1.900 kepala desa dilatih di Pakatto

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Sebanyak 1.900 kepala desa se-Sulawesi Selatan mengikuti retret ala militer di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa.
  • Retret bertujuan menanamkan disiplin dan memperkuat kapasitas kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan.
  • Peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah kementerian serta pejabat nasional dan daerah.
  • Ketua Apdesi Merah Putih Sri Rahayu Usmi mengapresiasi retret kepala desa yang diadakan Pemprov Sulsel karena dinilai mampu membangun kedisiplinan dan profesionalisme pemerintahan desa.

PasarModern.com– 1.900 kepala desa (kades) se-Sulawesi Selatan dilatih seperti prajurit saat mengikuti retret, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan di Markas Resimen Induk Kodam (Rindam) XIV/Hasanuddin, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (42), hadir membuka kegiatan tersebut dengan seragam loreng.

Tongkat komando di tangan kirinya digenggam erat.

“Sukses, selamat ya, terima kasih banyak,” kata Andi Sudi sambil berjabat tangan satu per satu dengan peserta retret.

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi (45), juga terlihat hadir menyambut kedatangan Andi Sudi.

Kamis (11/12/2025), Andi Sudirman memimpin pendistribusian bantuan bagi korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Bersama Tim Pemprov Sulsel dan unsur Forkopimda terkait, ia bergerak menuju lokasi bencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan.

Bantuan yang diberikan cukup lengkap, mulai dari obat-obatan, dapur umum, hingga genset untuk pasokan listrik. Tim juga mendirikan posko pelayanan kesehatan.

Sebelum berangkat, seluruh personel terlebih dahulu melakukan penyortiran logistik serta briefing teknis agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Langkah cepat ini merupakan wujud komitmen Pemprov dalam memberikan dukungan kemanusiaan yang cepat dan berkelanjutan.

Selain kepala desa, hadir juga sejumlah kepala daerah dengan seragam yang sama.

Mereka, Bupati Pangkep M Yusran Lalogau, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.

Turut hadir Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, dan Bupati Bantaeng Andi Fathul Fauzi Nurdin.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih, Sri Rahayu Usmi, mengapresiasi retret kepala desa oleh Pemprov Sulsel.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran disiplin bagi para kepala desa.

“Kegiatan ini ruang mengajarkan kedisiplinan kepada kepala desa. Karena disiplin itu harus dimulai dari diri sendiri. Ketika kita sudah mulai disiplin, maka dalam pemerintahan dan semua hal juga akan ikut disiplin,” katanya.

Sri Rahayu menambahkan, langkah Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini merupakan upaya awal untuk mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Gubernur. Ini adalah langkah awal sehingga ke depan kepala desa benar-benar profesional dalam pelaksanaan kegiatan di desa,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini menghasilkan kepala desa yang lebih bertanggung jawab dalam menjalankan hak dan kewajibannya, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel, Muh Saleh, menjelaskan sekitar 1.900 kades mengikuti kegiatan ini, meskipun beberapa tidak hadir karena alasan kesehatan, izin, atau umrah.

Para kepala desa mulai tiba sejak Kamis (11/12/2025) untuk pendaftaran dan pembagian kamar.

Retret ini berlangsung hingga Minggu (14/12) mendatang.

Selama retret, para kepala desa akan mendapatkan pembekalan dan ceramah dari sejumlah kementerian, baik yang hadir langsung maupun melalui perwakilan.

Muh Saleh menyebut kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kapasitas, mengingat kepala desa merupakan garda terdepan pemerintah di tengah masyarakat.

“Kami juga memberikan pemahaman mengenai program pemerintah pusat dan provinsi,” katanya.

Selain pelatihan, retret ini menjadi ajang silaturahmi bagi para kepala desa.

Seluruh akomodasi ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sulsel.

Beberapa pejabat dijadwalkan memberikan materi, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Sekretaris Dinas PMD Sulsel Akbar berharap kegiatan ini memperkuat wawasan, keterampilan, dan pemahaman para kepala desa dalam tata kelola pemerintahan desa.

Jalan Kaki

147 dari 227 kepala desa di Kabupaten Luwu mengikuti kegiatan retret di Rindam XIV Hasanuddin.

Kepala Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Umi, menyebut rangkaian kegiatan selama berada di lokasi akan dipadati dengan pemberian materi dan aktivitas fisik. “Termasuk salah satu agendanya adalah outbound,” jelas Umi, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, peserta juga akan mengikuti Jalan Santai Anti Mager pada hari Minggu sebagai penutup kegiatan.

Sebelum memulai rangkaian acara, seluruh kepala desa menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Rindam, ditambah pemeriksaan dari puskesmas masing-masing.

Umi menegaskan, seluruh kebutuhan peserta selama retret ditanggung oleh Pemprov Sulsel.

“Tidak, semuanya murni anggaran Pemprov. Kita diberi seragam loreng, kaos, dan sepatu,” katanya.

Ia menambahkan, Bupati Luwu Patahudding, turut hadir menyemangati para kepala desa.

Bupati sempat menyapa langsung para peserta dari Luwu dan memberikan pesan agar mengikuti materi dengan sungguh-sungguh.

“Pesannya Pak Bupati, tetap semangat menerima materi, belajar dengan baik, dan selamat kembali ke Luwu,” kata Umi.

Patahudding hadir saat pembukaan retret dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah penting untuk penguatan kapasitas kepala desa.

Ketua Golkar Luwu menilai aparat desa harus memiliki ketangguhan dan kemampuan adaptif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Desa adalah ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga kepala desa harus tangguh dan siap meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Ia berharap para kepala desa dari Luwu mampu menerapkan ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh selama jambore untuk mendorong kemajuan desa masing-masing.

Secara terpisah, Kepala Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang Bulukumba, Muh Syarif, menilai pelatihan ini bermanfaat karena menanamkan kedisiplinan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap NKRI.

“Bagus sekali. Saya kira pelatihan ini tidak hanya diperlukan oleh kepala desa, tetapi juga seluruh aparatur pemerintah agar disiplin tertanam dalam diri, sehingga rasa malas dalam menjalankan tugas itu tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Muhlis, memberikan penilaian positif.

Ia menilai retret tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus mempererat tali persaudaraan antar kepala desa.

“Ada pengalaman dan cerita tersendiri. Semoga di masa depan, retret ini bisa diulang kembali karena menjadi ajang silaturahmi sesama kepala desa dan menjadi kenangan,” katanya.

Dilatih Disiplin

Sementara itu, Kepala Desa Curio, Kabupaten Enrekang, Saenal Budi mengaku telah mengikuti rangkaian retret selama dua hari bersama ribuan kepala desa lainnya.

Selama itu, peserta menerima berbagai materi terkait pembangunan desa.

“Sudah dua hari saya di sini. Banyak materi, seperti koperasi, mengelola keuangan, termasuk besok materi pertanian dari kementerian langsung,” katanya, Jumat (12/12/2025).

Selain materi pembangunan desa, seluruh peserta juga dilatih kedisiplinan.

Saenal menyebutkan bahwa para kepala desa diwajibkan bangun lebih pagi mengikuti jadwal kegiatan.

“Jam 3 sudah disuruh bangun untuk apel, lalu shalat subuh. Kita diajarkan disiplin di sini,” katanya.

Ia menilai retret ini sangat membantu kepala desa dalam mengembangkan potensi wilayah masing-masing, baik dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jika pribadi, ini sangat bermanfaat jika kepala desa benar-benar menerapkan materi yang sudah diberikan di desa nanti,” jelasnya.

“Mulai dari pengelolaan keuangan, mengembangkan potensi, dan sebagainya – di sini diajarkan secara detail,” tambah Saenal.

Para kepala desa dari Sinjai merespons positif retret kepala desa se-Sulawesi Selatan di Rindam XIV Hasanuddin, Gowa.

Mereka menyebut kegiatan ini bukan hanya forum pelatihan, tetapi juga ajang memperkuat hubungan antar kepala desa.

Kepala Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Sudirman, menganggap retret ini sebagai wadah untuk bertemu dan berbagi pengalaman dengan sesama kades dari seluruh Sulsel.

“Kemah ini merupakan silaturahmi sesama kepala desa yang ada di Sulawesi Selatan,” katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Muhlis.

Ia menilai retret memberikan manfaat besar karena peserta diberi materi yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Bagus kegiatan ini. Kita dapat materi kepemimpinan hingga pengelolaan keuangan desa,” katanya.

Muhlis juga berbagi pengalaman unik selama kegiatan berlangsung.

Salah satu momen yang menurutnya paling berkesan adalah ketika peserta harus antri dan berebut masuk ke kamar mandi.

“Pasti kita berlomba-lomba masuk WC, kesannya sangat seru,” katanya sambil tertawa.

Meskipun ada dinamika khas kegiatan lapangan, Muhlis menilai fasilitas yang disiapkan panitia sudah sangat baik.

“Fasilitasnya maksimal. Menurut saya sangat bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyampaikan langsung harapannya kepada para kepala desa dari wilayahnya.

Ia menekankan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh.

“Kami berharap para kepala desa benar-benar memanfaatkan kesempatan ini,” tegasnya.

Ratnawati berharap ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh selama retret dapat dibawa pulang dan diterapkan untuk memperkuat tata kelola desa serta mendorong pembangunan yang lebih progresif.