10 Bank Digital Terbesar RI: Seabank Kuat, Aset Superbank Meningkat Drastis

Posted on

Pertumbuhan Aset Bank Digital di Indonesia

Bank digital di Tanah Air mencatatkan pertumbuhan aset yang beragam sepanjang semester pertama tahun ini. Beberapa bank mengalami kenaikan signifikan, sementara yang lain mengalami kontraksi. Berikut adalah daftar lengkap 10 bank digital terbesar di Indonesia berdasarkan nilai aset.

Kinerja Keseluruhan Industri Perbankan

Secara umum, industri perbankan RI membukukan pertumbuhan aset. Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK, hingga Mei 2025, aset perbankan mencapai Rp12.661,16 triliun, naik 6,20% secara tahunan dibandingkan Mei 2024 yang senilai Rp11.921,37 triliun.

Kelompok bank KBMI 2 mencatatkan pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar 10,02% YoY, diikuti oleh KBMI 3 sebesar 6,87% YoY dan KBMI 4 sebesar 6,43% YoY. Sementara itu, kelompok bank dengan modal inti paling kecil atau KBMI 1 mengalami koreksi aset sebesar 0,68% YoY.

Kinerja Bank Digital

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa kelompok bank digital mencatatkan kinerja rentabilitas yang positif dengan ROA sebesar 1,48% per Juni 2025. Namun, angka tersebut masih berada di bawah ROA industri sebesar 2,58% di Juni 2025.

Bank digital memiliki segmen pasar yang berbeda dibandingkan dengan bank-bank besar pada umumnya, dengan skala ekonomi yang juga berbeda. “OJK melihat bahwa pertumbuhan kinerja bank digital yang cukup pesat didukung oleh pemanfaatan IT yang canggih dalam menyediakan produk dan layanan retail banking sesuai dengan segmen nasabah yang cakap teknologi,” ujarnya.

Daftar 10 Bank Digital Terbesar Berdasarkan Aset

Seabank

PT Bank Seabank Indonesia mencatatkan aset senilai Rp37,03 triliun pada semester I/2025. Dengan ini, Seabank menjadi bank digital terbesar di Indonesia berdasarkan aset. Peningkatan aset didorong oleh peningkatan kredit sebesar 44,49% YoY menjadi Rp25,99 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 20,56% YoY menjadi Rp28,32 triliun. Laba bersih mencapai Rp213,80 miliar.

Bank Jago

PT Bank Jago Tbk. berada pada peringkat kedua klasemen top 10 bank digital berdasarkan aset. Bank dengan kode saham ARTO ini mencatatkan aset senilai Rp32,43 triliun, tumbuh 33,73% YoY pada semester I/2025. Penyaluran kredit meningkat 37% YoY dari Rp15,7 triliun menjadi Rp21,4 triliun. DPK meningkat 51% YoY menjadi Rp22,4 triliun. Laba bersih mencapai Rp127 miliar.

Hibank

PT Bank Hibank Indonesia atau Hibank berada di peringkat ketiga dengan aset senilai Rp19,19 triliun pada semester I/2025. Nilai ini tumbuh 17,58% YoY dibandingkan dengan Juni 2024. Laba bersih mencapai Rp60,85 miliar. Penyaluran kredit meningkat 30,78% YoY dari Rp8,78 triliun menjadi Rp11,48 triliun. DPK meningkat 25,61% YoY menjadi Rp13,98 triliun.

Bank Neo Commerce

Pada posisi keempat terdapat PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB). Bank digital besutan Akulaku Group ini memiliki aset senilai Rp17,96 triliun pada semester I/2025. Meskipun aset turun 5,77% YoY, laba bersih mencapai Rp276,05 miliar. Rasio NPL gross membaik dari 3,88% menjadi 3,10%.

BCA Digital

Posisi selanjutnya diisi oleh PT Bank Digital BCA atau BCA Digital (blu) dengan aset senilai Rp17,81 triliun pada semester I/2025. Penyaluran kredit meningkat 62,98% YoY dari Rp5,34 triliun menjadi Rp8,7 triliun. DPK meningkat 24,71% YoY menjadi Rp13,12 triliun. Laba bersih mencapai Rp84,62 miliar.

Superbank

PT Super Bank Indonesia (Superbank) melaporkan pertumbuhan kinerja signifikan sepanjang semester I/2025. Laba Superbank tercatat senilai Rp20,1 miliar dengan pertumbuhan kredit melonjak 123% YoY. Aset meningkat 122,1% YoY dari Rp6,75 triliun menjadi Rp14,97 triliun. DPK melonjak 748% YoY menjadi Rp8,4 triliun.

Allo Bank

PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) membukukan aset sebesar Rp14,17 triliun, naik 3,89% secara tahunan. Kredit yang disalurkan mencapai Rp7,488 triliun. Rasio NPL gross dan net masing-masing sebesar 1,5% dan 0,7%. DPK meningkat 27% YoY menjadi Rp5,817 triliun. Laba bersih mencapai Rp227 miliar.

Bank Raya

Posisi selanjutnya diisi oleh PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) dengan aset senilai Rp13,34 triliun. Pertumbuhan aset sebesar 2,00% YoY. Laba bersih meningkat 64,8% YoY menjadi Rp32,93 miliar. Penyaluran kredit digital meningkat 64,8% YoY menjadi Rp13,42 triliun.

Bank Saqu

PT Bank Saqu Indonesia besutan Astra Group dan WeLab tercatat memiliki aset senilai Rp13,31 triliun pada semester I/2025, tumbuh 4,15% YoY. Penyaluran kredit mencapai Rp5,07 triliun. DPK meningkat dari Rp5,88 triliun menjadi Rp6,59 triliun.

Krom Bank

PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) berada di posisi kesepuluh klasemen bank digital dengan aset senilai Rp9,33 triliun, naik 90,02% YoY dari Rp4,91 triliun. Penyaluran kredit melonjak 141,57% YoY menjadi Rp6,52 triliun. Laba bersih mencapai Rp73,2 miliar. DPK meningkat hampir 4 kali lipat menjadi Rp5,6 triliun.