Tiga Pernyataan Dokter Tifa Mengenai Bencana Banjir di Pulau Sumatera
Dokter Tifa, yang dikenal dengan nama lengkap Tifauzia Tyassuma, memberikan tiga pernyataan yang merespons bencana banjir bandang yang terjadi di Pulau Sumatera. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan doa dan simpati mendalam kepada seluruh saudara di Sumatera yang terdampak banjir.
Bencana ini melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Senin (1/12/2025), Badan SAR Nasional (Basarnas) telah mengevakuasi 447 korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 399 orang masih dilaporkan hilang dan terus dalam proses pencarian.
1. Doa dan Simpati Mendalam
Dokter Tifa menyampaikan bahwa bencana seperti ini bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga penderitaan sosial yang menyentuh hati setiap anak bangsa. Ia menekankan bahwa kita semua memiliki kewajiban moral untuk saling menguatkan, saling membantu, dan memastikan bahwa saudara-saudara kita tidak merasa berjalan sendirian melewati masa sulit ini.
2. Ketangguhan Rakyat dan Kepemimpinan yang Baik
Sebagai akademisi yang meneliti dinamika perilaku dan kesehatan sosial masyarakat, dokter Tifa melihat bahwa ketangguhan rakyat harus disertai tata kelola yang baik, respons cepat, dan kepemimpinan yang peka terhadap penderitaan rakyat. Ia berharap agar pemerintah dan rakyat saling menjaga di saat-saat seperti ini.
3. Komitmen untuk Masa Depan Bangsa
Dokter Tifa akan terus bersuara dan bekerja demi masa depan bangsa yang lebih sehat, baik secara perilaku maupun sosial. Ia menegaskan bahwa bencana yang terjadi di Sumatera menjadi pengingat bahwa tugas kita jauh lebih besar daripada polemik. Negara harus dipimpin dengan ketulusan hati, kepekaan moral, dan integritas yang dapat melindungi rakyatnya dalam keadaan apa pun.
Gubernur Jawa Barat Minta Introspeksi Diri
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta semua pihak untuk berintrospeksi diri setelah bencana banjir bandang dan longsor menimpa Sumatra Utara dan Aceh. Ia menyatakan bahwa sangat tidak mungkin pohon-pohon tersebut menebang dirinya sendiri, kecuali ditebang oleh manusia.
Ia mengajak semua pihak untuk melakukan pelestarian alam tanpa mencari pembenaran diri dari bencana yang sudah terjadi. Pemprov Jabar akan menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Proses distribusi logistik bantuan akan dilakukan dalam pekan ini.
Kemenhut Memberikan Penjelasan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) memberikan klarifikasi mengenai narasi ribuan pohon yang terbawa banjir disebut tumbang sendiri. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto, menegaskan bahwa pernyataan soal pohon lapuk hanyut bukan dimaksudkan untuk menafikan kemungkinan adanya praktik illegal logging.
Menurutnya, penjelasan itu hanya memperjelas berbagai kemungkinan sumber kayu yang sedang ditelusuri. Ia memastikan setiap dugaan kejahatan kehutanan akan diproses sesuai hukum, termasuk melalui mekanisme penegakan multidoors dan tindak pidana pencucian uang untuk menjerat penerima manfaat utama dari kayu ilegal.
Jakarta Kirim Bantuan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bakal kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Pulau Sumatera. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah diperintahkan Pramono untuk turut memberikan bantuan.
Sebanyak tiga kapal tempur milik TNI Angkatan Laut (AL) dikirim ke Pulau Sumatera untuk membawa bantuan dari Pemprov DKI Jakarta. Bantuan itu berupa bahan logistik, perlengkapan evakuasi, serta bantuan medis yang akan dikirim ke sejumlah titik terdampak, termasuk di Aceh dan Sibolga yang menjadi wilayah terparah diterjang bencana.
Penjelasan Basarnas
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan perkembangan operasi pencarian dan pertolongan terkait bencana yang melanda 3 provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dari jumlah warga yang terdampak, Basarnas telah mengevakuasi 447 korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 399 orang masih dilaporkan hilang dan terus dalam proses pencarian.
Presiden Prabowo Subianto Meninjau Lokasi Bencana
Presiden Prabowo Subianto menyatakan semua jalan darat di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana banjir dan longsor sudah bisa ditembus. Ia meninjau posko pengungsian di Kompleks Bumi Kasai Permai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (1/12/2025).
Ia menyebut bahwa pemerintah sedang mendata kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut. Setelah dilakukan pendataan, pemerintah akan melakukan perbaikan supaya masyarakat bisa kembali hidup normal. Presiden juga menyampaikan belasungkawa terhadap para korban dan berdoa agar saudara-saudara dapat tabah dan tegar.
