10 Fakta Mengerikan Jalur Maut Jalan Ness, Sering Korbankan Pengendara

Posted on

Jalan Ness di Jambi, Jalur Berisiko Tinggi yang Menjadi Perhatian

Jalan Ness, yang terletak di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, menjadi salah satu jalur rawan kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jambi. Dikenal sebagai “jalur maut” oleh sebagian warga setempat, jalan ini sering menelan korban jiwa dan luka-luka. Sepanjang 31 kilometer, Jalan Ness menjadi penghubung utama antara Kota Jambi menuju Kabupaten Batang Hari. Meski lebih pendek dibandingkan jalur lain seperti Jalan Lintas Sumatera, jalan ini memiliki risiko tinggi karena kondisi fisik dan perilaku pengendara.

Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ness

Beberapa titik di Jalan Ness diketahui menjadi tempat seringnya terjadi kecelakaan. Salah satunya adalah kawasan flyover tol dan Musala Fathulrahman. Yanto, warga setempat, menjelaskan bahwa kondisi jalan sempit dan permukaannya tidak rata menyebabkan mobil sering oleng atau terguling. Hal ini terjadi karena ban kendaraan sering berada di luar aspal, terutama saat melintasi area dengan permukaan rusak.

Waktu-waktu rawan kecelakaan di kawasan tersebut tidak menentu. Beberapa kecelakaan terjadi pada malam hari, sekitar pukul 19.00 hingga 24.00 WIB, sementara lainnya terjadi pada siang hari, terutama sekitar pukul tiga sore. Hal ini membuat pengendara harus selalu waspada, terutama saat melintasi jalan yang sempit dan banyak tanjakan.

Perilaku Pengemudi dan Faktor Kecepatan

Sitorus, warga yang sering melintasi Jalan Ness, mengatakan bahwa kecelakaan sering terjadi karena pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi. Jalan yang sempit memperparah risiko tabrakan, terutama ketika kendaraan saling berpapasan. Selain itu, istilah “melipat spion” yang dilakukan pengemudi untuk melewati kendaraan lain juga dinilai berbahaya. Menurut Kompol Tesmirizal, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jambi, hal ini bertentangan dengan aturan lalu lintas yang menuntut kendaraan lengkap dengan perlengkapan keselamatan.

Kondisi jalan yang sempit, minimnya rambu-rambu lalu lintas, serta penerangan jalan yang tidak memadai semakin memperburuk situasi. Lubang-lubang kecil di permukaan jalan juga sering membuat pengendara menghindar, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Kecelakaan Berulang di Jalan Ness

Banyak kecelakaan telah tercatat di Jalan Ness dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya, pada September 2024, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan roda empat. Korban mengalami luka parah. Di Oktober 2024, dua mobil dari arah berlawanan bertabrakan, menyebabkan kerusakan dan luka-luka. Januari 2025, kecelakaan antara pemotor dan truk menyebabkan kematian. Februari 2025, truk roda enam terguling di tengah jalan. September 2025, truk pengangkut gas elpiji 3 kg terbalik, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Oktober 2025, kecelakaan antara mobil dan sepeda motor juga terjadi.

Solusi yang Diharapkan

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Kompol Tesmirizal menyarankan adanya pelebaran jalan dan penambahan rambu-rambu lalu lintas di titik-titik rawan. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran pengemudi untuk tetap waspada dan tidak berkendara terlalu cepat, terutama saat hujan.

Selain itu, dosen Universitas Jambi, Rio Yusri Maulana, PhD, menyarankan agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar pada Jalan Ness, seperti memperlakukannya seperti jalan nasional. Ini termasuk penambahan ruas jalan, rest area, serta edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat dan pengemudi.

Penyebab Utama Kecelakaan di Jalan Ness

  • Panjang jalan 31 km
  • Jalur alternatif dari Kota Jambi ke Batanghari/Jambi barat
  • Jalan sempit dengan potensi senggolan dan keluar jalur
  • Banyak tanjakan dan tikungan tajam
  • Minim rambu-rambu lalu lintas
  • Minim penerangan jalan pada malam hari
  • Pengemudi sering melaju dengan kecepatan tinggi