3 Berita Populer Sumbar: Arus Lalu Lintas Padang-Padang Panjang, Harga Pangan Solok Selatan

Posted on

PasarModern.comBerikut 3 berita Populer Sumbar yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.

Ada berita tentang Arus Lalu Lintas Padang-Padang Panjang untuk Roda Empat Berpeluang Dibuka 16 Desember.

Kemudian berita Ombudsman Temukan Akses Logistik Sulit Bencana Agam, Warga Terisolasi Harus Jalan Kaki 10 Km.

Selanjutnya berita Harga Pangan Solok Selatan Pekan II Desember 2025 Bergerak, Cabai Rawit Naik Tajam.

Baca berita selengkapnya :

1.Uji coba arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat di Mega Mendung hingga jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kota Padang Panjang berkemungkinan bakal dibuka pada 16 Desember 2025 mendatang.

Ungkapan itu disampaikan oleh AKP Pifzen Finot saat dihubungi PasarModern.comvia telepon whatsapp, Sabtu (13/11/2025).

AKP Pifzen mengatakan, uji coba arus lalu lintas Padang-Padang Panjang untuk kendaraan roda empat berkemungkinan bakal dibuka pada 16 Desember mendatang.

“Namun, kita menunggu informasi resmi dari pihak terkait terlebih dahulu. Kalau kemungkinannya akan dibuka untuk roda empat pada 16 Desember 2025 nanti,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk titik jalan yang sempat terban akibat banjir bandang berlokasi di Mega Mendung, sudah dikebut semaksimal mungkin.

“Saat ini pembangunan jalannya sudah dikebut,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Arus lalu lintas Padang menuju Bukittinggi, masih dalam tahap uji coba untuk kendaraan roda dua hingga tanggal 16 Desember 2025.

Diketahui, jalan di Mega Mendung dan jembatan kembar sempat putus akibat bencana alam yang menghantam Silaing Bawah, Kelurahan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Kamis (28/11/2025) lalu.

Setelah dilakukan perbaikan, uji coba dilakukan untuk kendaraan roda dua. Dibuka pertama kali sejak 8-10 Desember 2025.

Untuk sekarang, uji coba untuk kendaraan roda dua kembali diperpanjang hingga 16 Desember 2025.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot mengatakan uji coba jalan untuk kendaraan roda dua diperpanjang hingga 16 Desember 2025.

“Sebelumnya diuji coba untuk kendaraan roda dua pada 8 sampai 10 Desember 2025 dan berjalan lancar,” ungkapnya, Sabtu (13/12/2025).

“Kemudian, uji coba untuk kendaraan roda dua kembali diperpanjang hingga 16 Desember 2025,” sambung AKP Pifzen.

Akses jalan Padang-Padang Panjang dan Bukittinggi untuk uji coba, dibuka dengan dua periode dalam setiap hari.

“Jadwal pertama pukul 06:00 WIB -08:00 WIB dan 16:30 WIB -18-30 WIB. Namun yang raminya sore, bahkan pengendara sampai antri menjelang dibuka,” pungkasnya.

Di sisi lain, personel gabungan juga berjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

“Mulai dari Polisi, Brimob, TNI dan lain sebagainya,” tambahnya.

2.Kabupaten Agam, Sumatera Barat menjadi wilayah dengan dampak paling berat pascabencana banjir bandang pada 27 November 2025.

Distribusi bantuan di Agam belum berjalan optimal di sejumlah titik terisolasi.

Ombudsman Republik Indonesia mencatat masih banyak warga yang harus berjalan kaki menembus medan berat untuk mendapatkan kebutuhan dasar.

Distribusi bantuan Agam menjadi perhatian utama Ombudsman RI saat memantau Jorong Lambe, salah satu wilayah terisolasi di Kabupaten Agam.

Data terbaru mencatat 188 warga meninggal dunia, 72 orang hilang, dan lebih dari 4.000 jiwa mengungsi. Hampir seribu warga lainnya masih terisolasi akibat akses terputus.

Di Jorong Lambe, terdapat sekitar 100 kepala keluarga atau 500 jiwa. Sebanyak 70 KK dengan 210 jiwa berada di lokasi pengungsian.

Dalam rilis resminya, Ombudsman RI menemukan perbedaan informasi antarinstansi terkait status keterisolasian wilayah.

Dinas Pekerjaan Umum menyebut area ini terisolasi terbatas, sementara BPBD mengategorikannya terisolasi penuh. Kondisi lapangan menunjukkan akses kendaraan benar-benar terputus.

Distribusi bantuan di wilayah ini menghadapi hambatan serius. Satu-satunya akses menuju lokasi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sejauh hampir 10 kilometer pulang-pergi, dengan waktu tempuh sekitar lima jam.

Kendaraan bermotor hanya bisa masuk jika didorong oleh empat orang karena kondisi jalan yang ekstrem.

“Pemerintah nagari dan para perantau sudah mendirikan dapur umum, tetapi pengiriman bantuan ke lokasi masih sangat sulit. Dalam banyak kasus, berjalan kaki menjadi cara tercepat untuk mengirim kebutuhan dasar,” kata Pimpinan Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dilansir keterangan resmi, Sabtu (13/12/2025).

Ombudsman juga menemukan keterbatasan fasilitas dasar di lokasi pengungsian. Seluruh warga hanya mengandalkan satu genset kecil.

PLN mengklaim telah mengirim genset pada 9 Desember, namun Kepala Jorong menyatakan alat tersebut belum diterima hingga saat pemantauan.

Layanan dasar masyarakat praktis berhenti. Tidak ada listrik, aktivitas ekonomi lumpuh, dan jalur pendidikan terhenti.

Sebanyak 47 siswa SD, 27 siswa SMP, serta 17 siswa SMA/SMK tidak dapat mengikuti pembelajaran karena akses tertutup dan jaringan telekomunikasi tidak tersedia.

Kerusakan infrastruktur memperparah situasi. Terdapat 18 titik longsor di jalur utama.

Dua unit ekskavator telah beroperasi, namun pembukaan akses diperkirakan membutuhkan waktu minimal 30 hari.

Selama akses belum pulih, pengiriman bantuan hanya memungkinkan melalui udara dan sangat bergantung pada cuaca.

Distribusi bantuan Agam juga terdampak pada kebutuhan energi rumah tangga.

Harga LPG 3 kilogram melonjak dari Rp20.000 menjadi Rp30.000 per tabung di tingkat pengecer. Kondisi ini memaksa warga kembali menggunakan kayu bakar.

“Ketidaksinkronan data dan terbatasnya akses logistik harus segera dibenahi agar penanganan darurat berjalan efektif,” ujar Yeka Hendra Fatika.

Selain itu, dua rumah dilaporkan hancur total dan 25 rumah berada di zona rawan sehingga direkomendasikan untuk direlokasi.

Ombudsman menilai percepatan pembukaan akses dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar distribusi bantuan Agam dapat menjangkau seluruh warga terdampak.

3.Perkembangan harga kebutuhan pokok di Solok Selatan pada pekan kedua Desember 2025 menunjukkan adanya lonjakan yang cukup signifikan pada beberapa komoditas strategis.

Kenaikan terjadi pada harga beras dan cabai rawit, yang kini memaksa masyarakat untuk lebih cermat mengatur belanja.

Informasi terkini dari Bagian Perekonomian dan SDA bersama Dinas terkait (Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan; serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM) merilis data pergerakan harga pangan Solok Selatan periode pekan I hingga pekan II Desember 2025.

Data ini mencerminkan adanya fluktuasi yang perlu diwaspadai menjelang akhir tahun.

Kenaikan harga paling tinggi dialami oleh Cabai Rawit. Dalam satu minggu, harga komoditas ini naik drastis dari Rp43.300/Kg menjadi Rp54.200/Kg.

Selain itu, harga beras juga ikut melambung. Beras (Kg) yang pada pekan pertama dijual Rp17.100/Kg, kini menyentuh angka Rp17.300/Kg. 

Telur Ayam Ras (Kg) juga mengalami kenaikan dari Rp30.400 menjadi Rp31.000, serta Bawang Putih (Kg) naik tipis dari Rp38.000 menjadi Rp38.500. 

Meskipun demikian, ada beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga, memberikan sedikit angin segar bagi konsumen.

Cabai Merah (Kg) turun dari Rp76.700 menjadi Rp74.200, dan Bawang Merah (Kg) ikut turun dari Rp38.300 menjadi Rp37.300.

Minyak Goreng Curah (Ltr) juga menunjukkan penurunan harga, dari Rp19.500 menjadi Rp19.100.

Sementara itu, lima komoditas utama dilaporkan stabil tanpa pergerakan harga. Komoditas yang harganya tetap meliputi Daging Ayam Ras (Kg) Rp50.000, Daging Ayam Ras (Ekor) Rp70.000, Minyak Goreng Kemasan (Ltr) Rp20.000, Gula Pasir (Kg) Rp19.000, dan Daging Sapi (Kg) Rp140.000.