14 Tahun di Bank, Ilham Tak Pernah Bicara Masalah Kerjaannya

Posted on

Korban Penculikan dan Pembunuhan di Bank BUMN

Motif dari kejadian penculikan dan pembunuhan yang menimpa Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang salah satu bank BUMN di Cempaka Putih Raya, masih menjadi pertanyaan besar. Keluarga korban merasa heran mengapa Ilham harus menjadi target kejahatan. Menurut mereka, Ilham tidak pernah mengeluhkan masalah apa pun terkait pekerjaannya kepada keluarga, termasuk istrinya.

Juru bicara keluarga, Widodo Bayu Ajie, menjelaskan bahwa korban telah bekerja di bank BUMN selama sekitar 13-14 tahun. Sejak lulus kuliah, Ilham langsung bekerja sebagai marketing. Marketing adalah proses strategis yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan segala kegiatan untuk mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produk atau jasa kepada konsumen. Selama berkarier di dunia perbankan, ia pernah bertugas di beberapa wilayah seperti Surabaya dan Bandung, namun pindah ke Jakarta belum lama ini.

Selama masa kerjanya, Ilham tidak pernah bercerita tentang masalah atau kesulitan dalam pekerjaannya. Bahkan sebelum kejadian, ia tidak menyampaikan kejanggalan apa pun. Juru bicara keluarga mengatakan bahwa informasi tentang kemungkinan adanya kasus yang sedang ditangani oleh Ilham baru diketahui dari media, sementara pihak tempatnya bekerja tidak memberikan keterangan apapun.

Penangkapan Delapan Pelaku

Keluarga korban mengapresiasi respons cepat dari pihak kepolisian yang berhasil menangkap delapan orang tersangka. Mereka berharap kasus ini dapat diusut hingga tuntas dan pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun, keluarga mengaku tidak mengenal sosok dari delapan pelaku tersebut. Informasi mengenai para pelaku hanya didapatkan melalui media.

Keluarga ingin keadilan dalam kasus ini dan berharap penegak hukum terbuka dalam mengungkap tuntas kasus tersebut. Keinginan mereka adalah agar pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku dan kasus ini tidak ditutupi.

Permintaan Maaf dari Pelaku

Empat pelaku penculikan Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, minta maaf kepada keluarga korban. Melalui kuasa hukumnya, Adrianus Agal menyampaikan permohonan maaf para tersangka di Polda Metro Jaya. Keempat tersangka yakni AT, RS, RAH, dan EW alias Eras.

Adrianus menyebut ada oknum dari salah satu instansi yang terlibat dalam kasus tersebut. Ia juga telah meminta perlindungan kepada Kapolri dan Panglima TNI. Dalam kasus ini, terdapat tiga kluster yaitu pengintai, penculik, dan eksekutor. Keempat tersangka yang lebih dulu ditangkap disebut tidak terlibat dalam pengeksekusian korban.

Janji Bayaran dan Motif Ekonomi

Keempat pelaku rupanya dijanjikan bayaran puluhan juta rupiah untuk menculik korban. Mereka dijanjikan dapat puluhan juta rupiah, tapi hanya diberikan uang muka. Sebagian uang muka yang diterima pelaku sudah disita penyidik. Motif ekonomi disebut menjadi latar belakang keterlibatan keempat tersangka. Mereka diduga terlibat karena tekanan ekonomi dan iming-iming bayaran.

Penangkapan Empat Eksekutor

DH, bersama dua rekannya YJ dan AA ditangkap pada Sabtu (23/8/2025) sekira pukul 20.15 WIB di daerah Jawa Tengah. Sementara tersangka C ditangkap di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Kota Jakarta Utara pada Minggu (24/8/2025) sekira pukul 15.30 WIB. Kini polisi telah menetapkan empat orang eksekutor pembunuhan Kepala Cabang bank BUMN itu sebagai tersangka.

Korban Tewas Usai Diculik

Sebelumnya, Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih berinisial MIP (37) diculik oleh beberapa orang usai menghadiri rapat bersama rekan kerjanya di Supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (21/8/2025). Setelah menghadiri rapat, korban diculik saat berada di area parkir supermarket tersebut. Jasad kepala cabang bank BUMN itu dibuang di area persawahan Kabupaten Bekasi.

Pelaku mengakui telah menculik Ilham. Saat itu, Ilham di Pasar Rebo untuk menghadiri rapat. Namun, ia dan pimpinannya datang menggunakan kendaraan yang berbeda. Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat mengenakan kemeja cokelat dan celana panjang krem saat berada di parkiran. Ia tampak menutupi kepalanya dengan tangan kiri karena rintik hujan. Kemudian, ia berjalan menuju mobil hitam. Namun saat hendak membuka pintu mobil, Ilham langsung disergap dua orang yang keluar dari mobil di sebelahnya.

Setelah temuan tersebut, warga kemudian langsung melapor ke perangkat desa dan aparat kepolisian setempat. Petugas kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan mayat dengan kondisi tubuh penuh luka lebam. Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigadir Jenderal Pol Prima Heru menyebut MIP tewas akibat hantaman benda tumpul di bagian dada dan leher sehingga kekurangan oksigen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *