunga membanjiri lokasi pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025-2030 di Monumen Pers Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025). Sekitar 100 karangan bunga berjejer di ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Yosodipuro, Banjarsari, Surakarta. Karangan bunga berisi ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan baru PWI Pusat datang dari berbagai pihak, mulai para tokoh nasional, pemerintah, maupun swasta dari sejumlah daerah di Indonesia.

PWI merupakan organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1946, bertepatan dengan Hari Pers Nasional. Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul mengatakan, acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus PWI Pusat bakal dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. “Tadi malam orientasi sebelum hari ini dilantik. Hari ini siap pelantikan,” ungkap Anas. Pelantikan diperkirakan dihadiri ratusan peserta dari seluruh perwakilan PWI Provinsi, jajaran mitra strategis PWI, para pimpinan media nasional, serta pejabat negara.

Cerita Korban Selamat Ambruknya Ponpes di Sidoarjo, Posisi Salat di Barisan Belakang

Ahmadi Sulton merupakan salah satu korban selamat dalam kasus ambruknya bangunan bertingkat di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Santri tingkat awal itu selamat karena pada saat kejadian, Senin (29/9/2025), dirinya berada pada bagian bangunan lama saat salat berjamaah berlangsung. Pemuda asal Desa Majengan, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura tersebut berada pada barisan ketiga di belakang imam. Sementara itu, reruntuhan bangunan menimpa barisan depan, tempat puluhan santri lain, termasuk sepupu Sulton, yaitu Muhammad Mashudulhaq (14).

“Waktu itu saya di barisan belakang, di bangunan lama. Alhamdulillah selamat. Tapi teman-teman yang di depan, termasuk Mashudulhaq, tertimpa reruntuhan,” kata Sulton, dilansir Surya.co.id, Jumat (3/10/2025). Sebelum insiden terjadi, Sulton sempat berbincang dengan Mashudulhaq yang kini telah dimakamkan di kampung halaman. Obrolan singkat tersebut ternyata menjadi pertemuan terakhir mereka. “Sebelum roboh, saya masih ngobrol sama Mashudulhaq. Tidak menyangka itu jadi obrolan terakhir kami,” terang Sulton. Baginya, selamat dari tragedi itu adalah sebuah anugerah. Akan tetapi, kehilangan sahabat sekaligus sepupu yang setiap hari menemaninya di pondok menjadi luka mendalam yang sulit ia lupakan.

Nasib Koordinator AMPB Teguh Istiyanto, Dipukuli Massa hingga Rumahnya Dibakar OTK

Jalan yang ditapaki Teguh Istiyanto, salah satu pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dalam pengawalan pemakzulan Bupati Pati, Sudewo nampaknya tak begitu mulus. Aliansi tersebut juga yang pada pertengahan Agustus 2025 lalu menjadi inisiator demo terkait kebijakan Sudewo. Pada Kamis (2/10/2025) pagi, saat ia hendak masuk ke gedung DPRD Pati untuk ikut dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati, Teguh jadi sasaran penganiayaan. Tak berhenti di situ, rumah yang harusnya jadi tempat aman, didatangi dua orang tak dikenal (OTK) yang melakukan pembakaran, Jumat (3/10/2025) dini hari.

Aksi pembakaran tersebut terekam kamera CCTV. Sekira pukul 04.10 WIB, terlihat ada dua OTK berboncengan naik motor yang berhenti di rumah Teguh. Pria yang membonceng lalu turun dari motor dan terlihat menyiramkan sebuah cairan di depan rumah Teguh. Pria tersebut langsung menyulut api, hingga api berkobar dan menjalar ke bagian dalam rumah. Beruntung, ada keluarga Teguh yang terbangun, api pun bisa segera dipadamkan oleh penghuni rumah. “Jadi ibu saya bangun hendak salat subuh. Kemudian teriak-teriak karena melihat api berkobar,” “Kemudian saya, istri, dan anak saya bangun. Saya lihat memang ada api,” “Saya minta anak saya bawa air dari kamar mandi, lalu kami siram,” kata Teguh, dikutip dari TribunJateng.com.