Berita Terkini: Penangkapan Pria Diduga Ancam Warga dengan Parang, Lonjungan Kasus Campak dan ISPA di Padang
PasarModern.com – Berikut adalah rangkuman berita terkini yang menarik perhatian masyarakat di Kota Padang. Beberapa isu penting seperti penangkapan seorang pria karena dugaan pengancaman dengan senjata tajam, lonjakan kasus campak di beberapa puskesmas, serta tingginya angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi fokus utama.
Penangkapan Seorang Pria Diduga Ancam Warga dengan Parang
Seorang pria berinisial BA (37) diamankan oleh kepolisian dari Polresta Padang setelah melakukan pengancaman terhadap warga menggunakan senjata tajam. Aksi tersebut terjadi di kawasan Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, pada Selasa (11/11/2025) pukul 14.30 WIB. Pelaku diduga kesal kepada korban dan mengancamnya dengan dua bilah parang.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, membenarkan penangkapan ini. Menurutnya, pelaku langsung diamankan beberapa jam setelah korban melaporkan kejadian tersebut. Korban mengaku telah dua kali mendapatkan ancaman, yaitu pada Minggu tanggal 19 Oktober 2025 di kawasan Jalan Raya Siteba dan pada Selasa tanggal 11 November 2025 di Kawasan Kelurahan Surau Gadang.
Pelaku dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait membawa, menggunakan kepemilikan senjata tajam tanpa izin yang sah dan digunakan untuk perbuatan pengancaman. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Lonjakan Kasus Suspek Campak di Puskesmas Andalas
Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, mencatat sebanyak 27 kasus suspek campak sepanjang Mei hingga Oktober 2025. Kepala Puskesmas Andalas, Weni Fitria Nazulis, menyebutkan bahwa penyakit campak masih rentan menyerang anak-anak berusia 3 hingga 5 tahun.
Pada September lalu, wilayah Kelurahan Jati sempat mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Saat itu ada dua orang kakak beradik yang positif terkena campak. Weni menjelaskan bahwa penularan campak dapat dicegah melalui imunisasi rutin yang telah disediakan secara gratis oleh pemerintah.
Peningkatan Kasus Suspek Campak di Puskesmas Pauh
Kasus warga terdampak penyakit campak di Puskesmas Pauh, Kecamatan Pauh, Kota Padang mengalami peningkatan drastis sejak awal Oktober 2025. Peningkatan suspek di Puskesmas Pauh ini terjadi sebanyak dua kali lipat dari bulan sebelumnya dengan jumlah 15 kasus, mayoritas terdampak anak usia di bawah 10 tahun dan balita.
Kepala Puskesmas Pauh, Mela Aryanti, mengatakan bahwa peningkatan ini banyak terjadi di Kelurahan Pisang yang memiliki catatan angka imunisasi rendah. Ia menilai peningkatan jumlah ini juga didorong oleh faktor cuaca yang beberapa waktu terakhir sering berubah, sehingga daya tahan tubuh anak menurun.
Angka Kasus ISPA di Puskesmas Andalas Capai 2.400 Selama 3 Bulan
Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 2.400 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode Agustus hingga Oktober 2025. Kepala Puskesmas Andalas, Weni Fitria Nazulis, menjelaskan tingginya angka kasus ISPA dipicu oleh perubahan cuaca yang tidak menentu di wilayah Kota Padang.
Perubahan cuaca ekstrem dari panas ke hujan memicu meningkatnya risiko ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia. Weni terus mengimbau masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan lingkungan.
