14 Makanan Pemicu Kanker Payudara Dapat Dicegah

Posted on

Makanan yang Dapat Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Ada beberapa faktor yang memengaruhi risiko kanker payudara, seperti usia atau riwayat keluarga. Namun, terdapat juga faktor yang bisa dikendalikan, salah satunya adalah pola makan. Pemilihan makanan harian dapat menjadi kunci penting dalam menurunkan risiko penyakit ini. Berikut beberapa makanan yang memiliki potensi untuk melindungi kesehatan payudara:

1. Bawang

Bawang putih, bawang bombai, dan bawang prei termasuk dalam keluarga sayuran allium. Mereka mengandung senyawa organosulfur, antioksidan flavonoid, serta vitamin C yang berpotensi antikanker. Studi di Puerto Riko dan Iran menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dan bawang bombai dalam jumlah tinggi berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara. Namun, bawang bombai mentah tidak memberikan efek protektif, sementara bawang bombai matang justru dikaitkan dengan peningkatan risiko. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

2. Delima

Ekstrak delima telah menunjukkan efek antikanker pada sel kanker payudara manusia. Studi pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak delima dapat menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi ekspresi protein VEGF, survivin, dan NF-κB. Penelitian lain menemukan bahwa ekstrak delima juga mampu menekan sel punca kanker payudara (CSCs). Meski belum ada penelitian langsung pada manusia, studi in vitro menunjukkan potensi antikanker dari ekstrak, jus, atau minyak biji delima.

3. Ikan Berlemak

Ikan seperti salmon, tuna, dan teri kaya akan asam lemak omega-3 yang membantu melawan peradangan dan melindungi tubuh dari risiko kanker payudara. Cara memasaknya bisa dengan panggang, rebus, kukus, atau pan-sear. Tambahkan alpukat dan sayuran hijau untuk membuat salad yang segar.

4. Buah Beri

Buah beri seperti stroberi, blackberry, dan raspberry kaya akan vitamin, serat, dan antioksidan seperti antosianin, asam ellagik, dan resveratrol. Mereka dapat membantu melindungi saluran pencernaan dari kanker. Konsumsi langsung, sebagai camilan, atau dicampur ke dalam smoothie atau yoghurt.

5. Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, pakcoy, dan kubis mengandung senyawa indole-3-carbinol yang memiliki sifat melawan kanker. Konsumsi rutin dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker. Masak sebentar atau panggang dengan sedikit minyak zaitun.

6. Teh Hijau

Epigallocatechin-3-gallate (EGCG), polifenol utama dalam teh hijau, diduga menurunkan risiko kanker payudara. Dosis umumnya sekitar 3–4 cangkir per hari. Teh hijau juga tersedia dalam bentuk kapsul, meskipun penelitian lebih banyak meneliti manfaatnya dalam bentuk minuman. EGCG terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker dalam studi laboratorium dan hewan.

7. Dark Chocolate

Dark chocolate dengan kandungan kakao tinggi mengandung serat, antioksidan, dan mineral yang berperan menurunkan risiko kanker. Konsumsi secukupnya setelah makan malam untuk menikmati rasa kompleksnya.

8. Paprika

Paprika kaya akan karotenoid seperti beta-karoten, lutein, dan zeaksantin yang melawan stres oksidatif. Studi menunjukkan bahwa kadar karotenoid tinggi dalam darah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Selain itu, kapsaisin dalam paprika juga diduga menghambat pertumbuhan sel kanker.

9. Kunyit

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara, menurunkan risiko hand-foot syndrome, dan mengurangi peradangan. Namun, penggunaan dalam bentuk suplemen harus hati-hati karena dapat memengaruhi kerja obat tertentu.

10. Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam dan sawi kaya akan antioksidan karotenoid yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Studi besar menunjukkan bahwa kadar karotenoid tinggi menurunkan risiko kanker payudara sebesar 18–28 persen.

11. Buah Sitrus

Jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk keprok kaya akan folat, vitamin C, dan antioksidan flavonoid yang memiliki efek antikanker. Studi menunjukkan bahwa konsumsi buah sitrus berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 10 persen.

12. Kacang-Kacangan

Kacang seperti kenari kaya akan serat dan lemak sehat yang dapat membantu melawan kanker. Konsumsi sebagai camilan, ditaburkan di atas sereal, atau ditambahkan ke salad.

13. Legum

Legum seperti kacang merah dan lentil kaya akan vitamin, mineral, protein, dan serat. Kulit luar legum mengandung flavonoid yang merupakan antioksidan kuat. Nikmati sebagai olesan, saus, atau dalam sup dan salad.

14. Herbal dan Rempah

Herbal dan rempah seperti oregano, jahe, dan peterseli kaya akan senyawa antikanker. Menambahkan variasi rempah ke dalam pola makan sehari-hari dapat mendukung kesehatan.

Secara keseluruhan, pola makan berperan penting dalam menurunkan risiko kanker payudara. Mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, buah sitrus, dan ikan berlemak sangat dianjurkan, sementara membatasi alkohol, daging olahan, serta makanan tinggi gula juga penting. Selain itu, pemeriksaan medis rutin dan skrining kanker payudara tetap krusial untuk deteksi dini.