Pemilihan Negara untuk Tempat Pensiun Terbaik di Dunia
Kehidupan setelah pensiun seringkali menjadi waktu di mana seseorang ingin beristirahat dan menikmati masa tua. Meninggalkan rumah, teman, hingga keluarga demi kehidupan baru, seperti pindah ke luar negeri, mungkin menjadi langkah besar yang perlu dipikirkan secara serius sebelum mengambil keputusan pensiun.
Seseorang umumnya akan mencari lingkungan yang tenang, dengan kemudahan akses penunjang kehidupan meliputi kesehatan, tempat tinggal, biaya hidup, hingga iklim dan cuaca untuk kehidupan di masa tua. Majalah bulanan dan situs web International Living merilis indeks pensiun global tahun 2026 yang meninjau negara-negara terbaik di dunia untuk tempat pensiun. Dengan mengevaluasi berbagai kategori seperti biaya hidup, perawatan kesehatan, perumahan, visa, iklim, dan kemudahan integrasi.
Berikut adalah 10 negara yang menjadi tempat pensiun terbaik di dunia:
1. Yunani
Program Visa Emas Yunani memberikan izin tinggal kepada orang asing dengan investasi properti minimal 250.000 euro (sekitar Rp 4,8 miliar). International Living menilai program tersebut dengan skor tinggi dalam kategori iklim, layanan kesehatan, serta perumahan.
Patricia Mahan dan Dan Matarazzo dari AS membeli rumah dengan dua kamar tidur seharga 150.000 dollar AS (sekitar Rp 2,3 miliar) di Kritsa, sebuah desa di Kreta, Yunani, pada 2023. “Kami ingin pindah ke tepi laut. Di tempat yang terjangkau,” ujar mereka.
Prioritas lain yang memengaruhi keputusan mereka adalah keinginan hidup seperti di desa namun tetap dekat dengan fasilitas lain seperti rumah sakit modern, bandara, pasar mingguan, supermarket, dan berbagai toko perlengkapan.
2. Panama
Panama menempati posisi teratas dalam kategori visa atau tunjangan pensiun dalam indeks International Living. Program Pensionado menawarkan sejumlah keuntungan seperti diskon hiburan 50 persen, diskon transportasi 30 persen, diskon tiket pesawat 25 persen, diskon tagihan medis 15 persen, serta potongan biaya listrik dan makan di luar.
“Sistem layanan kesehatan Panama menyaingi AS dalam hal kualitas, dan tanpa biaya tambahan. Rawat inap di rumah sakit yang mungkin menghabiskan biaya 30.000 dollar AS di Miami bisa menjadi 3.200 dollar AS di sini, termasuk CT scan dan obat-obatan,” tulis penjelasan itu.
Sebelumnya, Panama juga menjadi salah satu destinasi terbaik 2024 versi CNN. Negara itu memiliki lebih dari 12 taman nasional, termasuk di antaranya Parque Nacional Volcan Baru yang menjadi titik tertinggi di Panama.
3. Kosta Rika
Kosta Rika menjadi peringkat pertama dalam kategori iklim dan dikenal sebagai negara yang memerhatikan lingkungan. Sebanyak 25 persen daratannya merupakan hutan hujan yang dilindungi, serta 99 persen listriknya berasal dari energi terbarukan.
International Living mencatat negara tersebut juga berhasil membalikkan deforestasi dan menjadi rumah bagi 10.000 spesies tumbuhan serta 850 jenis burung. Semenanjung Nicoya di Kosta Rika adalah satu dari lima zona biru di dunia.
Seorang warga AS yang melalui perawatan kanker payudara, Kema Ward-Hopper pindah ke Pueblo Nuevo pada 2018 dan mengungkapkan sejumlah manfaat kesehatannya. “Manfaat kesehatan dari wilayah zona biru, saya rasa, baru terasa di usia lanjut. Namun kami menyadari bahwa kami merasa lebih baik saat berada di sini.”
4. Portugal
Portugal berada di posisi kedua setelah Perancis dalam kategori perawatan kesehatan, serta mendapat nilai tinggi dalam kategori iklim dan pembangunan atau tata kelola. Program Golden Visa untuk properti residensial memang telah dihentikan, tetapi visa investasi lainnya tetap tersedia.
Bagi banyak pensiunan, visa pendapatan pasif standar D7 menjadi pilihan ideal, yang hanya membutuhkan bukti pendapatan tetap sekitar 1.011 dollar AS per bulan (sekitar Rp 16,8 juta).
Cynthia Wilson dari Seattle dan suaminya Craig Bjork pindah pada 2022 ke kota kecil Marinha Grande, Portugal. “Bagi orang Amerika, tinggal di sini lebih murah, jika Anda tidak tinggal di Lisbon, Porto, atau Algarve,” kata Wilson.
5. Meksiko
International Living menyebut sekitar satu juta warga AS dan Kanada sudah menetap di Meksiko. Meksiko meraih skor tinggi dalam kategori visa atau tunjangan pensiunan serta pembangunan dan tata kelola.
“Jalan raya sangat baik, internet cepat, dan infrastrukturnya modern. Ditambah lagi dengan biaya hidup yang sangat rendah, layanan kesehatan prima, dan jalur mudah untuk mendapatkan tempat tinggal,” tulis laporan tersebut.
“Saya sampai di Mazatlan, itu benar-benar menyentuh hati saya. Sangat mudah bertemu orang-orang baru. Jadi saya merasa sangat diterima dan merasa saya bisa melakukan ini,” kata Janet Blaser yang pindah dari California ke Mazatlan 20 tahun lalu.
6. Italia
Italia mencatat skor tertinggi dalam kategori kemudahan integrasi serta aspek emosional yang kuat dalam keputusan relokasi. Italia juga mendapat skor baik dalam kategori layanan kesehatan, setara dengan Yunani.
Doug dan Leah Johnson dari Massachusetts membeli dan merenovasi apartemen abad ke-14 di Vasanello pada 2019 seharga 9.000 euro (sekitar Rp 173 juta). “Hal yang menakjubkan di Italia adalah mereka benar-benar melestarikan bangunan-bangunan tua. Penduduk lokal juga sangat ramah. Kadang kami pergi ke toko untuk membeli cappuccino atau roti, dan mereka tidak mengizinkan kami membayar,” ujar Doug.
7. Perancis
International Living memberi Perancis skor 97 untuk layanan kesehatan, dan menjadi yang tertinggi di antara semua negara dalam indeks tersebut. Meski ada wacana untuk mengakhiri layanan kesehatan gratis bagi pensiunan asing, Perancis tetap menarik berkat iklim, budaya, dan kulinernya.
“Saya tidak ingin berkata di ranjang kematian, ‘Saya selalu ingin pindah ke Perancis, tapi tidak jadi.’ Begitu Anda tahu apa yang tidak ingin Anda katakan di ranjang kematian, Anda tahu apa yang harus dilakukan dengan hidup Anda,” ujar Mary Jane Wilkie. Ia pindah dari New York ke Paris pada usia 79 tahun di 2021.
8. Spanyol
Spanyol mencatat skor tinggi untuk perawatan kesehatan dan peringkat afinitas meski skor untuk biaya hidup sedikit lebih rendah. Regina dan John Zdravich dari Indiana pindah ke negara tersebut pada 2018 dan membeli rumah di Garcia, Catalonia, seharga 165.000 euro (sekitar Rp 3,1 miliar). Mereka menggunakan visa Non-Lucrative yang memungkinkan warga non-UE tinggal tanpa bekerja.
Catalonia sendiri juga merupakan kota dengan sistem kesehatan publik sendiri. “John harus menjalani operasi punggung, kami tidak membayar sepeser pun uang. Anda pergi dan membeli resep, dan Anda bisa menggunakan uang receh Anda,” kata Regina.
9. Thailand
Thailand mendapat skor tinggi untuk biaya hidup meski kalah dari Vietnam dan Sri Lanka. Negara tersebut juga memiliki skor baik dalam kategori iklim, pembangunan, serta tata kelola.
Jim Dolan dan istrinya, Som, pindah ke Thailand setelah rumah mereka di AS terendam banjir. Mereka memutuskan membeli tanah di Sam Roi Yot, Thailand seharga 50.000 dollar AS (sekitar Rp 832 juta). “Sangat tenang. Sangat damai. Sangat aman. Saya merasa lebih aman di sini, di Thailand, dibandingkan di kota-kota lain yang pernah saya tinggali di Amerika Serikat,” kata Jim.
10. Malaysia
Malaysia meraih skor tinggi untuk biaya hidup serta pembangunan dan tata kelola, meski kategori afinitasnya relatif rendah. “Malaysia menawarkan perpaduan unik antara infrastruktur modern, keragaman budaya, dan kekayaan alam. Dengan biaya hidup yang terjangkau dan program Malaysia My Second Home (MM2H), kota ini menjadi destinasi populer bagi para pensiunan yang mencari iklim tropis yang hangat,” tulis International Living.
Pulau Penang sangat menarik karena kuliner, arsitektur bersejarah, serta Bukit Penang yang merupakan cagar biosfer UNESCO.
